Showing posts with label Serial. Show all posts
Showing posts with label Serial. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 22 (Kehendak Bapa Surgawi)

Kita maunya “my way or no way” (pakai cara saya atau tidak sama sekali), sehingga tidak focus kepada His way(Cara Tuhan). Kita tahu bahwa kehendak-Nya ialah membawa surga di dalam kehidupan kita.

Seorang ayah tentu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi sayangnya, ayah di dunia tidak mengetahui hari esok, sehingga mungkin saja seorang ayah dapat mengambil keputusan salah untuk anak-anaknya. Tetapi lain dengan Bapa surgawi, Dia mengetahui hari esok, Dia menggengam hari esok, sehingga keputusan-Nya

Oleh karena itu, kita terus mengupayakan dan mewujudkan kehendak-Nya yang jadi dengan ditandai kesetiaan seorang hamba.

“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:17)

Joseph C Rosenbaum menuliskan tentang ibunya, ibunya selalu ada ketika dia membutuhkan. Ibu menolong, melindungi, mendengarkan, member nasihat, menyediaka makanan, dan mengajarkan tentang kehiudpan. Ibu memastikan seluruh anggota keluarganya dikasihi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 52 minggu dalam setahun, dan selalu siap setiap saat

Ketika joseph berusia 19 tahun, dia akan dijebloskan bersama sekelompok orang yahudi ke dalam camp concentration Hitler. Mereka semua ditentukan untuk mati. Tetapi kemudian ibunya melangkahkan kakinya kesana dan menggantikan dia.

Sekarang sudah 50 tahun berlalu, tetapi dia masih ingat perkataan terakhir ibunya. “Nak perjalanan yang akan kamu tempuh masih panjang, sedangkan ibu sudah lebih dari setengah abad. Biarlah kamu dapat menikmati masa depan kamu, pergilah.”

Kasih orangtua terhadap anak anaknya tidak ada batasnya. Terlebih lagi dengan kasih Allah. Tidak ada seorang ibu atau ayah yang menginginkan anak anaknya sengsara, menderita, atau mengalami sakit penyakit.

Pasti mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik. Terlebih lagi dengan Bapa surgawi, Dia menginginkan yang terbaik terjadi dalam kehidupan anak anaknya.

Kehendak Bapa adalah ingin membuat kita bahagia, mari kita simak apa saja yang menjadi kehendaknya:
1. Keselamatan (Yohannes 3:16). Allah menginginkan agar kita diselamatkan. Dia tidak menghendaki satu jiwapun binasa (Yohannes 6:39-40)

2. Kesehatan (1 Yohanes 2:2). Allah menginginkan kita sehat sejat selalu, baik secara fisik maupun di dalam jowa kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan kita, memperhatikan bagaimana kita makan, bagaimana kita tidur, serta bagaimana kita mengatur keseimbangan dalam hidup kita

3. Kesuksesan (Ulangan 28:13). Allah menginginkan anak anak-Nya berhasil dalam studi, karir dan pekerjaan
4. Kekudusan (1 Tesalonika 4:3). Allah menginginkan kita hidup dalam kekudusan. Hal hal yang cemar itu bukan kehendak-Nya. Di dalam pergaulan, kita harus menjaga diri agar tubuh, jiwa dan roh kita tidak tercemar.

5. Pelaku Firman (Mazmur 119:15-16). Firman Tuhan adalah berisi kehendak Bapa. Dengan membaca can merenungkan Firman Tuhan, kita dapat menyelami hati Bapa dan mengetahui kehendak-Nya

Bapa ingin kita mengetahu kehendak-Nya (Efesus 5:17) mendorong kita untuk mengerti kehendak-Nya “Makanan” Yesus sehari hari adalah melakukan kehendak Bapa (Yohannes 4:34)

Saat kita diminta “Mengusahakan” untuk mengerti, artinya kita harus berusaha lebih mengenal isi hati Bapa. Melalui pembacaan dan penyelidikan Alkitab. Kita dapat mengenali karakter Bapa kita.

Heart:
Taruhlah dalam hatimu bahwa Bapa menginginkan yang terbaik dalam hidupmu. Jangan pernah curiga dengan Bapa, Allah kita semua

Head:
Jujurlah kepada Bapa surgawi dan ceritakanlah apa yang menjadi ganjalan di hatimu, saat melakukan kehendak-Nya

Hand:
Apakah kehendak Bapa dalam hidupmu selain hal hal yang disebutkan di atas? Diskusikanlah!

Wednesday, December 21, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 21 (Mewarisi Kerajaan Allah)

“Dengarkanlah, hai saudara saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang orang yang dianggap miskin oleh duni ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan yang telah dijanjikan kepada barang siapa yang mengasihi Dia (Yakobus 2:5)

Bagi pangeran William, sebagai putra mahkota kerajaan Inddris, sudah dipastikan dia akan punya masa depan yang cerah. Catherine yang menikah dengannya, menjadi putrid mahkota dan menikamti semua fasilitas dan otoritas kerajaan.

Pangeran Charles sebagai orang tua, pasti sudah menyiapkan yang terbaik bagi mereka. Bukan hanya takhta tetapi juga warisan, mereka layak dan berhak mendapatkan apa yang orang tuanya miliki.

Itu bukan karena kehebatan mereka tetapi karena status mereka sebagai seorang anak sebagai putra mahkota.

Demikian hidup anda, anak anak Bapa surgawi yang sudah ditebus dengan darah yang mahal yang tercurah di atas kayu salib. Oleh-nya, anda menjadi kaya di dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan-Nya.

Ayat renungan hari ini menegaskan bahwa itu bukan karena kehebatan anda, tetapi Allah di dalam kedaulatan-Nya memilih dan menetapkan anda untuk menjadi ahli  waris dari kerajaan-Nya yang penuh dengan kuasa, kemuliaan, tidak tergucangkan, dan kekal selama-lamanya.

Anda sebagai ahli waris, anda tahu masa depan anda. Anda tahu hak anda, apa yang akan anda peroleh dan bagaimana anda seharusnya hidup dan menggunakan otoritas kerajaan, karena Bapa menetapkan anda akan memerintah bersama dengan Dia selama lamanya

Bapa tidak akan mengerjakan sesuatu di dunia ini tanpa melalui kita, akan anak-Nya dan tubuh-Nya di bumi ini. Biarlah kerajaan Allah hadir di dunia di mana anda berada. Di sekolah, di kampus, di kantor, di dunia bisnis, di keluarga, di kota, di bangsa dan Negara di mana Anda berada.

Bukan hanya itu, tetapi manifestasi kerajaan-Nya dapat dinyatakan melalui hidup anda secara nyata karena anda adalah ahli waris-Nya. You are destined to reign! Anda ditakdirkan untuk memerintah!

Heart:
1. Apa yang membedakan pangeran William dengan anak biasa yang tinggal di sebuah keluarga yang sederhana?
2. Renungkanlah apa arti sebuah warisan bagimu! Warisan apa yang sedang Bapa siapkan dalam hidupmu?

Head:
1. Milikilah respons yang benar sebagai ahli waris. ANda punya hak dan kewajiban yang seharusnya parallel dengan status anda sebagai ahli waris kerajaan-Nya. Respons dan kewajiban apa yang akan anda lakukan?
2. Perhatikan anak anak di sekelilingmu. Status akan menentukan masa depan. Pernahkah anda menyadari dan mensyukuri bahwa statusmu adalah anak Raja? Buatlah keputusan agar anda bertindak sesuai dengan statusmu itu.

Hand:
1. Bagikan kepada orang lain yang membutuhkan dan sedang mencari warisan. Harta dan warisan Bapa kita begitu banyak, dan Ia mau membagikan kepada orang yang mencintai-Nya
Ambillah sebuah tindakan agar anda terus mengasihi-Nya dan memabgikan kasihnya secara nyata kepada orang di sekelilingmu.


SHARED BY
Al.Kira

Source:Kingdom Lifestyle

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 20 (Kerajaan Kemuliaannya)

“dan meminta dengan sangat supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah yang memanggil kamu dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya (I Tesalonika 2:12)

Saya pernah membimbing seorang anak muda di Australia, sebut saja namanya Anwar. Orang tuanya bekerja, berbinis dan menambung demi Anwar bisa menikmati kuliah di Australia dan punya bekal hidup yang baik kelak

Segala investasi untuk biaya kuliah, biaya kehidupan, dan lain sebagainya cukuplah besar demi melihat Anwar bisa berhasil mendapatkan gelar dan pengalaman kuliah yang baik di Australia.

