Showing posts with label people. Show all posts
Showing posts with label people. Show all posts

Monday, November 28, 2011

Don't See Book From Its Cover

Suatu Statement "Don't See Book From It's Cover" itu mengajarkan kita untuk jangan melihat orang dari fisik orang itu tapi lihat dari dalam orang itu. Tapi sering kali kita selalu menjudge orang sebelum kita melihat dan mengenal orang itu secara dalam. Apakah kalian setuju dengan saya?

Suatu hari muncul seorang wanita yang tidak kenal masuk ke panggung acara lomba nyanyi yang bisa dilihat oleh seuruh dunia. Wanita itu sudah tua dan berusia kepala empat atau mungkin kepala lima, badannya gendut, alisnya tebal, sikapnya lucu dan dandannya amat sederhana. Jika kalian yang jadi penonton acara lomba nyanyi itu, apa yang akan kalian komenin setelah melihat wanita itu masuk ke panggung dan nyanyi? Pasti banyak dari penonton akan mengatakan, "kok badak bisa nyanyi?" atau komen komen yang jelek yang akan keluar dari mulut si penonton.

Tapi kenyataannya, dua minggu sejak wanita itu tampil dalam suatu audisi reality show yang bernama "Britain's Got Talent", nama wanita itu langsung terkenal dan menjadi buah bibir dan artikel artikel atau berita berita tentang dia menghiasi puluhan media baik cetak ataupun elektronik dan bahkan surat kabar "The Washington Post" bahkan menurunkan tulisan cukup panjang tentang wanita itu yang berusia 47 tahun pada saat itu. Dan sebuah video yang diupload di Youtube mencetak sampai lebih dari ratusan juta pengunjung. Luar biasa kan?

Pasti penasaran siapa wanita itu. Nama wanita itu adalah Susan Boyle. Susan Boyle? Siapa dia? Mungkin banyak dari kita tidak mengetahui siapa wanita itu. Tapi pada saat pertama dia tampil di panggung dan seluruh penonton di gedung itu mendengarkan suara dia, banyak media elektronik seperti ABC News, CNN, CBS sampai berlomba lomba berebut untuk mewawancari wanita yang terbilang sederhana dan jelek itu. Dari wawancara yang didapati dari media media itu, diketahui bahwa Susan bukan seorang penyanyi yang bagus suaranya sebelumnya, bahkan sebelum dia tampil tidak ada yang mengenal dia. Menurut laporan CBS pada saat itu yang meliput langsung dari tempat tinggalnya Susan yang berada di Blackburn Skotlandia dan mendapatkan kesimpulan bahwa dia adalah sosok wanita yang sederhana yang cuma aktif melayani dalam kegiatan di Gereja.

Inilah biodata dikit tentang si Susan. Susan lahir di West Lothian, Blackburn, Skotlandia pada tanggal 15 Juni 1961. Dia anak bungsu dari 10 bersaudara, empat saudara laki laki dan lima saudara perempuan. Dia dilahirkan ketika ibunya berusia 47 tahun. Ayahnya adalah seorang pekerja pabrik dan ibunya adalah seorang pengetik steno. Keluarga Boyle bukan sebuah keluarga yang berada dan apalagi harus membesarkan anak yang berjumlah sepuluh orang.

Ibunya, Brigdet Boyle meninggal dunia pada tahun 2007 dan meninggal pada usia 91 tahun karena sakit. Selama bertahun tahun Susan sendiri yang merawat ibunya karena saudara saudaranya telah meninggalkan rumah untuk menjalani hidup masing masing dan ayahnya sudah meninggal lebih dahulu pada tahun 90-an.

Susan sampai sekarang ini masih tinggal di rumah keluarganya yang terdiri dari empat kamar tidur dan sehari hari susan hanya ditemani oleh kucing kesayangan yang bernama Pebbles yang berusia 10 tahun. Susan tidak bekerja, kegiatan dia hanya aktif di kegiatan Gereja di Whitburn, Blackburn. Ternyata si Susan mengaku bahwa dia belum pernah dicium oleh laki laki dan dia juga mengaku dia sering ikut berbagai lomba nyanyi, tapi selalu gagal. Tapi semasa ibunya masih hidup, ibunya selalu mendukung Susan untuk mengikuti berbagai lomba menyanyi karena ibunya yakin suatu hari Susan bisa tampil di atas panggung dan memenangkan suatu perlombaan nyanyi.

