Showing posts with label motivation. Show all posts
Showing posts with label motivation. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 22 (Kehendak Bapa Surgawi)

Kita maunya “my way or no way” (pakai cara saya atau tidak sama sekali), sehingga tidak focus kepada His way(Cara Tuhan). Kita tahu bahwa kehendak-Nya ialah membawa surga di dalam kehidupan kita.

Seorang ayah tentu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi sayangnya, ayah di dunia tidak mengetahui hari esok, sehingga mungkin saja seorang ayah dapat mengambil keputusan salah untuk anak-anaknya. Tetapi lain dengan Bapa surgawi, Dia mengetahui hari esok, Dia menggengam hari esok, sehingga keputusan-Nya

Oleh karena itu, kita terus mengupayakan dan mewujudkan kehendak-Nya yang jadi dengan ditandai kesetiaan seorang hamba.

“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:17)

Joseph C Rosenbaum menuliskan tentang ibunya, ibunya selalu ada ketika dia membutuhkan. Ibu menolong, melindungi, mendengarkan, member nasihat, menyediaka makanan, dan mengajarkan tentang kehiudpan. Ibu memastikan seluruh anggota keluarganya dikasihi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 52 minggu dalam setahun, dan selalu siap setiap saat

Ketika joseph berusia 19 tahun, dia akan dijebloskan bersama sekelompok orang yahudi ke dalam camp concentration Hitler. Mereka semua ditentukan untuk mati. Tetapi kemudian ibunya melangkahkan kakinya kesana dan menggantikan dia.

Sekarang sudah 50 tahun berlalu, tetapi dia masih ingat perkataan terakhir ibunya. “Nak perjalanan yang akan kamu tempuh masih panjang, sedangkan ibu sudah lebih dari setengah abad. Biarlah kamu dapat menikmati masa depan kamu, pergilah.”

Kasih orangtua terhadap anak anaknya tidak ada batasnya. Terlebih lagi dengan kasih Allah. Tidak ada seorang ibu atau ayah yang menginginkan anak anaknya sengsara, menderita, atau mengalami sakit penyakit.

Pasti mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik. Terlebih lagi dengan Bapa surgawi, Dia menginginkan yang terbaik terjadi dalam kehidupan anak anaknya.

Kehendak Bapa adalah ingin membuat kita bahagia, mari kita simak apa saja yang menjadi kehendaknya:
1. Keselamatan (Yohannes 3:16). Allah menginginkan agar kita diselamatkan. Dia tidak menghendaki satu jiwapun binasa (Yohannes 6:39-40)

2. Kesehatan (1 Yohanes 2:2). Allah menginginkan kita sehat sejat selalu, baik secara fisik maupun di dalam jowa kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan kita, memperhatikan bagaimana kita makan, bagaimana kita tidur, serta bagaimana kita mengatur keseimbangan dalam hidup kita

3. Kesuksesan (Ulangan 28:13). Allah menginginkan anak anak-Nya berhasil dalam studi, karir dan pekerjaan
4. Kekudusan (1 Tesalonika 4:3). Allah menginginkan kita hidup dalam kekudusan. Hal hal yang cemar itu bukan kehendak-Nya. Di dalam pergaulan, kita harus menjaga diri agar tubuh, jiwa dan roh kita tidak tercemar.

5. Pelaku Firman (Mazmur 119:15-16). Firman Tuhan adalah berisi kehendak Bapa. Dengan membaca can merenungkan Firman Tuhan, kita dapat menyelami hati Bapa dan mengetahui kehendak-Nya

Bapa ingin kita mengetahu kehendak-Nya (Efesus 5:17) mendorong kita untuk mengerti kehendak-Nya “Makanan” Yesus sehari hari adalah melakukan kehendak Bapa (Yohannes 4:34)

Saat kita diminta “Mengusahakan” untuk mengerti, artinya kita harus berusaha lebih mengenal isi hati Bapa. Melalui pembacaan dan penyelidikan Alkitab. Kita dapat mengenali karakter Bapa kita.