Tentunya orang tua Anwar menasehati dia dengan sangat serius agar bertindak dengan baik, bijak dan bertanggung jawab untuk bisa sejalan dengan kehendak dan kerinduan orang tuanya, yang punya cita cita dan memotivasi yang baik untuk melihat anaknya berhasil kelak

Tapi apa yang terjadi? Malah Anwar di Australia merasa hidupnya bebas dari orang tua dan bergaul seenaknya. Terkena pergaulan bebas dan buruk, membuat Anwar enjadi rusak dan tidak bertanggung jawab. Hidupnya berantakan dan terikat dengan kebiasaan buruk lainnya, seperti rokok, minuman keras, obat obatan, dan free sex

Alhasil kuliahnya banyak absennya dan hancur, yang mengakibatkan pihak sekolah mengeluarkannya dan dikirim kembali ke Indonesia dengan blacklist selama 3 tahun tidak bisa kembali ke Australia. Ironis bukan? Hal ini di dalam kejadian nyata seperti ini bisa dialami di dalam perkara rohani juga

Anda harus mengerti status anda, yaitu anda sudah dipanggil keluar dari kerajaan gelap (dunia, iblis, egois) untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya yang penuh dengan kemuliaan

Status dan posisi ini akan membuat anda seharusnya sadar bahwa cara dan gaya hidup anda sudah dan harus berubah. Anda harus siap dan sesuai dengan kehendak Bapa kita di Surga, yaitu hidup berkenan dan memancarkan karakter Raja kita.

Itulah yang digumulkan oleh Rasul Paulus dan bahkan ia meminta dengan sangat kepada jemaat di Tesalonika agar hidup berpadanan dengan karakteristik Raja kita. Sudahkan hidup anda penuh dengan kemuliaan Bapa dan bisa memancarkan kemuliaan-Nya?

Dengan Anda terus berserah dan menjadikan Yesus berkuasa atas hidup anda, maka manifestasi kerajaan-Nya yang penuh dengan kemuliaan akan semakin nyata dalam hidup anda. Mari kembali kepada panggilan dan kehendak-Nya yang sempurna, penuh dengan kemuliaan yang tidak terbatas!!

Heart:
1. Mengapa paulus meminta dengan seris agar jemaat Tesalonika untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan? Coba renungkan
2. Teryata ada pilihan bagi anda untuk hidup di dalam kerajaan Bapa atau kerajaan dunia/egois atau iblis, dimana anda diperhadapakan untuk mematuhi dan sepadan dengan kehendak Bapa atau melakukan kehendak diri sendiri. Bagaimana dengan hidupmu? Akuilah dengan jujur dengan Tuhan

Head:
1. Melakukan kehendak Bapa seharusnya menjadi makanan dalam hidup anda. Kalau anda tidak melakukannya, maka anda akan lemas dan mati. Buatlah sebuah keputusan untuk melakukan kehendak-Nya setiap hari dengan sukacita
2. Jadikan doa bapa kami sebagai gaya hidup, agar kerajaan Bapa senantiasa hadir dan terlihat melalui kehidupan anda.

 Hand:
1. Buatlah sebuah tindakan agar melalui hidupmu, orang bisa memuliakan Bapa. Jadilah berkat bagi seorang hari ini dengan cara yang praktis dan sederhana


SHARED BY
Al.Kira

Source:KIngdom Lifestyle

Saturday, December 17, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 17 (Kerajaan Kekal Yang Tidak Berkesudahan)

“Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juru selamat kita Yesus Kristus” (II Petrus 2:11)

Karakteristik kedua dari kerajaan Alla adalah kerajaan yang kekal. Kita dikaruniakan kerajaan yang kekal, berarti tidak berkesudahan. Tidak pernah ada habis habisnya dan tidak lapuk, tidak dapat dikalahkan oleh system kerajaan atau pemerintahan manapun.

Yesus adalah Alfa dan Omega (Wahyu 22:13), Dialah yang awal dan yang akhir. Demikian juga sebagaimana difirmankan dalam Lukas 1:33, bahwa “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan”

Yesus adalah Raja yang kekal, sampai selam lamanua, artinya dalam situasi apapun dan kapanpun, Yesus adalah Raja yang bisa diandalkan dan dipercaya oleh kita yang mengasihi Dia. Dia adalah sumber yang kekal yang tidak pernah bisa habis.

Di Niagara Falss, air terjun yang sangat besar yang memisahkan benua Amerika dan Canada, disana air tercurah tidak pernah ada habis-Nya. Terus Menerus tidak berkesudahan. Bayangkan, kalau Yesus sebagai Raja dan menjadi sumber yang tidak ada habisnya, maka hidup anda tidak perlu khawatir lagi.

Kerajaan Allah akan bermanifestasi dengan segala sesuatu yang anda butuhkan akan ditambahkan dan mengikutinya. Asalkan anda mau mencari Dia dengan segenap hati dan menjadi semua kebenaran-Nya (Matius 6:33)

Yesus kita adalah Raja yang bisa diandalkan dan dipercaya. Jangan takut dan gentar hatimu. Asal saja anda tinggal dan hidup dalam kerajaan-Nya yang kekal dan tidak berkesudahan, maka semua berkat dan anugerahnya tidak pernah berhenti mengalir atas hidup anda

Alkitab mengatakan, anda sudah dikarunia hak penuh, bukan hak yang setengah. Setelah memasuki kerajan-Nya, hiduplah di dalamnya. Jangan tinggal di luar kehendak-Nya. Jangan keluar dari ketetapan-Nya. Tetapi, mari kita sepakat dengan Raja kita.

Heart:
1. Renungkan kebenaran dalam dirman di atas. Karunia apa yang sudah Bapa karuniakan kepada anda? Hak apa saha yang pernah anda peroleh?
2. Apa artinya kerajaan kekal bagimu? Di dunia ini tidak ada yang kekal. Apa yang anda cari dan prioritas dalam hidup ini?

Head:
1. Biarlah doa ini menjadi gaya hidup anda dengan percaya dan berserah kepada kedaulatan-Nya yang kekal, anda terus memerintah dan menjaga anda. Buatlah keputusan yang radikal hari ini!

Hand:
1. Buatlah sebuah daftar, hal hal apa yang tidak bersifat kekal yang selama ini menguasai hidupmu. Gantilah dan serahkanlah kepada kedaulatan Kristus, sehingga anda bisa mengalami kerajaan-Nya yang kekal
2. Bagikan kepada dua temanmu, berkat dan kekuatan apa yang anda alami lewat perenungan ini. Kuatkanlah mereka yang khawatir dan cemas karena hidup di luar kerajaan Allah.

Friday, December 16, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 16 (Kerajaan yang Tidak Terguncangkan)

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergucangkan, marilah kita mengucapkan syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28)

Sekitar bulan oktober tahun 1997, saya dan kakak saya naik kapal persiar Awani Dream, yang disewa oleh sebuah gereja, menuju Singapore untuk menghadiri KKR Benny Hinn. Di dalam kapal itu ada beberapa pendeta dan group band rohani yang mengisi acara.

Kira kira dua jam setelah lepas labuh dari Tanjung Priuk, tiba tiba kapal yang besar itu digucangkan oleh angin dan badai. Semua penumpang di dalamnya, termasuk saya menjadi pusing dan mual dan merasa tidak nyaman. Semua fasilitas bahkan makanan dan minuman yang berlimpah sudah tidak menarik lagi, karena kamu berfokus kepada guncangan tersebut.

Yang menarik, para awak kapal dengan baju seragamnya dengan sigap mendatangi kamu dan siap membantu kami, seakan mereka tidak mengalami guncangan tersebut. Malah mereka bisa tersenyum dengan hati melayani dan menjadi berkat. Ternyata bagi mereka guncangan tersebut tidak berpengaruh apa apa sebab mereka sudah terbiasa

Wow Alkitab mengatakan kita menerima kerajaan Allah yang tidak tergucangkan. Kerajaan yang kuat dan tidak terpengaruh oleh apapun yang terjadi di dunia ini. Ini adalah salah satu dari karakteristik kerajaan-Nya yang anda terima dan anda tinggal di dalamnya.