Satu satunya olah vokal Susan yang sempat direkam adalah ketika dia menyanyikan lagu "Cry Me A River" dalam album rekaman untuk amal tahun 1999. Lomba menyanyi yang pernah dikuti oleh Susan adalah acaranya Michael Barrymore “My Kind of People”. Susan mengakui saat itu dirinya belum siap dan tak mampu mencuri perhatian juri. Guru vokalnya, Fre O'Neil megatakan susan pernah ingin ikut acara music "The X Factor" tapi dia mengurungkan niatnya untuk mengikuti acara itu. Karena dari diri susan, dia menganggap acara itu selalu mementingkan tampilan fisik daripada kualitas vokal

Bahkan ketika Susan mendaftar di Britain Got Talent. Suatu perasaan pesimis yang ada di dalam Susan itu masih tertanam dan dia sempat berencana membatalkan keikutsertaan dia. Dalam suatu wawancara dengan The Scotsman, Fred O'Neil mengatakan Susan pernah menelepon Fred dan mengatakan dirinya sudah terlalu tua banget untuk mengikuti acara audisi di Britain Got Talent.

Pada tanggal 11 April 2009, Susan mengikuti Audisi "Britain Got Talent" adalah suatu langkah pertama bagi Susan untuk meraih cita citanya menjadi seorang penyanyi. Di depan para juri termasuk Simon Cowell yang merupakan mantan juru American Idol yang terkenal dengan komentar komentar yang kerap dan pedas yang selalu membuat peserta menjadi grogi dan ternyata pada saat itu, Susan tampil menawan.

Hari itu Susan memakai blus yang sangat sederhana dan kampungan banget dengan warna krem dengan potongan rambut yang juga sederhana, Susan tampil memukau. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu "I Dreamed A Dream" dari kisah drama klasik Les Misarables dan dinyanyikan begitu bening

Simon Cowell yang diawal sebelum Susan menyanyi sempat menyindir Susan dengan kalimat yang sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia "Kemana saja kamu selama ini baru ikutan acara seperti ini?” danakhirnya terprerangah ketika mendengar kualitas suaranya Susan.

Di akhir nyanyian, hampir semua penonton dan juri pun memberi standing ovation buat Susan dan bahkan dengan lugunya Susan langsung meninggalkan panggung sebelum dihentikan oleh para juri untuk mendapatkan komentar.

Meski pada saat itu perjalanan Susan masih jauh, tapi Susan bisa mampu meraih impiannya menjadi apa yang dicita citakan saat ini.


God Bless You and Keep Winning!!!!


SHARED BY
Al.Kira

Tidak Akan Tuhan Membiarkan Orang Susah Selamanya

Apa yang akan kita lakukan jika kita sedang mengalami masalah dan ketika kita berdoa ternyata pertolongan itu tidak kunjung datang? Pasti banyak dari kita akan meragukan Tuhan. Mungkin ada yang akan berpikir Tuhan itu tidak ada atau mungkin ada yang berpikir mungkin ada kutukan di hidup kita. dll

Apakah itu benar bahwa Tuhan tidak peduli dengan umatnya ketika umatnya sedang mengalami masalah? Jika itu ada di dalam mindset anda. Coba kita baca kisah hidup seorang yang bernama Jacky Alexander dan mungkin ini bisa menjadi suatu kesaksian dari dia yang bisa menumbuhkan rohani kita semua

Jacky Alexander, yang lebih dikenal dengan nama Jacky Bonano, adalah seorang pemuda yang telah mengenal dunia kekerasan sejak usia remaja. Jacky belajar karateka semenjak remaja dan di sana ia mendapatkan banyak hal, diajar secara keras untuk menjadi seorang laki-laki di antara laki-laki. Saat itu untuk sekali push up, Jacky bisa mencapai hitungan 250 dan sekali sit up bisa sampai hitungan 2500 (dua ribu lima ratus.... beneran lho). Fisik Jacky benar-benar dilatih untuk menjadi seorang petarung. Setiap hari ia dilatih untuk fighting. Ditambah lagi kakaknya juga mengikuti kegiatan karate yang sama dengan Jacky sehingga mereka berdua sering diadu oleh guru karatenya.