Heart:
Taruhlah dalam hatimu bahwa Bapa menginginkan yang terbaik dalam hidupmu. Jangan pernah curiga dengan Bapa, Allah kita semua

Head:
Jujurlah kepada Bapa surgawi dan ceritakanlah apa yang menjadi ganjalan di hatimu, saat melakukan kehendak-Nya

Hand:
Apakah kehendak Bapa dalam hidupmu selain hal hal yang disebutkan di atas? Diskusikanlah!

Wednesday, December 21, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 21 (Mewarisi Kerajaan Allah)

“Dengarkanlah, hai saudara saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang orang yang dianggap miskin oleh duni ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan yang telah dijanjikan kepada barang siapa yang mengasihi Dia (Yakobus 2:5)

Bagi pangeran William, sebagai putra mahkota kerajaan Inddris, sudah dipastikan dia akan punya masa depan yang cerah. Catherine yang menikah dengannya, menjadi putrid mahkota dan menikamti semua fasilitas dan otoritas kerajaan.

Pangeran Charles sebagai orang tua, pasti sudah menyiapkan yang terbaik bagi mereka. Bukan hanya takhta tetapi juga warisan, mereka layak dan berhak mendapatkan apa yang orang tuanya miliki.

Itu bukan karena kehebatan mereka tetapi karena status mereka sebagai seorang anak sebagai putra mahkota.

Demikian hidup anda, anak anak Bapa surgawi yang sudah ditebus dengan darah yang mahal yang tercurah di atas kayu salib. Oleh-nya, anda menjadi kaya di dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan-Nya.

Ayat renungan hari ini menegaskan bahwa itu bukan karena kehebatan anda, tetapi Allah di dalam kedaulatan-Nya memilih dan menetapkan anda untuk menjadi ahli  waris dari kerajaan-Nya yang penuh dengan kuasa, kemuliaan, tidak tergucangkan, dan kekal selama-lamanya.

Anda sebagai ahli waris, anda tahu masa depan anda. Anda tahu hak anda, apa yang akan anda peroleh dan bagaimana anda seharusnya hidup dan menggunakan otoritas kerajaan, karena Bapa menetapkan anda akan memerintah bersama dengan Dia selama lamanya

Bapa tidak akan mengerjakan sesuatu di dunia ini tanpa melalui kita, akan anak-Nya dan tubuh-Nya di bumi ini. Biarlah kerajaan Allah hadir di dunia di mana anda berada. Di sekolah, di kampus, di kantor, di dunia bisnis, di keluarga, di kota, di bangsa dan Negara di mana Anda berada.

Bukan hanya itu, tetapi manifestasi kerajaan-Nya dapat dinyatakan melalui hidup anda secara nyata karena anda adalah ahli waris-Nya. You are destined to reign! Anda ditakdirkan untuk memerintah!

Heart:
1. Apa yang membedakan pangeran William dengan anak biasa yang tinggal di sebuah keluarga yang sederhana?
2. Renungkanlah apa arti sebuah warisan bagimu! Warisan apa yang sedang Bapa siapkan dalam hidupmu?

Head:
1. Milikilah respons yang benar sebagai ahli waris. ANda punya hak dan kewajiban yang seharusnya parallel dengan status anda sebagai ahli waris kerajaan-Nya. Respons dan kewajiban apa yang akan anda lakukan?
2. Perhatikan anak anak di sekelilingmu. Status akan menentukan masa depan. Pernahkah anda menyadari dan mensyukuri bahwa statusmu adalah anak Raja? Buatlah keputusan agar anda bertindak sesuai dengan statusmu itu.

Hand:
1. Bagikan kepada orang lain yang membutuhkan dan sedang mencari warisan. Harta dan warisan Bapa kita begitu banyak, dan Ia mau membagikan kepada orang yang mencintai-Nya
Ambillah sebuah tindakan agar anda terus mengasihi-Nya dan memabgikan kasihnya secara nyata kepada orang di sekelilingmu.


