Showing posts with label Testimony. Show all posts
Showing posts with label Testimony. Show all posts

Friday, December 9, 2011

Senjata Mesin Tanpa Peluru, Tapi Mematikan

Menurut kalian bagaimana seorang penyebar kebaikan atau mungkin seorang pengkhotbah harus berpenampilan? lemah lembut? rapi? baik? Bagaimana kalau penampilannya kejam, muka preman atau mungkin mukanya muka pembunuh? Pasti jawaban kita "bisa gila tuh, masa penyebar kebaikan mukanya begitu, Tuhan ganti ganti" atau mungkin kita akan bertanya "Tuhan, mank ga ada yang lain lagi? mending gw aja". Tapi coba Tuhan ganti penyebar kebaikannya jadi kita dan kita dikirim ke tempat tempat yang tidak bagus atau tempat yang tidak nyaman. Pasti sebagian besar dari kita akan berkata "Tuhan jangan saya, orang lain saja"

Karena Tuhan tahu sebagian dari kita akan menyuruh Tuhan memilih orang lain saja, jadi ga salah donk Tuhan memilih orang orang yang mungkin mukanya kejam, muka preman atau mungkin dia itu mantan pembunuh. Karena seorang penyebar kebaikan tidak harus penampilan klimis dan lemah lembut, tapi bisa saja Tuhan memilih seorang yang penampilan keras dan kasar atau bahkan dia mengangkat senjata atau senapan untuk melawan ketidakadilan. Anda setuju tidak sama saya? kalau anda setuju, lanjut baca saja. Tapi kalau anda tidak setuju, dengan berat hati anda harus BERHENTI untuk tidak melanjutkan mindset anda itu dan merubah mindset anda itu.

Apakah yang anda pikirkan kalau mendengar kata "Afrika" atau mungkin benua Afrika? Kita akan menjawab itu adalah benua yang penuh dengan orang orang berkulit hitam. Tapi apa yang kita tahu selain itu tentang benua Afrika itu? Saya akan membuat suatu ringkasan tentang Afrika. Afrika adalah sebuah benua di dunia yang merupakan benua eksotik. Benua ini dikenal dunia adalah benua hitam karena benua ini selama ratusan tahun merupakan benua yang menjadi benua rebutan penjajah yang berkulit putih. Tidak hanya itu, kekayaan alamnya dikuras dan semua penduduk dan warganya dijadikan budak, ada yang diperkosa, ada juga yang dimutilasi, ada juga dipaksa untuk menjadi tentara oleh milisi pemberontakan, dll. Ini keadaan yang sungguh menyedihkan dan sesuatu yang hancur. Sisa sisa penjajahan itu pula yang kemudian membuat sesuatu konflik yang berkepanjangan dan konflik itu menjadikan sesuatu perang saudara bagi Afrika, kepedihan dan keperihan yang tak berujung. Salah satunya adalah negara Sudan.

Sementara di belahan dunia yang kacau itu, seseorang lelaki berkulit putih yang bernama Sam Childers baru keluar dari penjara. Tapi siapakah si Sam itu? Apa yang terjadi dengan dia? Ini ada sedikit informasi tentang si Sam, supaya kita bisa tahu latar belakang dari dia. Sam dibesarkan dipembukitan Pennsylvania. Sejak usia dini Sam mulai menunjukan bakat untuk menjadi pembuat masalah dan seiring usianya bertambah dia menjadi seorang bikers dan bukan hanya bikers biasa, tapi dia adalah seorang bikers yang suka berantem, menjadi anggota geng, menjadi penjahat kambuhan, menjadi pecandu heroin yang tidak segan segan untuk menempelkan pisau di leher seseorang, menjadi seorang penjual obat terlarang dan sering tidur dengan perempuan yang sudah menikah. Dan tidak hanya itu, dia terus makin tenggelam dalam kehidupan yang penuh kekerasan dan kejahatan sampai ia menjadi seorang Shotgunner (Seorang penjaga bersenjata untuk pengedar narkoba). Dari sedikit latar belakang dari si sam, pasti kita akan berkata, pasti dia adalah seorang yang broken home, orangtuanya pasti penjahat juga dan orang tuanya sering memegang senjata juga, dll. Ternyata jawabannya hampir betul, ayahnya dulu sering memegang senjata karena ayahnya adalah seorang mantan marinir. Kedua orangtuanya adalah orang yang sopan dan jujur.