Mungkin iblis terus menipu anda. Mungkin semua permasalahan dalam hidup ini begitu menekan dan mengguncang anda. Sehingga seringkali anda merasa kalah,tertipu, tidak berdaya bahkan mundur dari Tuhan. Mari bangkit dan sadarilah bahwa kerajaan-Nya tidak terguncangkan.

Dengan hidup dalam kerajaan-Nya, pastilah anda aman dan kuat. Bukan karena kehebatan anda tetapi karena janji-Janjinya. Melalui darah yang tercurah dan tubuh yang sudah terpecah . Anda diadopsi dan dimasukkan ke dalam kerajaan terang-Nya yang ajaib. Milikilah respons yang benar dan alamilah perlindungan dan manifestasi dari kerajaan tidak terguncangkan itu!

Maka anda akan punya banyak kesempatan untuk bisa melayani dan menguatkan orang orang di sekitar anda. Mereka akan terheran heran melihat anda karena kerajaan-Nya akan membuat perbedaan sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui hidupmu.

Heart:
1. Renungkan janji Tuhan dalam ayat ini. Kerajaan seperti apa yang anda terima dalam kristus? Kebenaran apa yang anda temukan dan menguatkan hidupmu?
2. Renungkan kareakteristik orang yang tinggal dalam “Kerajaan tidak terguncangkan”. Sudahkah anda mengalami ketiga hal itu?

Head:
1. Kesulitan hidup akan membuat anda semakin dekat atau menjauh dari kerajaan-Nya. Ketika anda mendekat dan hidup dalam kerajaan-Nya, maka anda akan kuat dan tidak turut tergucangkan. Ambillah keputusan untuk hidup dalam kerajaan-Nya
2. Tinggalkan kebiasaan lama yang salah ketika anda mengalai tekanan dan masalah. Sekarang buatlah tindakan untuk senantiasa bersyukur, beribadah dan takut akan Tuhan di atas segala perkara.

Hand:
1. Pikirkan dan buatlah tindakan nyata sebagai wujud hidupmu mau beribadah menurut cara yang berkenan kepada-Nya. Ini adalah salah satu cirri anda hidup dalam manifestasi kerajaan-Nya
2. Pakailah setiap kesempatan untuk memberitakan injil dan melayani orang lain yang sedang tergucangkan, mual, pusing dan kuatir hidupnya. Biarlah mereka melihat Kristus lewat hidupmu

Thursday, December 15, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 15 ( Mendatangkan Kerajaan Allah)

Pokok pertama yang kita dapatkan dalam frasa “datanglah kerajaan-Mu” adalah Bapa juga dapat bertindak sebagai Raja untuk menetapkan sesuatu demi kebaikan anak anak-Nya. Karena itu demi kebaikan kita, maka kita harus belajat bersyukur untuk segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita walaupun hal itu di luar kehendak dan kemauan kita pribadi.

Pokok kedua adalah kerinduan akan kedatangan kerajaan-Nya yang menyadarkan kita bahwa hidup di dunia ini sementara, tetapi yang kekal akan dating. Untuk itu, kita diminta hidup bersiap siap dan berjaga jaga menantikan kedatangan-Nya, memperhatikan tanda tanda zaman, dan jangan dininabobokan oleh kemewahan ini

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu” (Matius 6:9-13)

Martin Luther adalah seorang tokoh gerakan reformasi Gereja, pernah berkata, “Iman yang sederhana (Small Faith) dapat membawa kita ke surga, tetapi iman yang dashyat dapat membawa Surga ke dalam hidup kita”

Menurut Doa Bapa kami, kita dapat memahami bahwa Tuhan bukan hanya menginginkan kita bisa sampai ke surga, tetapi juga mengajarkan kita untuk beruman dan berharap “Datanglah kerajaan-Mu”

Hal itu adalah sebuah prinsip yang sangat penting bagi kita semua. Karena itu berarti kita bisa hidup dalam manifestasi kerajaan Allah ketika kita masih hidup di dunia ini

Kita hidup dalam kuasa Roh-Nya, Sepakat dalam semua ketetapan-Nya dan menuruti Yesus sebagai Raja dalam kehidupan kita. Sehingga kita akan mengalami semua janji dan kebenaran Bapa yang akan memberkati , membebaskan dan menolong kita untuk hidup dalam anugerahnya dan menjadi berkat di muka bumi ini.

Surga dan Kerajaan Surga memiliki arti yang berbeda. Apakah anda mengetahui perbedaannya? Surga merujuk kepada suatu tempat, dimana Kristus tinggal dan berada. Tetapi, kerajaan Surga atau kerajaan Allah merujuk kepada sebuah gaya hidup yang melekat dengan ketaatan kepada Yesus sebagai Raja

Kerajaan Surga adalah manifestasi dan ketaatan kita kepada semua ketetapan dan peraturan Tuhan Yesus sebagai Raja dalam kehidupan ini. Bukannya kita lagi yang memerintah dalam hidup kita, tetapi Firman dan kehendak-Nya yang berkuasa dan bertakhta atas hidup kita.

Ketika kerajaan Allah hadir di muka bumi ini lewat kita anak-anak_nya, yang mengasihi dan menaati-Nya, maka dunia akan terwarnai dan diberkati, Maka kerajaan duniawi dan kerajaan iblis akan dikalahkan ketika kerajaan Allah hadir.

Kerajaan terang pasti akan mengalahkan dan mengusir kerajaan gelap. Sebuah gaya hidup yang baru, sedang dan akan terus kita bangun melalui kehidupanpenyerahan diri yang total kepada Dia sebagai Raja.

Heart:
1. Kerajaan Allah dating atas hidup anda melalui iman yang besar, iman yang percaya dan berserah kepada Dia sebagai raja, selain sebagai juru selamat. Ambillah sebuah keputusan untuk menjadikan Dia sebagai Raja yang berkuasa dan memerintah atas seluruh Aspek hidupmu
2. Anda tinggal di dalam kerajaan mana sebelumnya?  Kerajaan egomu, kerajaan iblis atau kerajaan Allah? Buat sebuah keputusan hari ini untuk bertobat dan tinggal di dalam kerajaan-Nya.

Head:
1. Renungkanlah mengapa Yesus mengajarkan doa untuk menghadirkan kerajaan Allah di Bumi ini seperti di Surga?
2. Apakah korelasi doa ini dengan kehidupan anda di bumi ini ketika anda benar benar menjalankannya?

Hand:
1. Belajarlah bertindak untuk menjadikan Yesus sebagai raja setiap hari mulai dari hal yang kecil dan sederhana. Hal apa saja yang akan anda lakukan?
2. Buatlah daftar dosa dan sikap atau tindakan yang salah yang masih anda lakukan ketika anda tingga di dalam kerajaan ego atau dunia ini. Buatlah komitmen dengan anugerahnya dan meninggalkan dan menguburkannya.

Wednesday, December 14, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 14 (Nama Diatas Segala Nama)

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11)

Pada zaman kekaisaran China dahulu, seorang utusan kaisar dapat mewakili sang kaisar untuk membacakan satu keputusan. Pada saat keputusan dibacakan semua orang yang mendengarkannya harus berlutut, seolah olah mereka berhadapan dengan sang kaisar.

Sang utusan hanya mewakili nama kaisar dan membacakannya, tetapi seolah olah kaisar sendiri yang hadir. Nama kaisar pada waktu dia memerintah sangat berkuasa.

Tuhan yang mahakuasa memilih untuk menyatakan nama-Nya sebagai “I am who I am” (Aku adalah Aku). Yang kemudian dinyatakan dalam diri Yesus Kristus. Di dalam Yesuslah, Bapa menggenapi segala rencana-Nya. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka rencana Bapa diwujudkan dalam diri kita.

Bapa sendiri memberikan segala otoritas kepada Yesus. Didalam nama Yesus, ada kuasa. Ada kuasa). Kita beruntung karena kita diberikan otoritas untuk dapat memakai nama-Nya itu

Meskipun sudah terbebas dari kematian rohani, dan menjadi ciptaan baru dalam kerajaan, akan tetapi orang percaya masih hidup di dunia yang dipengaruhi oleh si iblis. Iblis dan antek anteknya masih dapat menggoda dan mencobai anak anak Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan memperlengkapi kita dengan otoritas yang sah untuk menggunakan nama Yesus dalam menghadapi godaan iblis dan antek anteknya (Matius 16:17-18)

Nama itu diberikan secara sah agar digunakan oleh orang percaya dalam peperangan melawan iblis serta dalam berdoa dan penyembahan kepada Bapa di Surga. Murid muridnya Yesus mengusir setan setan, menyembuhkan sakit penyakit dengan menggunakan nama Yesus (Lukas 10:17)

Yesus juga mengajarkan kepada kita agar berdoa di dalam nama-Nya, dan Dia akan memenuhinya (Yohannes 14:12-14; 16:23-26). Itu sebabnya, mengapa doa doa kita selalu diakhiri dengan nama Yesus.