SHARED BY
Al.Kira

Source:Kingdom Lifestyle

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 20 (Kerajaan Kemuliaannya)

“dan meminta dengan sangat supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah yang memanggil kamu dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya (I Tesalonika 2:12)

Saya pernah membimbing seorang anak muda di Australia, sebut saja namanya Anwar. Orang tuanya bekerja, berbinis dan menambung demi Anwar bisa menikmati kuliah di Australia dan punya bekal hidup yang baik kelak

Segala investasi untuk biaya kuliah, biaya kehidupan, dan lain sebagainya cukuplah besar demi melihat Anwar bisa berhasil mendapatkan gelar dan pengalaman kuliah yang baik di Australia.

Tentunya orang tua Anwar menasehati dia dengan sangat serius agar bertindak dengan baik, bijak dan bertanggung jawab untuk bisa sejalan dengan kehendak dan kerinduan orang tuanya, yang punya cita cita dan memotivasi yang baik untuk melihat anaknya berhasil kelak

Tapi apa yang terjadi? Malah Anwar di Australia merasa hidupnya bebas dari orang tua dan bergaul seenaknya. Terkena pergaulan bebas dan buruk, membuat Anwar enjadi rusak dan tidak bertanggung jawab. Hidupnya berantakan dan terikat dengan kebiasaan buruk lainnya, seperti rokok, minuman keras, obat obatan, dan free sex

Alhasil kuliahnya banyak absennya dan hancur, yang mengakibatkan pihak sekolah mengeluarkannya dan dikirim kembali ke Indonesia dengan blacklist selama 3 tahun tidak bisa kembali ke Australia. Ironis bukan? Hal ini di dalam kejadian nyata seperti ini bisa dialami di dalam perkara rohani juga

Anda harus mengerti status anda, yaitu anda sudah dipanggil keluar dari kerajaan gelap (dunia, iblis, egois) untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya yang penuh dengan kemuliaan

Status dan posisi ini akan membuat anda seharusnya sadar bahwa cara dan gaya hidup anda sudah dan harus berubah. Anda harus siap dan sesuai dengan kehendak Bapa kita di Surga, yaitu hidup berkenan dan memancarkan karakter Raja kita.

Itulah yang digumulkan oleh Rasul Paulus dan bahkan ia meminta dengan sangat kepada jemaat di Tesalonika agar hidup berpadanan dengan karakteristik Raja kita. Sudahkan hidup anda penuh dengan kemuliaan Bapa dan bisa memancarkan kemuliaan-Nya?

Dengan Anda terus berserah dan menjadikan Yesus berkuasa atas hidup anda, maka manifestasi kerajaan-Nya yang penuh dengan kemuliaan akan semakin nyata dalam hidup anda. Mari kembali kepada panggilan dan kehendak-Nya yang sempurna, penuh dengan kemuliaan yang tidak terbatas!!

Heart:
1. Mengapa paulus meminta dengan seris agar jemaat Tesalonika untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan? Coba renungkan
2. Teryata ada pilihan bagi anda untuk hidup di dalam kerajaan Bapa atau kerajaan dunia/egois atau iblis, dimana anda diperhadapakan untuk mematuhi dan sepadan dengan kehendak Bapa atau melakukan kehendak diri sendiri. Bagaimana dengan hidupmu? Akuilah dengan jujur dengan Tuhan

Head:
1. Melakukan kehendak Bapa seharusnya menjadi makanan dalam hidup anda. Kalau anda tidak melakukannya, maka anda akan lemas dan mati. Buatlah sebuah keputusan untuk melakukan kehendak-Nya setiap hari dengan sukacita
2. Jadikan doa bapa kami sebagai gaya hidup, agar kerajaan Bapa senantiasa hadir dan terlihat melalui kehidupan anda.