Pada suatu hari Sam bertemu dengan Lynn yang kemudian menjadi istrinya. Anda pasti bisa menebak Lynn adalah seorang wanita yang baik dan orang benar yang tidak berdosa yang Tuhan kirimkan untuk menolong Sam untuk keluar dari semua kejahatan itu. Karena ada pepatah yang mengatakan "Behind Every Successful Man There Is A Woman" dan ini membuat anda pasti dan menjamin 100% Lynn adalah wanita yang baik baik. Jawaban anda adalah BENAR, Nilai 100 buat Anda. Senang tidak? Pasti senang banget. Ya Lynn adalah wanita yang Tuhan kirimkan buat Sam dan dia adalah wanita yang benar tapi setelah dia berbalik ke Tuhan. Kok bisa? Mank kenapa? Karena Lynn sebelumnya adalah seorang penari Stripper atau kata lain adalah seorang penari telanjang.

Pada suatu hari Sam ditangkap dan dimasukkin ke dalam penjara karena suatu kejahatan. Ternyata selama Sam di dalam penjara sang istri yang bernama Lynn menemukan jalan kebenaran dan dia kembali ke Gereja yang pernah ditinggalkannya pada masa mudanya dan meninggalkan profesinya sebagai penari stripper dan keputusan sang istri membuat Sam begitu marah dan keluar ketika bebas dari penjara tidak lantas membuat Sam menjadi lelaki dan suami yang baik baik. Kehidupannya masih berjalan seperti biasa sekeluarnya dari penjara, sampai sampai sang ayah berkata "Nak, suatu hari nanti seseorang akan membunuhmu!"

Setelah perkataan dari sang ayah, Sam sangat dihantui oleh kata kata itu dan dia sangat takut dan khawatir kalau kalau dia akan dibunuh karena obat terlarang dan dia pelahan lahan mulai menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya dan dia mendapatkan pekerjaan di bidang konstruksi dan pelan pelan hidupnya mulai mapan. Tapi itu masih belum bisa membuat dia lepas dari kebiasaannya memakai narkoba dan alkohol.

Dia berusaha untuk menemukan jalan kebenaran dan berusaha untuk membangun kembali hubungan dia dengan Allah dan mulai menjalani hidup yang bersih. Suatu hari dia pergi ke Gereja dan dia tersentuh dan menemukan suatu kejadian yang membuat dia menemukan suatu kedamaian dan jalan terang menuju Tuhan disana. Hidupnya perlahan berubah menjadi lebih baik dan berubah dari seorang geng motor dan penjahat kambuhan menjadi seorang ayah dan suami yang pekerja keras dan ekonominya pun membaik. Tidak sampai disana, Tuhan menganugerakan seorang bayi perempuan yang sehat bagi Sam dan Lynn dan Sam juga memulai bisnis konstruksi sendiri.

Ceritanya Selesai dan menghasilkan suatu Happy Ending?

Ternyata jalan ceritanya belum selesai. Mereka harus menghadapi suatu tantangan terbesar yang tidak lama lagi akan segera terjadi dan jalan hidup mereka tidak bisa ditebak. Pada tahun 1998, karena pertemuan dengan seorang pendeta dari sudan dan atas desakan oleh seorang pastor dari Ameriak yang sebelumnya tergabung dengan kelompok misi yang menyuruh Sam untuk membantu memperbaiki sebuah pondok yang rusak dalam konflik membuat Sam tergerak hatunya untuk mencoba melihat langsung benua hitam itu dan memberikan sumbangan tenaganya untuk menolong pengungsi di tengah konflik perang saudara disana. Jalan ceritanya berjalan dan Sam tersentuh ketika melihat kondisi Sudan dan kisah memilukan yang terjadi pada para pengungsi dan terutama dari anak anak korban kekerasan perang.

Pada saat Sam menjalani misinya ini Sam tersandung dengan tubuh seorang anak yang terkoyak oleh ranjau darat dan dia jatuh berlutut dan berjanji pada Tuhan bahwa dia akan melakukan apapun untuk membantu rakyat Sudan.

Sam kembali ke Sudan berberapa bulan kemudian untuk menjalankan klinik disana. Untuk memenuhi janjinya pada Tuhan untuk berkelana jauh di seluruh negeri, dari kota barat Yei ke desa desa timur Boma. Saat Sam melewati desa Nimule, di perbatasan Uganda, Tuhan berbicara pada Sam dengan suatu pesan: "Aku ingin engkau untuk membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak. Dan Aku ingin engkau membangunnya di sini". Mengaku diajak bicara oleh Tuhan, dia membangun sebuah gereja di dekat rumahnya dan mengumpulkan para pendosa untuk diajaknya ke jalan kebenaran. Masyarakat setempat mengira Sam sudah gila, karena pada saat itu, Tentara perlawanan Tuhan, sebuah milisi pemberontakan brutal yang telah menculik 30 ribu anak-anak dan membunuh ratusan ribu penduduk desa,telah  memporak-porandakan daerah tersebut. Tapi Hal itu tidak membuat Sam berhenti, tapi dia tetap bersikeras, karena Sam yakin Tuhan telah menyuruh dia untuk membangun panti asuhan di Nimule dan di Sudan dia sendiri yang membangun sebuah panti asuhan yang khusus untuk menampung anak anak korban penculikan dan korban perang. Dia kembali ke Amerika Serikat dan menjual bisnis konstruksi dan mengirim uang ke Afrika.