Di dalam nama Yesus juga ada keselamatan. Kisah para rasul 4:12 mengatakan tidak ada nama lain yang di dalamnya kita memperoleh keselamatan. Hanya di dalam nama Yesuslah kita memperoleh keselamatan. Allah memilih rencana keselamatan hanya melalui nama Yesus

Heart:
Mengucapkan syukurlah kepada Bapa, atas keselamatan yang telah anda terima, saat Anda menyerahkan hidup anda kepada Yesus.

Mengucapkan Syukur juga atas otoritas untuk menggunakan nama Yesus dalam kehidupan Anda

Head:
Taruhlah dipikiran anda bahwa Bapa memberikan otoritas yang sah untuk menggunakan nama Yesus pada saat kita membutuhkannya, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, permintaan doa, dan lain lain

Bayangkan penguasa alam semesta membetikan satu otoritas menggunakan nama-Nya kepada kita

Hand:
Ada begitu banyak kesaksian mengenai nama Yesus yang berkuasa. Ceritakanlah kepada teman teman anda mengenai  pengalaman anda berkenaan dengan nama Yesus.

Tuesday, December 13, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 13 (Jangan Sembarangan Menyebut)

Jangan menyebut nama Tuhan , Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

Dalam kehidupan sehari hari, nama Allah atau Tuhan sering disebut sebut. Ketika sekelompok gadis sedang berkumpul dan lewatlah seorang makhluk ganteng ada yang berseru “Oh My God”, ganteng banget!”. Ketika seseorang menunjukkan kebolehannya yang luar biasa, keluarlah decak kagum disertai nama Tuhan. “Ya Tuhan, dia hebat banget”.

Ada juga yang menggunakan nama Tuhan untuk meyakinkan lawan bicaranya, “Sumpah, demi Tuhan, aku nggak bohong!”

Bersumpah aja salah, apalagi memakai nama Tuhan sebagai dasar dari sumpah, itu semakin salah di hadapan Tuhan. Terhadap orang yang sering menggunakan nama Tuhan untuk bersumpah atau menyakinkan lawan bicara. Yesus sendiri berfirman:

Jika ya, hendaklah kamu katakana : Ya, jika tidak, hendaklah kamu berkata: tidak. Apa yang lebih besar dari itu berasal dari si Jahat” (Matius 5:37)

Bagi orang yang sering menggunakan nama Tuhan secara fasih sebagai idiom ekspresi, ingatlah bahwa Allah berbicara tentang hal ini dalam Keluaran 20:7

Kita sebagai umat Tuhan, seharusnya dapat memperlakukan nama Tuhan dengan hormat. Kalau kita terkejut, hindari pemakaian nama Yesus yang sia sia, seperti berseru “Dalam Nama Ysus, gua kepentok batu”

Menghormati nama Tuhan juga berarti tidak menganggapnya sebagai mantra  ajaib. Ada orang Kristen yang menyebut nama Allah seperti halnya “Abrakadabra” atau “sim salabim”. Seharusnya tidak demikian.

Nama itu memang penuh kuasa, tetapi bukan berarti kita boleh mempergunakan sebagai mantra, karena nama Allah adalah attribute Allah sendiri. Misalnya ada seorang temen yang menjengkelkan, kita tidak boleh berkata, “Dalam nama Yesus, mudah mudahan nanti dia jatuh tersandung batu”

Itu berarti kita tidak mengenal siapa sesungguhnya nama Yesus. Kita seharusnya tidak mempergunakan nama-Nya yang kudus untuk mengutuk seseorang. Itu bertentangan dengan keadaan-Nya sebagai Allah yang kudus dan kasih.

“Dikuduskanlah nama-Mu”, sebuah doa yang berisi sebuah kerinduan agar nama Tuhan tidak lagi diucapkan dengan sia sia sebagai penyataan ceroboh, sebaliknya agar nama-Nya dimengerti dan dipahami secara mendalam, dicintai dan ditinggikan atas segalanya

Heart:
Bacalah 1 Petrus 3:15
Periksalah hatimu, apakah anda sungguh menguduskan Yesus sebagai Tuhan dalam hatimu

Head:
Ingat ingatlah, apakah selama ini Anda sering menggunakan nama Tuhan dengan sia sia?

Hand:
Buat komitmen untuk saling mengingatkan di antara komunitas kecil anda agar nama Tuhan tidak disebut dengan sembarangan.


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Kingdom Lifesytle

Monday, December 12, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 12 (Allah Yang Kudus, Umat yang Kudus)

"dan lapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 26:19

Kisah seorang gadis yang baru bertobat dalam pelayanan kami untuk para tenaga kerja di Singapore ini sangat menarik. Hidupnya sederhana, tetapi ia tahu siapa identitas dirinya yang sesungguhnya dalam kekebalan. Ia adalah anak Allah.

Suatu saat, ketika ia mencuci baju, Ia lupa memisahkan pakaian baru tuannya. Dan baju itu akhirnya sedikit terkena lunturan warna dari baju yang lain. Gadis ini bisa saja berbohong dan berkata bahwa dia telah mengikuti semua instruksi dan karena kualitas bahannya jelek maka tetap saja luntur

Bisa saja dia menutupi kesalahannya karena noda itu tak terlalu keliatan. Namun, dia memilih untuk bersikap jujur meskipun ia takut dimarahi majikannya

Dalam kesaksiannya, dia berkata "kalau sekarang saya sudah jadi anak Allah, masa anak Allah tidak jujur." Gadis yang sederhana ini memiliki dignity (martabat) dan integrity. Meskipun sebagai pembantu, ia membawa nilai nilai kerajaan itu dalam hidupnya. Dia mengaku kepada majikannya: "Tuan, saya telah berbuat kekeliruan sehingga baju Tuan terkena noda. Saya minta maaf dan saya siap untuk mengganti baju Tuan dengan gaji saya"

majikannya terkejut oleh kejujurannya. Dan majikannya diberkati dengna perilakunya, yang bukan hanya jujur ketika ia sudah kedapatan salah, tetapi jujur karena ia menyakini nilai nilai kerajaan Allah.

Bukankah banyak orang akhirnya jujur saat ia sudah kejepit? ketiak dia tidak lagi mampu berkelit. Tetapi gadis ini berbeda. Ia jujur dan mengakui kesalahan tanpa diminta. Alhasil, ia hanya diberi peringatan kecil agar lebih berhati hati dan majikannya makin percaya kepadanya

Mengetahui siapa sebenarnya kita akan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Jika kita mengerti predikat apa yang Allah percayakan kepada kita, kita bukan hanya bersyukur, kita akan berubah.

Mengatakan "dikuduskanlah nama-Mu" adalah proklamasi dari keberadaan Bapa. Dan Alkitab juga mencatat bagaimana Allah menyatakan keberadaan kita di mata-Nya" kita ini adalah umat yang kudus yang dipilihnya menjadi umat kesayangannya (Ulangan 26:19)

Bukanlah hal yang sukar bagi Allah untuk mengangkat dan memuliakan umat-Nya. Ia berkuasa dan berdaulat atas segala hal. Tetapi, dalam janji ini juga terkandung ekspektasi Allah bagi umatnya: menjadi umat yang kudus yang dipersiapkan untuk memerintah dengan Dia. (Wahyu 22:5)

Jika nama Bapa ditinggikan, dimuliakan, dan dihormati, maka kita sebagai umat-nya pun akan dimuliakan oleh Bapa. Allah memiliki lebih dari 1001 jalan untuk memberkati dan mengangkat umatnya. Percayalah akan janji-Nya

Heart:
Apakah dalam hatimu sudah termeterai sebuah kebenaran bahwa anda adalah umat kesayangan Allah, umat yang kudus bagi-Nya?