Di usia remaja Jacky sudah tinggal dengan keluarga angkat. Mereka memberikan pendidikan yang terbaik, penuh kasih sayang bahkan lebih perhatian bila dibandingkan dengan keluarga kandungnya. Jacky sungguh-sungguh dapat merasakan bahwa kedua oranghtua angkatnya begitu mengasihi dirinya dengan segenap hati mereka. Namun kebahagiaan itu hanya sementara karena kedua orangtua angkatnya harus berpisah dan kesendirian menjadi bagian dari jalan hidup Jacky.

"Sewaktu aku kelas 1 SMA, mereka bercerai, mereka mulai sibuk dengan urusannya masing-masing," ujar Jacky mengisahkan masa kelabu dalam hidupnya.

Peristiwa itu membawa Jacky kembali kepada memori masa kecilnya yang tidak pernah bisa ia lupakan. Kedua orangtua Jacky bercerai ketika ia masih kecil. Keributan yang kerap timbul di antara kedua orangtua kandungnya saat itu adalah karena perselingkuhan, dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai karena tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Kekecewaan, amarah dan sakit hati merenggut semua kepolosan yang ia miliki. Dunia Jacky berubah menjadi dunia yang penuh dengan kekerasan. Perkelahian menjadi hal yang biasa bagi Jacky karena ia sendiri sudah terbiasa menerima pukulan dari pelajaran karate yang diikutinya.

Kebebasan dan keliaran menjadi bagian hidup Jacky selanjutnya. Seperti kuda yang lepas dari kandangnya, ia menikmati kehidupan mencari kebahagiaan. Bagi Jacky, teman adalah keluarganya yang paling dekat saat itu. Jadi apapun yang dilakukan oleh teman-temannya akan dilakukan juga oleh dirinya. Tidak ada yang dapat melarangnya.

Semua perilaku Jacky dimulai dari rasa benci yang timbul di dalam hatinya, kebencian akan segala hal yang ada di jalan hidupnya. Jacky membenci kedua orangtuanya yang harus bercerai karena masalah orang ketiga, dan di usia remaja kembali orangtua angkatnya harus bercerai. Semua keadaan itu membuat Jacky tidak perduli akan lingkungan dan kehidupan keluarganya lagi. Baginya dunia yang dijalaninya sendiri adalah cara hidup yang terbaik. Jacky menemukan kehidupan baru bersama dengan teman-temannya.

Gemerlap dunia hiburan dan kehidupan malam membuatnya jatuh dalam narkoba dan perkelahian. Kehidupan Jacky pun tidak menjadi semakin baik, karena dunia yang dihidupinya saat itu justru penuh dengan godaan yang akan menyeretnya semakin dalam ke dalam kehancuran. Jacky bisa berada di diskotik dari hari Jumat dan sampai Senin dia belum beranjak dari diskotik itu. Narkoba yang dikonsumsinya pun bisa mencapai 25 butir saat itu. Halusinasi memenuh pandangan Jacky saat itu. Ia melihat semua orang yang ada di diskotik itu memegang pisau dan ingin menusuk dirinya. Dalam ketidaksadarannya, Jacky menyerang semua pengunjung diskotik sehingga menimbulkan keonaran. Semua rasa ketakutan, perasaan kangen akan orangtuanya, namun di saat yang bersamaan kebencian kepada orangtuanya berkecamuk menjadi satu.

"Yang aku rasakan di dalam lubuk hatiku yang paling dalam sebenarnya adalah kesepian, sendirian, merasa tidak punya siapa-siapa, merasa diri sendirian. Aku benar-benar tidak ingin mengingat masalah keluargaku ataupun masalah-masalah yang lain. Aku hanya ingin fun saja dan melupakan semua masalah itu. Kalau sedang memakai drugs, aku benar-benar bisa melebihi dari dosis yang seharusnya," kisah Jacky.

Banyak hal-hal aneh yang Jacky alami akibat pengaruh obat yang dikonsumsinya. Ia bisa saja tahu-tahu melihat taksi di dance floor, atau melihat sosok ayahnya dan berbicara dengan ayahnya, padahal sebenarnya itu adalah orang lain yang tidak dikenalnya. Karena memang Jacky sendiri tidak bertemu dengan ayah kandungnya untuk waktu yang cukup lama. Belakangan Jacky baru mengetahui kalau ayah kandungnya masuk penjara pada saat itu. Di saat mabuk itu, Jacky sebenarnya sedang merindukan sosok keluarganya sehingga merekalah yang sering muncul dalam segala halusinasi yang dialaminya.