Perlahan-lahan panti asuhan mulai terbentuk. Pada siang hari Sam membersihkan semak-semak dan membangun pondok yang akan menjadi  rumah bagi anak-anak. Saat malam hari, dia tidur di bawah kelambu dengan kain ayunan di bawah pohon: Alkitab di satu tangan, AK47 di tangannya yang lain. Sementara itu, di Pennsylvania, istrinya Lynn dan putrinya Paige berjuang dalam pertempuran mereka sendiri. Mobil keluarga itu diambil alih dan pemberitahuan penyitaan telah disampaikan ke rumah mereka. Sam punya cukup uang untuk membayar hutangnya atau menyelesaikan panti asuhan. Dia tidak mampu menanggung keduanya jadi dia mengirim uang ke Afrika. Dengan selesainya panti asuhan, Sam mulai memimpin misi bersenjata untuk menyelamatkan anak dari LRA. Itu tidak lama sebelum kisah-kisah eksploitasi beredar dan penduduk desa mulai memanggilnya "Pengkhotbah Machine Gun."
13 tahun kemudian panti asuhan itu menjadi yang terbesar di Sudan Selatan dan telah memberi makan sekaligus menjadi rumah bagi 1.000 anak-anak. Hari ini, lebih dari 200 anak menelepon rumah panti asuhan. Sayangnya masih banyak anak-anak menderita di Sudan dan membutuhkan penyelamatan.Sam dan Lynn masih tinggal di rumah yang sama di Pennsylvania yang telah didedikasikan untuk penderitaan anak-anak Sudan sejak 13 tahun lalu.

Kini sikap tangguh dan skill bertarung serta keberaniannya itu dia gunakan untuk membantu membela dan melindungi anak-anak Sudan yang dimutilasi, diperkosa atau dipaksa menjadi tentara oleh milisi pemberontak di Sudan. Kisah nyata Sam Childers kini diangkat ke film layar lebar dengan diperankan oleh aktor action yang terkenal :Gerard Butler!


God Bless you and Keep Winning


SHARED BY
Al.Kira

Wednesday, December 7, 2011

Kesaksian Tentang Tuhan Membuka Mata Seorang Muslimah

Kesaksian ini ditulis dengan harapan apa yang saya alami, kiranya bisa menjadi berkat baik bagi mereka yang telah percaya maupun yang belum percaya.

Sebelum saya percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya adalah seorang muslimah, berlatar belakang dari keluarga muslim dan dibesarkan di pondok pesantren miftahul huda, Sukabumi Jawa Barat. Dari apa yang saya yakini dan pelajari selama itu, saya tumbuh menjadi seorang muslimah yang fanatik dan anti-Kristen, dan menjebak bahkan mendebat orang Kristen paling hobi.

Berteriak-teriak di depan gereja dengan bilang: "Maria, dipanggil Yesus cuek saja" pun pernah saya lakukan. Karena saya merasa bahwa apa yang saya yakini waktu itu, adalah paling benar dan diridhoi Allah SWT, sesuai dengan Qs. Ali Imran 19 yang berbunyi: innaddinna indallaahil islam (Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah islam)

Di luar Islam semuanya saya anggap sesat, apa lagi orang Kristen, kafir, karena Allahnya ada tiga : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Tapi alhamdullilah saya tidak pernah sampai membunuh orang Kristen.

Dan mengapa saya bisa percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat ? Walaupun saya bangga dengan apa yang saya yakini dulu, tapi kalau bicara tentang hari penghakiman, itu paling takut dan paling ngeri karena saya tidak tahu pasti, kalau saya mati mendapat rahmnat Allah (masuk surga) atau laknat Allah (masuk neraka), karena saya manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dosa.

Dari Sukabumi saya hijrah ke Bandung untuk belajar ketrampilan. Di kota kembang ini saya tinggal di pondokan atau kost. Teman-teman saya kebanyakan orang Kristen dan kebiasaan saya yang dulu tidak pernah berubah, menjebak dan mendebat orang Kristen masih sering saya lakukan dan saya tetap benci pada orang Kristen.

Entah kenapa suatu hari saya ingin membaca Alkitab punya teman dan di kitab Kejadian ada tertulis "Allah menciptakan manusia dari tanah..." saya heran, kok sama dengan al qur'an, padahal Injil itu kan sudah dipalsukan dsbnya, dan orang Kristen sekarang itu 'kafir'.

Berawal dari penasaran itu saya mencari teman untuk pergi ke gereja. Saya ingin tahu dan ingin menyelidiki bagaimana orang Kristen beribadah. Benar saya masuk gereja dan pertama itu saya tidak bisa menahan rasa haru dan sedih, saya menangis hingga kebaktian selesai, batin saya berontak antara dosa murtad dan percaya, murtad karena masuk gereja dan percaya kepada Tuhan.