Head:
Pikirkan tentang janji Allah dan kerinduan-Nya untuk memberkati hidupmu. Allah yang menguduskan anda, Allah juga yang berjanji untuk mengangkat dirimu dan mencurahkan berkat-Nya ke atasmu

Hand:
Diskusikan dengan rekan rekan komunitas kecil Anda mengenai penentuan Allah agar umat-Nya memerintah bersama dengan Dia. Karakter ilahi seperti apakah yang diperlukan dalam pemerintahan ilahi?

Apakah anda sudah melihat tumbuhnya karakter ilahi itu dalam hidupmu? Beri masukan dan mintalah masukan dari teman teman komunitas kecil Anda

Sunday, December 11, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 11 (Memuji dan Menyembah Allah)

Halleluya! Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang orang benar dan dalam jemaah (Mazmur 111:1)

Hari minggu tiba. Hari untuk merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan-Nya bagi umat-Nya. Hari yang seharusnya peuh dengan sorak sorai. Sekali lagi, hari minggu adalah Hari perayaan! Biasanya selalu ada jemaat yang terlambat. Slogan klasik yang sering jadi alas an: “Yang penting ngak ketinggalan Firman”

Antusiasme yang benar untuk melakukan pujian penyembahan dapat merupakan tolak ukur dari hubungan kita dengan Tuhan.

Jika hubungan kita dengan Bapa dalam keadaan yang baik, roh kita akan menyala nyala dan itu tampak dari keseluruhan hidup kita, termasuk untuk melakukan pujian, penyembahan. Namun, saya melihat ada kecenderungan umat Tuhan untuk melewatkan pujian dan penyembahan karena salah mengira itu hanya sekadar pelengkap ibadah

Pujian dan penyembahan adalah ekspresi kita dalam mengagumi, memuja dan memuliakan Allah. Petisi “Dikuduskanlah nama-Mu” sangat erat hubungannya dengan pujian dan penyembahan

Bukan kepada kamu, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu (Mazmur 115:1)

Ada pengalaman pribadi yang dirasakan pemazmur bersama Allah sehingga meluap dari hati dan keluar melaluio mulutnya suatu pujian dan penyembahan kepada Allah. Dengan kata lain, ia memuliakan Allah, menguduskan nama Allah karena ia mengenal siapa Allahnya secara pribadi, bukan dari kesaksian atau pengalaman orang lain

selain itu, sukaria juga lahir dari hati yang mengasihi nama-Nya dan roh yang menyala nyala untuk melayani Tuhan (Mazmur 5:11, Roma 12:11)

Antusiasme yang benar dalam pujian penyembahan saat ibadah raya itu penting karena itu adalah salah satu tolah ukur dari sikap kita untuk menguduskan nama-Nya

Lihat, Daud begitu antusias dalam beribadah bahkan bersyukur dengan segenap hati. Dan umat Tuhan bukan hanya akan bernyanyi, mereka juga akan bersorak sorai, akan mengangkat panji panji demi kekudusan nama Allah (Mazmur 20:5)

Heart: Renungkanlah bagaimana anda mempersiapkan hati untuk menyongosng pujian penyembahan dalam jemaah? adalah antusiasme? adakah rasa kehilangan ketika pujian penyembahan terlewatkan karena anda terlambat?

Periksalah hatimu dan minta agar Bapa memberikan roh yang menyala nyala untuk memuliakan nama Tuhan dalam jemaah.


Head:
Buat perencanaan dengan baik agar dirimu tidak lagi terlambat dalam ibadah raya dan melewatkan pujian penyembahan. Dengan pengaturan waktu yang lebih baik, pastikan agar dirimu beribadah tepat waktu

Hand:
Buat Komitmen dengan rekan rekan di komunitas kecil anda untuk menerapkan antusias yang benar dengan segenap hati untuk memuji dan menyembah Tuhan saat ibadah raya, terkait menguduskan nama-Nya.

Saturday, December 10, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 10 (Mengaplikasikan Nama Kudus)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucapkan syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita (Kolose 3:17)

Saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan saat masih di SMA. Sebelumnya, saya sudah Kristen, tetapi tanpa pernah mengenal Allah secara pribadi. Saya adalah Kristen yang “rada nakal”, ke gereja iya, tapi nyontek di sekolah juga iya. Namun setelah saya lahir baru, saya menjadi Kristen yang “radikal”, saya membawa identitas saya sebagai umat Allah sampai ke sekolah: Saya menjadi murid yang baik dan rajin

Sebagai bonusnya, saya selalu menjadi yang terbaik di kelas. Ketika saya memuliakan-Nya, Allahpun mengenapi janj janjibagi saya. Ketika saya menjaga kekudusan nama-Nya, saya mengaalami pertolonganNya yang ajaib

Ada kerinduan untuk memproklamasikan nama Allah di tengah pergaulan saya di sekolah. Ajaibnya, sejak saat itu, mulai banyak teman yang bertanya, “Wah kamu berubah banget, apa yang membuatmu berubah?” Itu membuka kesempatan untuk bersaksi tentang kristus.

Doa bapa kami yang di ajarkan Tuhan Yesus bukan hanya sekedar diucapkan di mulut. Doa ini juga mambawa kita pada sebuah kesadaran bahwa Allah yang kita sebut sebagai Bapa adalah Allah yang kudus, dan sebagai umat-Nya, Kita berkewajiban menyatakan kekudusan itu melalui hidup kita dalam perkataan, perbuatan dan pikiran (Kolose 3:17)

Kudus berarti memisahkan sesuatu dari penggunaan secara umum, menjadikannya sacral, Khusus.

Kita mengatakan “Dikuduskanlah nama-Mu” bukan untuk menambahkan sesuatu kepada keberadaan Allah yang maha kudus. Ia adalah Allah yang Maha Kudus dan mulia, kita menyatakan “dikuduskanlah nama-Mu” agar Ia diagungkan dan dibesarkan di antara bangsa bangsa (Nehemia 9:5)

Kita menguduskan nama-Nya dengan seluruh kehidupan kita, bagaimana kita berbicara, bagaimana kita bersikap, bagaimana kita meresponi keadaan

Kita tidak mungkin mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” jika hati kita penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Kita tidak mungkin berujar “dikuduskan nama-Mu”, bila dalam setiap percakapan kita ada kesombongan, gossip, kebohongan, sumpah serapah dan percabulan. Kita tidak mungkin mengatakan “Dikuduskanlaha nama-Mu” jika kita sering berselancar di situs situs porno.

Mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” sebenarnya adalah kerinduan agar gaya hidup kita membuat sifat dan pribadi-Nya dikenali oleh orang lain

Ini merupakan kerinduan agar kemuliaan Allah dapat direfleksikan melalui segala perkataan, perbuatan dan pemikiran kita. Seperti yang paulus katakana, kita inilah surat Kristus yang dapat dibaca oleh orang orang sekitar kita (II Korintus 3:3)

Heart:
Periksalah kondisi hatimu saat ini. Apakah masih ada kerinduan untuk menjaga kekudusan nama Allah dalam hidupmu?

Head:
Pikirkan, hal hal apa yang dapar dirimu kerjakan untuk memproklamasikan kekudusan Allah di tengah tengah keluargamu, komunitas kecilmu, gerejamu, sekolahmu atau di kantormu

Hand:
Lakukan perubahan terhadap hal hal yang menghalangi pernyataan kekudusan Allah dalam hidupmu. Misalkan: jika anda seorang wanita dan senang bergosip, hentikan itu lakukan perubahan pada perkataanmu.


SHARED BY
Al.Kira

Source:Kingdom Lifestyle

Friday, December 9, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 9 (Mengenal Nama Tuhan)

Dan Karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah member kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua (Kisah Para Rasul 3:16)

Mengenali nama Tuhan adalah mengenali pribadi-Nya. Mengenali pribadi-Nya akan membuat kita menyadari betapa kita aman di tangan-Nya yang kuat. Allah menyatakan dir-Nya dengan berbagai nama dan semuanya menunjukan siapa dir-Nya sejatinya.