Masih terekam dengan jelas di ingatan Jacky akan segala memori indah yang pernah dialaminya bersama dengan keluarganya. Bagaimana mereka masih bisa berkumpul bersama, bermain-main di pantai, penuh canda tawa dengan kedua orangtuanya. Namun semua keadaan itu hilang seiring dengan perceraian kedua orangtuanya.

Sebenarnya Jacky ingin keluar dari kehidupan gelap yang dijalaninya. Namun ia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya. Tidak ada yang menuntun maupun memberitahukan kepadanya saat itu apa yang harus dilakukannya. Karena semua hal yang dijalaninya saat itu sebenarnya hanya pelarian Jacky akan segala kemelut yang ada di keluarganya.

Hidup Jacky bagaikan terpenjara dalam sebuah kekecewaan. Kerinduan besar untuk sebuah pertolongan mengalir deras dari hatinya. Sepulang dari diskotik bersama dengan keempat temannya, Jacky melanjutkan perjalanan ke Bandung. Saat itu Jacky yang mengendarai kendaraan masih di bawah pengaruh obat-obatan. Ia merasakan badannya sepertinya mau rontok dan sudah hancur-hancuran. Dan di saat itulah, Jacky menjerit kepada Tuhan dari dalam hatinya. Ia ingin berubah dan meninggalkan semua dosa yang telah dilakukannya selama ini, kehidupan malam, rokok, seks bebas, alkohol...

Malam itu, tangan yang penuh kasih dan pengampunan dari Yesus Kristus terulur dan menjamah hidup Jacky. Saat itu Jacky akhirnya pergi ke rumah Zack Lee, sahabatnya. Meskipun Zack tahu Jacky sedang mabuk, namun Zack tetap mengajak Jacky untuk berdoa bersamanya malam itu. Tidak sampai di situ, Zack Lee juga memperkenalkan kasih Kristus kepada Jacky. Kasih itu memampukan Jacky untuk keluar dari penjara dosa yang selama ini mengurungnya.

Ayat yang menjadi pegangan Jacky saat itu adalah Mazmur 9:19, Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

"Ayat ini telah menjawab semua pertanyaanku selama ini. Bahwa selama ini aku termasuk orang sengsara, ditinggalkan orang-orang yang aku kasihi, tapi Tuhan mengingatkanku bahwa tidak untuk selamanya aku miskin, tidak untuk selamanya aku sengsara, dan Tuhan akan tepati janjinya," kisah Jacky.

Tidak mudah memang untuk menjalani kehidupan barunya karena ajakan teman-teman lamanya kerap masih menggodanya.

Tirsha, adik Jacky, memberikan kesaksian akan perubahan yang terjadi pada hidup Jacky saat ini. Tirsha berkata, "Jacky sekarang orangnya kebapakan. Dibandingkan dulu, Jacky orangnya cuek dan tidak mau tahu, ada masalah apapun di keluarganya dia tidak mau tahu. Sekarang Jacky lebih perduli, lebih care."

"Drastis yah...Dia yang dulunya tukang mabuk, tukang tripping, suka berantem, tapi sekarang Jacky berubah luar biasa. Jacky yang sekarang sudah tidak pernah mabuk lagi, tidak pernah keluar malam lagi, tidak pernah narkoba lagi. Yang pasti Jacky sudah berubah luar biasa," ujar Zack Lee menambahkan.

"Keluarga aku yang tadinya berantakan, diri aku sendiri yang tadinya berantakan, Tuhan pulihkan. Keluarga juga Tuhan pulihkan. Biarpun tercerai berai, kakakku dimana, adikku dimana, mama papa tidak jelas dimana, tapi sekarang ini Tuhan telah mempersatukan mereka kembali. Papa mamaku sekarang tinggal bersama di Sorong, dan papa mama yang mengadopsi aku mereka juga bisa bersatu kembali. Sekarang hidup kami penuh dengan kebahagiaan dan sukacita. Hidup kami bisa menjadi berkat. Aku tidak pernah menyesal menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatku. Karena Tuhan Yesus itu tidak pernah meninggalkanku walau sedetikpun. Dia tidak pernah mengecewakan aku. Walaupun papa mama, keluargaku berantakan semua, tidak ada yang perduli sama aku, tapi Yesus tetap ada untuk aku. Dan saya jatuh cinta banget sama Tuhan Yesus," ujar Jacky menutup kesaksiannya.