Minggu-minggu berikutnya, saya selalu ingin dan rindu untuk datang ke gereja lagi, dan selama empat bulan saya suka ke gereja, tapi selama itu saya tidak mau berdoa dalam nama Yesus atau Isa Al-Masih, saya percaya kepada Allah tapi tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan sebagai Anak Allah karena saya punya anggapan yang menyanggah keberadaan itu, yaitu surat al ikhlas yang berbunyi :

qul huwallahu ahad
Katakanlah:"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa"

Allaahush shamad :
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

lam yalid wa lain yuulad :
Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan

wa lam yakul lahuu kufuwan ahad :
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Meskipun saya ke gereja tapi kewajiban saya selaku orang muslim untuk shalat lima waktu tetap saya kerjakan. Hingga pada suatu hari saya jatuh sakit; sesudah dua minggu sakit dan tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya pada hari minggu ketiga, ketika seorang hamba Tuhan mengajak berdoa di Televisi saya spontanitas ambil Alkitab dan tiba-tiba Alkitab terbuka
sendiri di situ, Tuhan beri ayat untuk saya dan saya ingat sekali ayat itu :

"Seorang dara yang menderita pendarahan selama 12 tahun ketika Almasih 'Isa lewat dia menjamah jubahNya, dia percaya dengan menjamah jubahNya dia akan sembuh."

Saya pikir itu kok sama dengan saya. Akhirnya saya tantang Yesus, saya berdoa : "Ya Rabbi 'Isa kalau memang Engkau Tuhan dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit, sembuhkanlah saya," dan mujizat terjadi besoknya, saya telah sembuh.

Akhirnya saya kaji lagi surat al-ikhlas yang menjadi sanggahan, untuk percaya tentang Isa Al-Masih itu dan saya bandingkan dengan kisah kehidupan Isa Putra Maryam, dari mulai kelahiran,mujizat-mujizatNya, sampai kepada kematian dan kebangkitanNya kembali bahkan kedatanganNya yang kedua kali. Yang lebih melekat di hati saya, adalah Isa Putra Maryam bisa menghidupkan orang yang sudah mati, kalau manusia bisa seperti itu, dia pasti takabur apalagi kalau tidak ada dasar kasih dalam hatinya dan yang berkuasa atas hidup matinya manusia hanya Penciptanya sendiri yaitu Allah.

Dari kesemua ayat-ayat al-ikhlas itulah saya bisa membuktikan kalau Isa (Yesus) itu adalah Allah. Tuhan bukakan mata rohani saya, yang selama ini tertutup oleh illah-illah zaman ini dan saat itu bisa percaya bahwa Isa Almasih (Yesus Kristus) tidak hanya nabi tapi Dia juga benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada suatu hari saya butuh legalisir ijazah saya di Sukabumi untuk melanjutkan sekolah di Bandung; saya harus pergi ke sekolah saya yang dulu, di mana saya sekolah dan mesantren. Ketika saya minta legalisasi,entah kenapa surat kelakuan baik saya dari Kepolisian terbaca oleh mereka dan di situ agama saya tertulis Kristen Protestan sedangkan ijazah saya dari tsanawiyah; akhirnya bukan terima legalisasi tapi malah berdebat dengan guru-guru dan ustad saya, akhirnya saya pulang ke Bandung dengan tangan hampa.

Setelah saya bisa percaya bahwa Isa itu Tuhan dan Rabboni , tantangan pertama malah datang dari orang Kristen sendiri. Saya dulu menilai orang-orang Kristen yang suka ke gereja itu baik-baik karena ada ajaran kasih tapi ternyata tidak, saya pernah dimaki-maki dan diolok-olok "Kamu jadi Kristennya pura-pura, mana mungkin orang pesantren bisa masuk Kristen, dasar tukang pelet, tukang santet dll".

Dari kesedihan itulah saya ingin pulang ke rumah untuk mengadu ke orang tua saya, tapi apa yang saya dapati ketika saya sampai di rumah, semua keluarga menjauhi, saya heran kenapa semuanya berubah seperti ini, bahkan ketika orang tua saya bilang: "Kamu dikasih apa sih sama mereka, sampai kamu bisa menjual agama kamu dan masuk Kristen?" Saya kaget orang tua saya tahu dari mana? Dan dikiranya saya masuk Kristen dikasih supermi atau dikasih apa saja sama gereja, seperti apa yang mereka sangka selama ini, bahwa orang islam masuk Kristen dirayu atau dikasih uang atau pula dikasih makanan.