Nama Allah yang disebutkan dalam Alkitab seperti halnya sebuah peta dalam mempelajari karakter Allah. Karena Alkitab adalah Firman-Nya, maka nama Allah yang disebutkan bertujuan untuk menyatakan kepada kita sifat-sifat-Nya

Nama Allah mengandung janji yang sempurna. Ketika kita mengingat segala atribut yang terkandung dalam nama Allah seperti: Allah yang dekat, Allah yang mengampuni, Allah yang setia, Allah yang Dashyat, Allah keselamatanku, Allah beserta kita. Ini hanya sedikit contoh nama Allah dengan atribut-Nya yang disebutkan dalam Alkitab

Dalam Nama-Nya, Allah menyatakan siapa diri-Nya, kuasa-Nya, kekuatan-Nya, kedaulatan-Nya, kebesaran-Nya, kemuliaan-Nya, dan teruatama kasih-Nya yang kekal kepada kita

Pada awal Allah menciptakan alam semesta, Dia menyatakana diri-Nya dalam nama-Nya sebagai Allah yang berkuasa. Ketika Abraham berada di Gunung Moria hendak mempersembahkan Ishyak, Allah menyatakan diri-Nya sebagai YHVH Yireh (Allah yang menyediakan). Ketika Musa berperang melawan bani Amalek, Allah dinyatakan sebagai YHVH Nissi (Allah panji kemenangan). Dan ketika umat-Nya berada di tengah padang gurun, Dia berjanji untuk menjadi YHVH Rapha (Allah yang menyembuhkan)

Sebagai umat Allah, kita memiliki sebuah janji “Sebab, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Roma 10:13)

Dalam perjanjian Baru, atribut ilahi yang dinyatakan dalam perjanjian lama digenapi sempurna oleh Yesus Kristus. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai “Aku adalah Aku”

Jesus said to them, “Most assuredly, I say to you before Abraham was, I am” (John 8:58 / Yohannes 8:58)

And God said unto Moses, I am That I am: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I am hath send me unto you (Exodus 3:14 / Keluaran 3:14)

Jadi apapun yang kita alami saat ini, di dalam Nama Yesus, kita dapat meraih seluruh janji yang Allah nyatakan dalam nama-Nya. Yesuslah sang penyembuh. Sang panji kemenangan, sang damai sejahtera, Dialah Immanuel! Di dalam Yesuslah, kita memperoleh kegenanpan janji Allah.

Ayat renungan hari ini (Kisah Para Rasul 3:16) adalah kutipan perkataan Petrus ketika kesembuhan illahi terjadi kepada seorang yang lumpuh di bait Allah. Kuasa yang sama dalam nama-Nya juga bekerja bagi kita saat ini.

Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Amsal 18:10)

Heart:
Renungkanlah pernyataan nama Allah dalam firman-Nya sebagai Allah Maha Kuasa, Allah penyembuh, Allah yang dekat, Allah yang menyediakan. Apakah anda sudah mengenal Allahmu?

Head:
Pikirkan tentang atribut Allah, dan di antara segala atribut nama Allah, manakah yang paling berkesan bagimu?

Hand:Bagikan dengan teman teman di komunitas kecola anda tentang pengenalan anda akan Dia. Apakah anda mengalami Dia sebagai YHVH Rapha (Allah yang menyembuhkan), atau YHVH Jireh (Allah yang menydiakan) atau Allah yang kita tidak pernah meninggalkanmu? Bagikan pengalamanmu dengan Allah.



SHARED BY
Al.Kira

Source:
Kingdom Lifestyle

Thursday, December 8, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 8 (Petisi Pertama)

Bagi bangsa Israel, nama bukan sekedar sebutan, panggilan atau tanda pengenal; tetapi menyatakan sifat, karakter, atau kepribadian dari pemilik nama itu. Sebagai anak anak-Nya, kita harus menjaga nama baik Bapa. Karena itu, cara kita berbicara, berpikir, bertindak, bekerja, studi dan lain sebagainya, harus mencerminkan anak anak Bapa surgawi.

Yesus mengajak para murid-Nya untuk “menguduskan nama Bapa”, yakni dengan melakukan perbuatan perbuatan baik di tengah tengah orang banyak, supaya dengan melihat perbuatan perbuatan baik tersebut, mereka pun akhirnya “memuliakan Bapa yang di surga” (Matius 5:16).

Jadi, tidak cukup dengan ucapan bibir (Yesaya 29:13; Matius 15:8; Markus 7:6) dan berseru:  “Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan!” (Yesaya 6:3; Wahyu 4:8), melainkan dengan berbuat baik dalam hidup sehari hari (Matius 7:21; II Tesalonika 3:13; Yakobus 2:14)

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu” (Matius 6:9)

Pernahkah anda berpikir, mengapa setelah panggilan “Bapa Kami yang di surga”, di lanjutkan dengan sebuah petisi, “Dikuduskan nama-Mu”? Mengapa Tuhan Yesus tidak menempatkan urusan roti sebagai petisi pertama?

Apakah artinya “Dikuduskan nama-Mu”? Apakah dengan mengucapkan petisi ini, kita meminta agar nama Allah semakin kudus Apakah kita hendak menambahkan kekuduskan esensi Allah? Tentu tidak!

Allah adalah Allah yang maha Sempurna. Dia tidak akan menjadi lebih besar melalui pengakuan kita, karena Dialah yang maha besar. Dan petisi ini bukanlah untuk menambahkan kekuduskan pada esensi Allah yang maha kudus tetapi merupakan sebuah ungkapan hati yang rindu agar nama Bapa dimuliakan, ditinggikan, diutamakan, dan disakralkan oleh umat-Nya di antara bangsa bangsa.

Dengan demikian, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa petisi utama ini, bukan sekadar pemohonan atau pernyataan kepada Allah. Petisi ini membawa konsekuensi bagi umat-Nya agar menjaga kekudusan nama Bapa dalam kehidupanNya

Jangan sampai nama Allah dihujat orang seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus “Seperti ada tertulis “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa bangsa lain” (Roma 2:24)

Doa Bapa kami adalah doa yang lahir dari pemikiran yang sangat rohani, dimana prioritas pertamanya adalah “Dikuduskanlah nama-Mu”

Doa Bapa kami juga merupakan sebuah pola untuk berdoa dengan benar, bukan hanya sekadar untuk dihafalkan, karena sesungguhnya setiap kata, frase dan kalimat di dalamnya mengandung makna yang dalam.

Doa, dalam kekristenan adalah hubungan dengan Allah sendiri, bukan seperti mantra yang diucapkan untuk memuaskan segala keinginan manusiawi kita.

“Dikuduskanlah Nama-Mu” menjadi sebuah dasar yang penting bagi permintaan selanjutnya. Sebelum kita berbicara kepada Bapa tentang roti, tentang dosa, tentang diri kita

Ketika kita menempatkan kekudusan Nama Allah di tempat terutama, maka keinginan kita, permintaan kita tidak akan bertentangan, namum selaras, dengan sifat Allah yang kudus

Heart:
Renungkanlah sejenak akan petisi “Dikuduskanlah Nama-Mu” Apakah Allah menempati tempat terutama dalam hati anda? Apakah Dia duduk bertahta di hati anda, atau adakah sesuatu/ seseorang yang sangat penting melebihi keberadaan Allah dalam hidup anda?

Head:
Pikirkan tentang hubungan pribadi anda dengan Allah


Hand:

Buatlah skala prioritas dalam mengatur waktu. Usahakan untuk memiliki saat teduh bersama Allah untuk membangun hubungan dengan Allah


SHARED BY
Al.Kira



Source:
Kingdom Lifestyle

Wednesday, December 7, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 7 (Kepulangan Kita Akan Disambut Oleh Bapa)

Di rumah Bapa-ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu  (Yohanes 14:2)

Semua orang tua pada suatu ketika akan melepaskan anak-anaknya pergi, entahlah itu karena sekolah keluar kota, atau keluar negeri, atau karena pernikahan. Aka nada masanya dimana anak anak tidak lagi tinggal serumah dengan orang tua.

Namun, aka nada juga masa di mana anak anak yang telah berpisah akan mengunjungi orang tuanya. Dia Indonesia, dikenal dengan istilah pulang kampong.

“Welcome Home” (Pulang) akan menjadi momen yang sangat menyentuh dan dinanti nanti manakala sang anak adalah seorang pengembara yang telah lama meninggalkan rumah.

Jika kita merenungkan kisah anak yang hilang di dalam Lukas 15:11-32, kita akan melihat seorang anak yang pergi meninggalkan rumah dan untuk sementara lupa akan rumah. Meski demikian kepulangannya selalu ditunggu dan dirindukan oleh sang bapa.