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Kesaksian Jacky Alexander (Jacky Bonano)

Thursday, November 24, 2011

Apakah Anda Selalu Komplain Dengan Hidup Anda Sendiri?

Apakah anda merasa anda adalah manusia ciptaan Tuhan yang paling gagal? Apakah anda merasa anda paling tidak berguna? atau anda merasa hidup anda paling buruk? Mungkin anda selalu berpikir, kenapa semua yang anda lakukan itu semua gagal dan kehidupan anda selalu dipenuhi dengan kegagalan?

Satu hal yang ingin saya katakan, Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang gagal dan semua ciptaan Tuhan itu adalah baik. Jangan pernah berpikiran adalah seorang yang gagal dan jangan pernah melirik ke belakang dan meratapi semua kegagalan yang pernah anda alami di masa lalu. Sekarang anda harus bangkit dan mengarahkan pandangan anda ke depan dan bergerak maju dengan penuh iman dan pengharapan

Ada sebuah kisah yang bisa menjadi inspirasi kita semua dan mungkin juga bisa membangkitan kita yang sedang mengalami masalah sekarang ini dan bisa mengubah mindset kita untuk tidak selalu mengatakan kita ini adalah orang yang gagal.

Ada seorang pemuda yang terlahir sebagai orang cacat dengan banyak kekurangan. Dia bisa saja menyesal kenapa dia dilahirkan dengan keadaan begitu dan mungkin dia bisa saja komplain ke Tuhan, kenapa Tuhan begitu jahat ke dia sampai dilahirkan begitu. Tapi ternyata hal itu tidak sedikitpun menghalangi dia untuk menjadi berkat untuk semua orang baik disekitar dia atau yang tidak disekitar dia. Sempat sekali dia merasa depresi berat dan berusaha untuk bunuh diri ketika dia berusia 8 tahun, tapi kemudian dia sadar bahwa hidup yang dia dapatin sekarang ini harus dia syukurin dengan apapun keadaan yang sedang terjadi. Akhirnya perlahan dia bangkit dan dia mulai belajar untuk mensyukuri kehidupan dia dan tahu apa yang terjadi? Dia menjadi seorang motivator hebat bukan hanya untuk temen temennya atau orang dekat dia tapi seorang motivator hebat yang mendunia dan berhasil memotivasi jutaan orang di seluruh dunia untuk meraih mimpi yang diinginkan.

Tahukah siapakah penuda yang hebat itu? Jawabannya adalah Nick Vujicic. Nama Panjangnya adalah Nicholas James Vujicic, lahir tanggal 4 Desember 1982 di Brisbane, Australia. Dia adalah anak pertama dari sebuah keluarga yang berasal dari Serbia. Dia lahir dengan tanpa anggota badan dan penyakit itu bernama "Tentra-Amelia Lanka" dan dia harus hidup dengan kesulitan dan harus menderita seumur hidup. Dia harus hidup dengan cuma hanya memiliki dua kaki kecil dan salah satu kakinya hanya memili dua jari kaki, tanpa kedua lengan. Kehidupan dia hancur karena cacat dan hati orang tua dia sangat hancur ketika mendapatkan Nick yang cacat.

Apakah penderitaan Nick sudah berhenti sampai disitu? Jawabannya adalah tidak. Dia harus mengalami hidup yang penuh dengan kesulitan. Salah satunya adalah dia dilarang untuk masuk ke sekolah utama oleh hukum negara bagian Victoria karena dia cacat fisik walaupun dia tidak cacat mental. Tapi dia tetap bersungguh untuk bersekolah dan akhirnya karena seorang Nick, pemerintah negara bagian Victoria mengubah Undang Undang tentang dilarang seorang yang cacat untuk masuk ke sekolah utama dan secara bangga Nick adalah salah satu siswa cacat pertama yang diintegrasikan ke sekolah mainstream. Penderitaan lain adalah, dia harus belajar menulis dengan menggunakan dua jari kaki di kaki kirinya, dia harus belajar komputer dan mengetiknya dengan menggunakan tumit dan kaki. Dia juga menggunakan kaki dan tumit untuk meleparkan bola tenis, untuk bermain drum pedal, menyisir rambut, menggosok gigi, mejawab telepon, mencukur dan mendapatkan dirinya segelas air. Ketika dia masih di bangku sekolah, Nick tumbuh sangat tertekan dan pada usia 8 tahun, dia sangat depresi dan dia sempat berpikir untuk bunuh diri. Pada usia 10 tahun, dia mencoba untuk menenggelamkan dirinya dalam air.