Dan caci maki pun keluar, ayah saya bilang: "Aku tidak pernah menyangka kamu bisa jadi kayak gini, kalau kamu berbuat dosa kayak apapun masih bisa diampuni tapi ini dosa murtad, dosa yang tidak bisa diampuni lagi, dulu aku bangga kamu bisa ngajar-ngajar ngaji, dipakai di masyarakat tapi sekarang tidak ada artinya lagi, aku sampai disidang oleh ketua yayasan dan guru-guru disitu dimaki-maki gara-gara kamu masuk Kristen, kamu sudah benar-benar mencemarkan nama baik dari pesantren sampai bisa masuk Kristen, entah ditaruh di mana mukaku dan nama baik keluarga ini sama kamu, kamu kalau binatang itu sudah mesti dibunuh saking sudah benar-benar mencemarkan nama baik, sampah di pinggir jalan masih bisa berharga, tapi kamu tidak ada harganya sama sekali, dan biar kamu tahu nama kamu itu sudah ayah masukkan proposal dan dikirim ke Menteri Agama "
Untuk apa ??? Tanyaku, biar suatu saat kalau terjadi apa-apa sama kamu, saya sebagai orang tua sudah tidak mau bertanggung jawab lagi gara-­gara kamu masuk Kristen.

Bagaikan disambar geledek di siang bolong, kenapa mereka tega seperti itu, dan lengkaplah sudah penderitaan saya waktu itu, rupanya setelah kejadian legalisasi ijazah itu, ketua yayasan langsung memanggil orang tua saya, hingga akhirnya mereka sepakat nama saya dimasukkan proposal dan di kirim ke Departemen Agama, setelah tahu seperti itu, saya tidak ada pilihan
lain lagi selain pergi dari rumah itu dan bertekad dalam hati "Ya Rabboni 'Isa, saya tidak akan meninggalkan Engkau, walau pun orang tua saya atau saudara-mara mengabaikan saya. Hanya padamulah Tuhan aku serahkan segala bebanku ini". Tuhan Allah telah amat baik kepada diri saya. Walau pun saya telah pergi tanpa dibekali apa-apa oleh ibu dan bapa, Tuhan Allah Bapa surgawiku tidak pernah mengabaikan saya! Halleluyah! alhamdullilah! Sejak saat itu Allah Bapa surgawilah yang telah membekali saya setiap kali baik dari segi rohani dan fisikal, dan Dia tidak pernah mungkiri janji-janjiNya kepada setiap domba-dombanya termasuk saya!

Sehingga akhirnya tibalah waktunya bagi saya untuk menyatakan iman percaya saya kepada Al-Masih 'Isa sebagai Tuhan dan Juruselamat saya melalui Baptisan Kudus di gereja GKI Jabar di Bandung pada bulan Desember 1994, setelah selama sembilan bulan belajar katekisasi. Setelah selesai baptisan itu saya berdoa, "Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memeteraikan saya, tetapi saya tidak ingin hanya saya saja yang selamat, saya pun ingin keluarga dan saudara-saudara saya diselamatkan, dan saya ingin menjadi Penginjil, untuk memberitakan kabar keselamatan yang berasal dari Engkau seperti yang telah saya terima".

Dan ajaib sekali Tuhan kita itu, Dia kirim dua orang ibu dengan membawa buku-buku penginjilan banyak sekali, padahal
sebelumnya saya tidak pernah mengenal dan sama sekali belum pernah bertemu dengan dua orang ibu itu, dan itu merupakan sukacita yang sangat besar sekali saya rasakan, sebagai jawaban dari doa saya untuk menjadi penginjil, dan puji Tuhan saya diperkenankan belajar di Pusat Latihan 'Christian Centre Nehemia' Jakarta dan dari apa yang saya alami saya kesimpulan :

1.Tidak ada kekuatiran dalam nama Rabbi 'Isa.

2. Kita tidak bisa bersandar pada kekuatan manusia sekalipun itu orang tua sendiri.

3. Dan keselamatan tidak bisa kita peroleh dengan amal baik kita atau dengan coba mengumpul pahala sebanyak-banyaknya, karena keselamatan itu suatu anugerah dan hanya ada di dalam nama 'Isa Al-Masih.

Demikianlah kesaksian ini saya tulis, sebagai rasa ucapan syukur saya karena Rabboni Al-Masih 'Isa Putra Maryam telah
menyelamatkan saya dari lembah dosa dan kegelapan dan yang telah membawa ke dalam terang Allah yang ajaib.

Amin ya robbal alamin,
Hormat kami,
Kartini A.I.
Catatan redaksi :Dua orang ibu tersebut menemukan alamat yang bersangkutan di suatu toko buku di Bandung. Dua orang ibu itu merasa terbeban dan mencari alamatnya sampai ketemu. Berkat Tuhan! Tuhan sendiri yang menuntun mereka, pasti ketemu.
Hodu ladonai! Puji Tuhan! Halleluya!