Namun apa daya, sang anak sedang asyik dengan dunianya. Apakah sudah menjadi nasib sebagai orang tua untuk dilupakan oleh anak anaknya yang beranjak besar dan perlahan lahan kebergantungan terhadap orang tuanya juga terkikis habis?

Tidaklah mengherankan jika kepulangan sang anak dipestakan oleh sang bapa. Selalu aka nada pilihan untuk pulang bagi sang anak. Demikian pula dengan kita. Semua kita akan kembali pulang, namun apakah kita akan pulang untuk dihukum atau dipestakan?

Semua tegantung pilihan kita ambil semasa di dunia. Apakah disini kita akan melupakan Bapa selama lamanya?

Bener bener independen dan menyatakan bahwa kita perlu Bapa, atau kita kembali ingat kepada Bapa, bertobat dan benar benar menggantungkan semua pengharapan kita kepada Bapa yang senantiasa menolong kita anak anak-Nya?

Tuhan Yesus lahid dan mati di kayu salib untuk memastikan kepulangan kita, Dan, Dia naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita

Selalu ada tempat di rumah Bapa bagi kita. Ingat momen kepulangan kita akan disambut dengan pesta sukacita. Namun, semua itu tergantung kepada keputusan yang kita buat selama berada di tanah rantau bernama dunia.

Heart:
1. Baca dan renungkanlah kisah anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32
2. Anda adalah seorang perantauan di dunia, suata saat anda akan kembali pulang ke rumah Bapa di surga.
3. Kepulangan anda nanti akan dihukum atau dipestakan semua tergantung kepada kualitas hubungan anda dengan bapa selama di dunia.

Head:
1. Apa alasan sebenarnya sang anak meminta harta ayahnya? (Ayat 13)
2. Apa yang terjadi ketika sang anak hidup jauh dari bapanya? (Ayat 14-16)
3. Mengapa si anak timbul keinginan untuk pulang (Ayat 17)
4. Menurut anda, mengapa sang bapa menyambut anaknya kembali?

Hand:
1. Ambillah komitmen untuk memperbaiki kualitas hubunganmu dengan bapa.
2. Lakukanlah saat teduh setiap hari dan jadilah pelaku firman Tuhan


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Kingdom Lifestyle

Tuesday, December 6, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 6 (Hati Seorang Ayah)

“Seperti Bapa sayang kepada anak anaknya demikian Tuhan sayang kepada orang orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13)

Setiap bapa pasti mengasihi anak-anaknya. Hal itu juga yang saya alami. Saya sayang kepada anak saya Sasya. Hati saya sangat bersukacita ketika ia lahir pada 2 November 2010. Saya begitu mengasihinya.

Saya jadi memiliki hobi baru, yaitu menggendong dan memandang wajahnya, menyaksikan wajah mungilnya yang penuh kedamaian.

Tetapi, baru saja usianya satu minggu Sasya terkena batuk dan flu. Hati saya ikut sedih. Saya berdoa kepada Tuhan, jikalau boleh, lebih baik saya yang sakit dibandingkan dia.

Saya tidak tega melihatnya batuk, saya tidak tega ketika melihat Sasya disuntik. Ia menangis dengan jeritan yang keras. Belum lagi ia harus minum obat setiap hari.

Ketika Sasya sakit, dia seringkali menangis. Hati saya teriris setiap kali mendengar tangisannya. Bayangkan, anak yang baru berusia satu minggu harus menderita sakit.

Selama seminggu lebih Sasya sakit. Setiap hari saya terus berdoa kepada Bapa di surga supaya menyembuhkan Sasya.

Lewat kejadian ini saya merenung, saya saja sebagai bapa di dunia begitu mengasihi anak saya apalagi Bapa di surga. Dia mengasihi saya seperti bapa sayang anaknya. Dia bapa yang selalu baik bagiku, tidak pernah meninggalkanku

Heart:

Taruhlah di hatimu, Bapa sangat sayang kepada Anda. Bersekutulah dengan Bapa surgawi, nikmati keintiman dengan Bapa

Head:
Mengucapkan syukur kepada Bapa, karena anda memiliki Bapa yang mengasihi Anda

Hand:
Jangan lalui satu hari tanpa anda bersekutu dengan Bapa.


SHARED BY
Al.Kira


Source:

Kingdom Lifestyle

Monday, December 5, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 5 (Pemulihan Ayah dengan Anak)

“Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak anaknya" (Maleakhi 4:6)

Nama Elia berarti Tuhan adalah Bapaku. Elia adalah nabi yang sangat dihormati di perjanjian lama. Ia tidak mengalami kematian tetapi terangkat hidup hidup ke surga. Dan firman Tuhan katakana bahwa pada akhir jaman ia akan kembali.

Yang akan kembali adalah pelayanan yang dilakukan oleh nabi Elia, yaitu membuat hari bapa bapa berbalik kepada anak anak, dan hati anak anak kepada bapa bapanya. (Maleakhi 4:1-4). Ini adalah hal yang sangat penting. Mengapa? Karena Tuhan ingin kita mengenal Dia sebagai Bapa.

Tetapi, kadang sebagai orang Kristen kita mengalami kendala untuk intim dengan Bapa surgawi. Penghalang terbesarnya adalah gambaran yang keliru tentang Bapa di Surga.

Pikiran yang terlintas ketika mendengar kata Bapa adalah Bapa kita yang di rumah. Apabila seorang memiliki pengalaman yang buruk dengan bapa dunianya maka biasanya ia akan sulit bersekutu intim dengan bapa di surga.

Dahulu saya juga mengalami hal itu. Saya dibesarkan oleh bapa yang otoriter. Sejak kecil, badan saya sudah kenyang dengan pukulan sapu lidi dan rotan. Dan, saya juga jarang berkomunikasi dengan bapa saya yang dirumah karena begitu takut kepadanya. Akibatnya, ketika saya menjadi seorang Kristen dan saya harus berdoa dengan memanggil Tuhan sebagai Bapa, saya sulit melakukannya. Setiap kali saya mau berdoa kepada Bapa surgawi maka yang muncul di pikiran saya adalah bapa saya yang di rumah.

Kemudian saya mengerti kebenaran bahwa untuk saya bisa intim dengan Bapa surgawi saya harus melepaskan pengampunan terhadap bapa saya yang di rumah.

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengampuni papa dan hidup saya dipulihkan. Sejak saat itu, saya mulai bisa intim dengan Bapa surgawi. Mari jemaat Tuhan yang hidup, kita intim dengan Bapa surgawi.

Heart:
1. Apakah anda masih memiliki kepahitan terhadap bapa yang di bumi? Jikalau ada, maka ambillah keputusan untuk mengampuni.
2. Kalau anda seorang ayah, renungkanlah apakah anda telah melukai anak anak anda sehingga mereka menjadi sakit hati? Kalau ya, bereskanlah dengan anak anak anda

Head:
Apakah anda berasal dari keluarga yang kurang harmonis? Maukah keluarga anda dipulihkan untuk menjadi keluarga yang berkenan di hati Allah? Mulailah bertindak dari diri anda. Jadilah inisiator.

Hand:
Yesus menjadikan hidup orang lain menjadi lebih baik. Ambillah beberapa orang dan nyatakan kasihmu dengan sungguh kepada mereka, layani kebutuhan mereka tanpa bersungut sungut. Dirimu akan mengalami sukacita yang besar dan akan membuat hidup orang lain menjadi lebih baik!

Tuhan Memberkati, Keep Winning!!!!


SHARED BY
Al.Kira

Source:

Kingdom Lifestyle

Sunday, December 4, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 4 (Membangun Hubungan dengan Tuhan Melalui Saat Teduh)

“Hai Anakku perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu dilubuk hatimu. Karena itulah yang manjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22)

Kewajiban seorang ayah adalah mengasihi anak-anaknya, dan itu sudah dilakukan oleh Bapa surgawi. Kasihnya tak terhingga sehingga Dia rela menyerahkan Kristus untuk mati bagi dosa dosa kita.

Kewajiban kita sebagai anak adalah taat kepada kehendak Bapa di Surga.  Seluruh kisah di dalam Alkitab menceritakan ketaatan dan ketidaktaatan manusia. Kemuliaan diberikan bagi mereka yang taat, dan kutuk bagi mereka yang tidak taat.