Dia selalu berdoa dan memohon pada Tuhan untuk memberikan mujizat supaya lengan dan kakinya bertumbuh. Tapi Tuhan tidak mengkehendaki permintaan Nick dan dia harus hidup dengan cara begitu. Apakah Tuhan jahat? Apakah Tuhan tidak sayang dengan Nick? Kenapa Tuhan tega melakukan itu? Banyak pertanyaan yang akan dilontarkan oleh banyak orang ataupun si Nick.

Jika kita lihat dari kisah di atas, mungkin kita akan berpikiran itu sangat buruk dan mungkin saja kita akan berpikiran Tuhan tidak peduli dengan hidup dia. Tapi bagaimana kalau kita melihat kisah baiknya, apakah kita akan berpikiran Tuhan itu tidak peduli dengan hidup si Nick atau hidup kita?

Suatu hal yang membuat si Nick berubah itu dan bisa bersyukur dengan hidup dia adalah ketika sang Ibunda tercinta menunjukan sebuah artikel di surat kabar tentang seorang pria yang cacatnya hampir sama dengan dia. Pria itu hanya dipimpin oleh perjuangan keras untuk menjalani hidup dia dan artikel itu yang membangkitkan hidup Nick. Seiring dengan itu, Nick mulai bangkit dan mencapai hal hal yang lebih besar diluar perkiraan dia. Dalam kelas ke tujuh, Nicj terpilih menjadi kapten dari sekolah dia dan bekerja dengan dewan siswa disana pada berbagai acara penggalangan dana bagi badan amal lokal dan untuk kampanye cacat. Pada saat itu juga, dia mulai memberikan ceramah di kelompok doa-nya dan dia juga memulai organisasi non-profitnya yang bernama "Life Without Limbs" dan menjadikan dia sebagai seorang motivator dan dia selalu di undang untuk berpidato tentang topik seperti cacat, pengharapan dan menemukan arti hidup

Nick lulus dari universitas pada usia 21 dengan lulusan "Double Major" dengan jurusan Akuntasi dan Keuangan perencanaan. Saat itu juga dia memulai perjalannya sebagai seorang pembicara motivasi, fokus pada topik yang saat ini remaja alami. Dia juga berbicara di sektor dunia kerja, meskipun tujuannya adalah untuk menjadi seorang pembicara inspirasional International, baik di lingkungan kekristenan atau di lingkungan non-Kristen. Ia secara rutin melakukan perjalanan international untuk berbicara dengan jemaat jemaat Kristen, sekolah atau mungkin rapat perusahaan. Sampai saat ini dia telah berpidato di depan lebih dari tiga juta orang dan di lebih dari 24 negara di lima benua (Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia).

Di tahun 2005, Nick dinominasikan suatu perhargaan "Pemuda Australia terbaik Tahun 2005" dan tahun itu juga dvd motivasinya "Grater Life Purpose" di publikasi dan tersedia di website "Life Without Limbs" dan dvdnya juga difilmkan pada tahun itu juga yang menampilkan film dokumenter singkat tentang kehidupan dia dan bagaimana dia menjalani hidup dia tanpa anggota tubuhnya dan bagian lain dari Dvdnya juga di filmkan di gereja setempat di Brisbane dan merupaka salah satu pada Website Speaker Biro Premiere dan saat ini Nick tinggal di California

Tanggal 28 Maret 2008, Dia muncul pertama kali di televisi dengan Bob Cummings dan disiarkan langsung. Dia muncul dalam film pendek "The Circus Butterfly" yang memenangkan Doorpost Film Project tahun 2009 dan penghargaan Film Pendek terbaik di method Fest Film Festival, dimana Nick juga dianugerahi Aktor terbaik dalam film pendek dan Tahun 2010, Film Butterfly Circus juga baru saja memenangkan Film Pendek terbaik di feel Good Film Festival di Hollywood.

nb: Mudah mudahan artikel ini bisa memberkati kalian semua dan bisa mengubah mindset hidup kalian


God bless you and Keep Winning!!!!

Shared by
Al.Kira