Tuhan memberkati mereka semua Amin

Ulasan redaksi :Kebanyakan orang muslim, seperti saudara Kartini A.I. banyak membenci dan mendebat orang Kristen, padahal
al qur'an menyebutkan orang Kristen, orang Nasrani itu persahabatannya paling dekat dengan orang lslam.


SHARED BY
Al.Kira

Thursday, December 1, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Pertama (Kita adalah kesayangan Bapa)

Kita akan mengawali dengan menggali rahasia makna dari panggilan “Bapa Kami di Surga”. Ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita akan diberi hak menjadi anak anak Allah. Sebagai Anak, kita memanggil Tuhan pencipta langit dan bumi sebagai Bapa. Dengan memanggil Allah dengan sebutan Bapa, kita merasakan jaminan kedekatan, keamanan, dan kepastian penerimaan dari seorang ayah, atau papa yang baik, sempurna dan berkuasa

Banyak mengalami kesuliatan untuk menyebut Bapa. Karena figure atau image kebapaan dirusak oleh Bapa di dunia. Oleh Karenanya, kita akan menggali kebenaran ini dengan focus dan dekat kepada Bapa, sehingga dapat memperbaiki image yang telah dirusak tersebut.

“Seperti bapa sayang kepada anak anak-nya, demikian Tuhan sayang kepada orang orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13)

Seorang ibu suatu kali menceritakan kisah hidupnya nyaris datar dan tanpa emosi sedikitpun, sementara saya mendengarnya dengan tegang, hati yang hancur dan marah. Istri saya sudah banjir air mata

Ibu ini berkata bahwa dia sudah tidak bisa menangis lagi, karena menurutnya air matanya sudah kering. Namun, dari semangat hidup dan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, saya tahu bahwa Kristus sudah memulihkan masa lalunya yang kelam akibat perbuatan seorang ayah

Kemudian masa remajanya hancur, ketika kelas dua SMP, dia diperkosa oleh ayah tirinya. Tidak hanya demikian. Setamat SMU (Kira Kira 16 tahun) dia dinikahkan secara paksa dengan seorang pria yang jauh lebih tua dan sama sekali tidak dia dikenalnya. Belakangan, ibu ini baru tahu bahwa sesungguhnya demi sejumlah uanga dia dijualoleh ayah tirinya kepada keluarga suaminya.

Selama kehidupan masa pernikahan, ibu ini mengalami kekerasan secara psikologi maupun tubuh. Setelah melahirkan, semua urusan anaknya diambil alih oleh mertuanya. Ibu ini jarang diizinkan untuk melihat anaknya

Hingga tak lama kemudian, mertuanya menyodorkan surat cerai kepadanya untuk ditandatangani. Tanpa berpikiran panjang, ibu ini langsung tanda tangan dan keluar dari rumah neraka tersebut. Kemudian hidupnya terlunta lunta dan depresi berat sehingga sempat dirawat di rumah sakit jiwa.

Sejak itu, ibu ini berpendapat bahwa semua pria jahat, bahkan dia berpikir bahwa Tuhan itu jahat. Kalau Tuhan itu baik, kenapa Dia izinkan semua itu menimpa hidupnya. Sampai suatu kali, ibu ini bertemu Tuhan Yesus dan hidupnya diubahkan. Bapa surgawi memulihkan hidupnya. Pembimbing rohaninya menunjukan kepadanya bahwa dia memiliki seorang Bapa di surge yang sayang kepada anak anaknya

Kemudian, ibu ini mengampuni semua orang yang sudah menyakitkan dia dan Bapa melimpahkan dengan kasih setia dan rahmat. Tuhan menunjukan kepadanya bahwa kualitas kehidupan yang dia miliki kini jauh lebih baik daripada kehidupan mantan suaminya yang kemudian jatuh bangkrut dan hidup di dalam kesulitan

Kita punya Bapa yang baik, Bapa yang selalu peduli terhadap kehidupan anak-anaknya. Tidahk masalah sudah berapa dalam kita jatuh atau seberapa hancunya kehidupan kita sehingga kita melahirkan diri dari-Nya, Dia sanggup menggapai kita kembali. Tidak masalah seberapa sakit dan pedihnya luka hati kita, Dia sanggup menyembuhkan dan memulihkannya. Bukalah hatimu dan datanglah pada-Nya

Heart:
Mengucapkan syukur kepada Bapa, karena kita menjadikan anak-anaknya yang mempunyai hak istimewa di dalam kerajaan-Nya, untuk setiap saat dapat dating kepada-Nya, tanpa batasan

Head:
Renungkanlah dan taruhlah dalam pemikiran kita bahwa kita mempunyai Bapa yang selalu ada selama 24 jam sehari, dan selalu siap sedia untuk mendengar dan menolong kita