 Hand:
1. Buatlah sebuah tindakan agar melalui hidupmu, orang bisa memuliakan Bapa. Jadilah berkat bagi seorang hari ini dengan cara yang praktis dan sederhana


SHARED BY
Al.Kira

Source:KIngdom Lifestyle

Saturday, December 17, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 17 (Kerajaan Kekal Yang Tidak Berkesudahan)

“Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juru selamat kita Yesus Kristus” (II Petrus 2:11)

Karakteristik kedua dari kerajaan Alla adalah kerajaan yang kekal. Kita dikaruniakan kerajaan yang kekal, berarti tidak berkesudahan. Tidak pernah ada habis habisnya dan tidak lapuk, tidak dapat dikalahkan oleh system kerajaan atau pemerintahan manapun.

Yesus adalah Alfa dan Omega (Wahyu 22:13), Dialah yang awal dan yang akhir. Demikian juga sebagaimana difirmankan dalam Lukas 1:33, bahwa “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan”

Yesus adalah Raja yang kekal, sampai selam lamanua, artinya dalam situasi apapun dan kapanpun, Yesus adalah Raja yang bisa diandalkan dan dipercaya oleh kita yang mengasihi Dia. Dia adalah sumber yang kekal yang tidak pernah bisa habis.

Di Niagara Falss, air terjun yang sangat besar yang memisahkan benua Amerika dan Canada, disana air tercurah tidak pernah ada habis-Nya. Terus Menerus tidak berkesudahan. Bayangkan, kalau Yesus sebagai Raja dan menjadi sumber yang tidak ada habisnya, maka hidup anda tidak perlu khawatir lagi.

Kerajaan Allah akan bermanifestasi dengan segala sesuatu yang anda butuhkan akan ditambahkan dan mengikutinya. Asalkan anda mau mencari Dia dengan segenap hati dan menjadi semua kebenaran-Nya (Matius 6:33)

Yesus kita adalah Raja yang bisa diandalkan dan dipercaya. Jangan takut dan gentar hatimu. Asal saja anda tinggal dan hidup dalam kerajaan-Nya yang kekal dan tidak berkesudahan, maka semua berkat dan anugerahnya tidak pernah berhenti mengalir atas hidup anda

Alkitab mengatakan, anda sudah dikarunia hak penuh, bukan hak yang setengah. Setelah memasuki kerajan-Nya, hiduplah di dalamnya. Jangan tinggal di luar kehendak-Nya. Jangan keluar dari ketetapan-Nya. Tetapi, mari kita sepakat dengan Raja kita.

Heart:
1. Renungkan kebenaran dalam dirman di atas. Karunia apa yang sudah Bapa karuniakan kepada anda? Hak apa saha yang pernah anda peroleh?
2. Apa artinya kerajaan kekal bagimu? Di dunia ini tidak ada yang kekal. Apa yang anda cari dan prioritas dalam hidup ini?

Head:
1. Biarlah doa ini menjadi gaya hidup anda dengan percaya dan berserah kepada kedaulatan-Nya yang kekal, anda terus memerintah dan menjaga anda. Buatlah keputusan yang radikal hari ini!

Hand:
1. Buatlah sebuah daftar, hal hal apa yang tidak bersifat kekal yang selama ini menguasai hidupmu. Gantilah dan serahkanlah kepada kedaulatan Kristus, sehingga anda bisa mengalami kerajaan-Nya yang kekal
2. Bagikan kepada dua temanmu, berkat dan kekuatan apa yang anda alami lewat perenungan ini. Kuatkanlah mereka yang khawatir dan cemas karena hidup di luar kerajaan Allah.

Friday, December 16, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 16 (Kerajaan yang Tidak Terguncangkan)

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergucangkan, marilah kita mengucapkan syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28)

Sekitar bulan oktober tahun 1997, saya dan kakak saya naik kapal persiar Awani Dream, yang disewa oleh sebuah gereja, menuju Singapore untuk menghadiri KKR Benny Hinn. Di dalam kapal itu ada beberapa pendeta dan group band rohani yang mengisi acara.

Kira kira dua jam setelah lepas labuh dari Tanjung Priuk, tiba tiba kapal yang besar itu digucangkan oleh angin dan badai. Semua penumpang di dalamnya, termasuk saya menjadi pusing dan mual dan merasa tidak nyaman. Semua fasilitas bahkan makanan dan minuman yang berlimpah sudah tidak menarik lagi, karena kamu berfokus kepada guncangan tersebut.