Ketaatan dimulai melalui membaca firman Tuhan secara teratur. Karena bukankah perkataan Tuhan tertls di dalam Firmannya? Menurut Guiness Book of World Record, Alkitab adalah buku yang paling laris, paling banyak dicetak dan paling banyak diterjemakan ke berbagai bahasa di dunia.

Kuncimembangun hubungan adalah komunikasi. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang kuat. Sebaliknya, komunikasi yang buruk akan menghancurkan sebuah hubungan.

Bagaimana mungkin kita bisa membangun hubungan yang intim dengan Bapa kita di Surga jika kita tidak pernah berkomunikasi dengan-Nya melalui saat teduh.

Mungkin saat teduh, Bapa memberitahukan isi hati-Nya dan mencurahkan berkat berkat rohani kepada kita. Banyak orang mengalami kekeringan rohani karena mereka lalai dalam bersaat teduh. Saat Teduh adalah gaya hidup kerajaan Allah.

Heart:
1. Komunikasi adalah kunci membangun hubungan yang kokoh. Saat teduh adalah caraku berkomuniasi dengan Bapa
2. Saat Teduh adalah langkah awal anda untuk taat kepada Bapa surgawi

Head:

Pembaharuan pikiran dapat terjadi kalau Anda mengisi pikiran anda dengan Firman Tuhan. Berdoalah minta Yuhan mengisi pikiran anda dengan Firman-Nya

Hand:
Hari ini adalah awal yang baik bagi Anda untuk mulai bersaat teduh


SHARED BY
Al.Kira

Source:

Kingdom Lifestyle

Saturday, December 3, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 3 (Identitas kita di Surga)

Bapa Kami di dalam Surga (Matius 6:9)

Suatu kali ada seorang pendeta yang bersaksi bahwa dia tidak tahu suku asalnya yang sesungguhnya. Dia hanya tahu bahwa dibesarkan di sebuah pulau di Indonesia. Dia diketemukan di tong sampah dan dibesarkan oleh orang tua angkatnya di pulau tersebut.

Selama hidupnya, dia mengalami kegelisahan tentang identitas dirinya. Dia bertanya tanya tentang orang tuanya, seperti apa rupa mereka, mengapa mereka membuangnya, darimana suku mereka dan lain sebagainya

Kebingungan akan identitas ini menyebabkan dia merasa tertolak dan tidak berharga. Akibatnya, masa mudanya sangat kelam, dia banyak melakukan dosa dan kejahatan. Hingga akhirnya dia berjumpa dengan Tuhan Yesus dan menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai pendeta

Pertanyaan tentang identitas adalah pertanyaan yang mendasar bagi manusia. Siapa kita, darimana kita berasal, dan kemana kita akan pergi setelah kehidupan ini, acap kali menghantui manusia

Penganut paham evolusi menjawab bahwa manusia berasal dari kera, yang lain percaya bahwa manusia berasal dari makhluk angkasa. Sedangkan tentang setelah kehidupan ini, ada yang percaya bahwa manusia akan menjadi tidak ada, seperti tidak diciptakan. Kegagalan manusia mengenal Tuhan sebagai Bapa, berakibat kepada kegagalan menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut

Bagi kita orang percaya, sudah jelas bahwa manusia berasal dari Tuhan uang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa. Kalimat “Bapa kami didalam Surga” dengan jelas menyatakan identitas kita

Kita ini anak anak-Nya, warga kerajaan Surga dengan gaya hidup kerajaan Allah yang membuat kita berbeda dengan dunia, dan akan kembali pulang kepada Bapa di Surga. Asal usul kita jelas, Tujuan kita jelas, berkumpul kembali dengan Bapa di surge

Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life menyatakan bahwa kita dicitpakan oleh Tuhan, oleh karenanya tujuan hidup kita harus dikembalikan atau dilihat dari sudut pandang Tuhan. Di dalam Tuhan, tidak ada keraguan atau kekurangjelasan siapa kita. Mengapa kita ada, dan kemana kita akan pergi dari kehidupan ini.

Heart:
Anda adalah anak Allah yang Maha Tinggi. Tuhan adalah Baa anda dan anda anak-Nya. Bukan hanya anda yang mengaku anak-Nya. Bapa juga mengakui anda sebagai Anak-Nya (Roma 8:14-16)

Head:
Kejelasan identitas sebagai anak Allah mengharuskan Anda memiliki gaya hidup yang Bapa sudah gariskan kepada Anda. Anda harus memiliki gaya hidup kerajaan Allah. Kira kira apa sajakan gaya hidup kerajaan Allah itu? Apa sajakah gaya hidup Anda yang masih bertentangan dengan gaya hidup seorang anak Tuhan?

Hand:
1. Sebagai anak Allah, anda memiliki martabar sebagai anak Allah yang maha tinggi
2. Hal hal apakah yang akan anda lepaskan dari hidup anda karena bertentangan dengan gaya hidup sebagai anak anak Allah?


SHARED BY
Al.Kira

Source:
Kingdom Lifestyle

Friday, December 2, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 2 (Tuhan adalah Bapa Kita)

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dashyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Maleakhi 4:5-6)

Selama bertahun tahun, saya tidak bisa memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa atau menyanyikan pujian Bapa surgawi dengan perasaan intim di hati. Saya lebih bisa mengapresiasi Tuhan sebagai sahabat. Pada awalnya, saya tidak tahu mengapa demikian dan tidak ambil pulang.

Namun, ketika Alkitab mengajar saya bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa dan Dia mau saya memanggil-Nya Bapa, Tuhan juga menyingkapkan kepada saya bahwa penyebab saya tidak bisa memanggil-Nya Bapa dengan perasaan intim di hati adalah karena saya memiliki kepahitan terhadap ayah saya.

Saya gagal mengenal Tuhan sebagai Bapa yang baik karena kepahitan terhadap Ayah saya. Sebenarnya, Tuhan meninginkan melalui para ayah di dunia kita belajar mengenal Dia sebagai Bapa. Kegagalan para ayah memerankan dirinya sebagai ayah yang baik menyebabkan kegagalan anak anak mengenal Tuhan sebagai Bapa.

Jika kita memiliki ayah yang galak, kasar, tidak peduli dan jahat, maka kemungkinan besar kita akan berpikir bahwa Tuhan itu galak, kasar, tidak peduli, dan jahat. Hubungan yang dingin, rusak, dan diwarnai kebencian terhadap ayah duniawi menyebabkan dinginnya hubungan kita dengan Bapa surgawi.

Saya mengalami kelepasan setelah mengampuni ayah saya. Saya melepaskan pengampunan buat ayah yang sudah tiada. Ajaib, lambat laun Tuhan memulihkan hati saya, sehingga dengan penuh keintiman, saya dapat memanggil Dia, Bapa!

Bapagiman dengan Anda? Dapatkah anda dengan penuh keintiman memanggil Tuhan dengan panggilan Bapa?

Jika tidak, coba cek bagaimana hubunganmu dengan ayahmu. Adakah yang perlu dibereskan? Lepaskanlah pengampunan dan berdoalah, biar Bapa surgawi memberikan pemulihan hati bapa di dalam hatimu.

Heart:
1. Tuhan itu baik. Dan, Dia menyatakan diri-Nya kepada kita sebagai Bapa. Adakah keintiman di hati Anda ketika memanggil-Nya Bapa? Jika tidak, mengapa demikian?
2. Berdoalah minta Bapa membasuh hatimu dan supaya Dia mewahyukan diri-Nya sebagai Bapa ke dalam hidupmu

Head:
1. Karena Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa, maka Anda harus mengenal Dia sebagai Bapa, kira kira langkah langkah apa yang perlu Anda ambil supaya Anda mengenal-Nya sebagai Bapa?
2. Mulai hari ini, belajarlah memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa.

Hand:
1. Jika kekosongan akan hati Bapa di hati Anda diakibatkan oleh kehilangan figure ayah sejak asa kecil Anda, berdoalah kepada Bapa supaya Dia mewahyukan kebapaan-Nya kepada diri Anda.
2. Jika anda tidak membenci ayah namun bermasalah dengan figure otoritas lain di hidup Anda(ibu, paman, tante, guru, dll), maka langkah terbaik untuk bebas dari kebencian ini adalah dengan melepaskan pengampunan kepada mereka.

God bless you and Keep Winning


SHARED BY
Al.Kira
Source:
KINGDOM LIFESTYLE