Hand:
Berpikirlah tentang orang tua kita, mungkin ada sesuatu ganjalan dalam hatimu mengenai orang tuanmu. Segeralah bereskan. Kalau masalah itu adalah kesalahan kita, datanglah kepada mereka dan minta maaf, Tetapi kalaupun itu kesalahan atau kekurangan mereka, Anda harus mengampuni

God Bless You And Keep WInning


SHARED BY
Al.Kira

Source:
KINGDOM LIFESTYLE

Tuesday, November 22, 2011

Oktovianus dan Gaya Hidup Takut Akan Tuhan

Memang sangat disayangkan jika pada pertandingan final sepak bola di SEA Games 2011 semalam (21/11), Indonesia tidak bisa memperoleh medali emas. Namun, bagaimanapun juga, setiap orang yang menyaksikan pertandingan malam itu, semuanya tetap bangga akan Indonesia dan tim U-23 dimana mereka sudah berusaha yang terbaik.

Perjuangan setiap pemain sepak bola patut diacungi jempol. Namun, dunia juga melihat bahwa sepakbola identik dengan jimat, wafak, aji-aji, atau sebangsanya. Takjarang terdengar ada pesepakbola yang tulang kakinya begitu kuat sampai-sampai tidak perlu memakai pelindung kaki saat laga keras sekalipun. Hal ini tidak berlaku bagi Oktovianis Mariani. Meski tak dipungkiri, di daerah asalnya, ada saja pesepakbola menggunakan jimat sebagai keharusan.

“Dia enggak kenal barang-barang begituan. Okto lebih percaya kepada Tuhan. Meski di kampungnya sana banyak jimat, itu kan ada di semua daerah,” tutur Maria Magdalena Warobay (22), istri Okto dalam wawancara ekskludif dengan tribunnews.com. Okto bisa dibilang lebih akrab dengan kekuatan doa dari keluarganya. Sudah menjadi kebiasaan pria kelahiran 21 silam itu menelepon keluarganya di kampung tiap kali sebelum turun melawan tim lawan. Dia tak pernah absen untuk menelepon meminta restu saat akan bertanding.

Jika sudah berada di tengah keluarga, Okto lebih memilih keluarga dan gereja. Tiap kali makan, mantan pemain Sriwijaya FC ini tak bisa sendiri, harus makan bersama keluarganya. Sedang tiap Minggu juga selalu datang ke gereja untuk melaksanakan kebaktian dan beribadah kepada Tuhan.

Okto menjadi perasaan kasih kepada Tuhan dan takut akan-Nya sebagai gaya hidupnya sehari-hari. Dia mengutamakan Tuhan dan keluarga dalam segala hal yang dilakukannya. Ketika Tuhan ditinggikan di dalam kehidupan seseorang, maka perkenanan Tuhan akan ada pada-Nya. Mari kita pun mencontoh Okto dan melakukan gaya hidup takut akan Tuhan sebagai gaya hidup sehari-hari kita.


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Oktovianus dan Takut Akan Tuhan

Tuesday, April 19, 2011

Dulu dan Sekarang!!!!

DULU:
- Gw berpikir... kok anak ini fanatik banget dan freak banget kalau yang ada hubungannya sama Tuhan. Dia bisa berdoa berjam jam tiap hari dan baca alkitab bisa berpasal pasal
- Gw.... satu perikop aja sudah ga apalagi satu pasal sudah bener bener ga mungkin banget. yang ada satu ayat sehari. wkwkwkkwkwk
- terus ada satu orang (kita anggap namanya adalah "A"), dia bilang gini "Pokoknya tiap hari gw harus ceritain tentang apa aja pokoknya ada berhubungan sama Yesus dan minimal satu orang tiap hari.
- Gw... tiap minggu aja bingung mau cerita apa tentang Yesus di komsel, tapi si A bisa tiap hari cerita ke orang tentang Yesus..
- terus dulu gw orangnya males banget ke Gereja.. Ke Gereja itu cuma jadi rutinitas gw aja. Ke gereja aja males apalagi mau datang ke komsel... walaupun tiap minggu gw selalu diajakin ke komsel, pasti gw ga mau datang dan yang terparah itu gw terkadang pura pura ga tahu ada komsel, padahal sebelumnya sudah di SMS-in sama PKS (Ketua Komsel) gw dan lebih parahnya lagi gw ga merasa berdosa or bersalah sedikitpun...

SEKARANG:
- Gw berpikir aduh rasanya kering banget nih belum menyentuh Firman Tuhan hari ini, belum doa, belum ngobrol ngobrol sama Tuhan... Terus tiap hari pokoknya sebisa mungkin gw harus kalau ngobrol sama orang harus bahas tentang Tuhan Yesus, ya walaupun gw ga sebut sebut nama Tuhan Yesus, tapi gw ngomong tentang prinsip prinsip ke kristenan
- terus tiap haru gw ga bisa hidup tanpa His Word (His Word from bible and from Himself)... perkataan Papa itu seperti buat hidup gw lebih hidup lagi...
"seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." 
- Sekarang gw ke gereja bukan karena rutinitas atau paksaan.. tapi karena gw pengen kenal Tuhan lebih lagi.. gw pengen memuji dan menyembah Dia sama sama dengan temen temen yang lain...
- Sekarang gw semangat banget untuk ke gereja dan Komsel... pas gw mau pergi ke komsel gw selalu berpikir di hari sebelumnya apa yang mau gw bagiin di komsel.. Gw ga selalu mengharapkan dapat sesuatu di komsel, tapi gw juga mau bagiin sesuatu di komsel....

Sudah baca kan dua perbedaan dari gw di atas yang bedanya bener bener 180 derajat...
Perbedaan itu bisa terjadi ketika seseorang sudah bener bener jatuh cinta sama Tuhan Yesus dan sudah realise bertapa besar kasih Dia... Kasih yang tidak mengharapain apa apa.... kasih yang memberi dan tidak pernah meminta balik (kasih agape)..

Tuhan itu sayang banget sama kita semua tapi kalau kita tidak mau membuka hati untuk menerima kasih Dia... sama saja dengan bohong... itu kasih yang ga bakal kita rasain... taou ingat.. Tuhan selalu bersama sama dengan kita... tidak mungkin sedetikpun Dia tinggalin kita

Gbu


WRITTEN BY
Al.Kira

Monday, April 11, 2011

Ketika Saya Merasa Tiada Jalan Lagi

Pernah tidak, ketika kita sedang dalam masalah.. Kita merasa tidak ada jalan yang terbuka untuk kita?
Pernah tidak, ketika kita sedang dalam masalah.. Kita selalu ingin menerobos pintu yang tertutup dengan kekuatan kita sendiri?

Inilah yang terjadi pada saya di tahun 2009 sampai dengan tahun 2010. Singkat cerita saya harus menganggur selama hampir 1 tahun. Saya bergumul dengan hati nurani dan saya benar benar putus asa pada saat itu, karena saya merasa tiada jalan yang terbuka buat saya. Pada saat itu, yang saya lakukan hanya mengeluh pada Tuhan dan meminta pembuktian dari  janji janji Tuhan. Tapi Tuhan tetap menyuruh aku untuk menunggu.

Saya tetap sabar menunggu. Tapi sebagai manusia, kita pasti ada kesabaran untuk menunggu. Itu juga yang terjadi pada saya sendiri. Sampai akhir bulan 3, saya lelah menunggu dan pernah terpikir bahwa Tuhan itu tidak ada dan Dia tidak mampu untuk membantu saya untuk mendapatkan kerjaan. Suatu saat, saya berkata ke Tuhan "Tuhan bulan 5 nanti genap sudah setahun saya menjadi pengangguran, mana janji kamu? Apakah saya harus menanggung malu dengan menjadi pengangguran selama setahun?".
Sampai suatu saat sebuah lagu mengingatkan saya untuk tetap yakin dan percaya kepada Dia. Saya harus bersabar untuk menunggu rancanganNya.  Lagu tersebut adalah "God Will Make A way" yang kata-katanya seperti ini:

God will make a way, (Tuhan akan membuka jalan)
where there seems to be no way; (Ketika terlihat tiada jalan)
He works in ways we cannot see, (Dia bekerja dalam rancangannya dan kita tidak bisa melihat)
He will make a way for me. (Dia akan membuka jalan buat saya)
He will be my guide, (Dia akan menjadi pembimbing saya)
hold me closely to His side; (memegang tanganku kuat kuat di samping Dia)
With love and strength for each new day, (dengan kasih dan kekuatan tiap hari yang baru)
He will make a way. He will make a way! (Dia akan membuka jalan. Dia akan membuka jalan)

Memang Janji Tuhan selalu indah pada waktunya. Tepat pada hari Ulang Tahun saya, Tuhan memberikan kado yang terindah buat saya, yaitu suatu kerjaan yang Dia janjikan. Dan ketika saya sudah mulai bekerja, saya baru menyadari mengapa saya harus tetap menunggu dan  selalu mencari kerajaan Dia. Karena dari semua itu, Tuhan mengajari saya untuk bisa menjadi berkat dan supaya tiap kali bekerja, saya selalu mengadalkan Tuhan.

Suatu pertanyaan yang selalu terlintas.. Apakah kita percaya bahwa Tuhan akan membuka jalan saat terlihat tidak ada jalan sama sekali?
Jawabannya adalah: Ya, Tuhan pasti membuka jalan. Dan tanamkanlah bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang indah, yang terkadang tidak bisa kita lihat dan mengerti. Yakinlah, Janji Tuhan pasti akan indah pada waktunya.

Roma 15:13 
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Tuhan Memberkati semuanya


CREATED BY
Al.Kira