Yang menarik, para awak kapal dengan baju seragamnya dengan sigap mendatangi kamu dan siap membantu kami, seakan mereka tidak mengalami guncangan tersebut. Malah mereka bisa tersenyum dengan hati melayani dan menjadi berkat. Ternyata bagi mereka guncangan tersebut tidak berpengaruh apa apa sebab mereka sudah terbiasa

Wow Alkitab mengatakan kita menerima kerajaan Allah yang tidak tergucangkan. Kerajaan yang kuat dan tidak terpengaruh oleh apapun yang terjadi di dunia ini. Ini adalah salah satu dari karakteristik kerajaan-Nya yang anda terima dan anda tinggal di dalamnya.

Mungkin iblis terus menipu anda. Mungkin semua permasalahan dalam hidup ini begitu menekan dan mengguncang anda. Sehingga seringkali anda merasa kalah,tertipu, tidak berdaya bahkan mundur dari Tuhan. Mari bangkit dan sadarilah bahwa kerajaan-Nya tidak terguncangkan.

Dengan hidup dalam kerajaan-Nya, pastilah anda aman dan kuat. Bukan karena kehebatan anda tetapi karena janji-Janjinya. Melalui darah yang tercurah dan tubuh yang sudah terpecah . Anda diadopsi dan dimasukkan ke dalam kerajaan terang-Nya yang ajaib. Milikilah respons yang benar dan alamilah perlindungan dan manifestasi dari kerajaan tidak terguncangkan itu!

Maka anda akan punya banyak kesempatan untuk bisa melayani dan menguatkan orang orang di sekitar anda. Mereka akan terheran heran melihat anda karena kerajaan-Nya akan membuat perbedaan sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui hidupmu.

Heart:
1. Renungkan janji Tuhan dalam ayat ini. Kerajaan seperti apa yang anda terima dalam kristus? Kebenaran apa yang anda temukan dan menguatkan hidupmu?
2. Renungkan kareakteristik orang yang tinggal dalam “Kerajaan tidak terguncangkan”. Sudahkah anda mengalami ketiga hal itu?

Head:
1. Kesulitan hidup akan membuat anda semakin dekat atau menjauh dari kerajaan-Nya. Ketika anda mendekat dan hidup dalam kerajaan-Nya, maka anda akan kuat dan tidak turut tergucangkan. Ambillah keputusan untuk hidup dalam kerajaan-Nya
2. Tinggalkan kebiasaan lama yang salah ketika anda mengalai tekanan dan masalah. Sekarang buatlah tindakan untuk senantiasa bersyukur, beribadah dan takut akan Tuhan di atas segala perkara.

Hand:
1. Pikirkan dan buatlah tindakan nyata sebagai wujud hidupmu mau beribadah menurut cara yang berkenan kepada-Nya. Ini adalah salah satu cirri anda hidup dalam manifestasi kerajaan-Nya
2. Pakailah setiap kesempatan untuk memberitakan injil dan melayani orang lain yang sedang tergucangkan, mual, pusing dan kuatir hidupnya. Biarlah mereka melihat Kristus lewat hidupmu

Thursday, December 15, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 15 ( Mendatangkan Kerajaan Allah)

Pokok pertama yang kita dapatkan dalam frasa “datanglah kerajaan-Mu” adalah Bapa juga dapat bertindak sebagai Raja untuk menetapkan sesuatu demi kebaikan anak anak-Nya. Karena itu demi kebaikan kita, maka kita harus belajat bersyukur untuk segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita walaupun hal itu di luar kehendak dan kemauan kita pribadi.

Pokok kedua adalah kerinduan akan kedatangan kerajaan-Nya yang menyadarkan kita bahwa hidup di dunia ini sementara, tetapi yang kekal akan dating. Untuk itu, kita diminta hidup bersiap siap dan berjaga jaga menantikan kedatangan-Nya, memperhatikan tanda tanda zaman, dan jangan dininabobokan oleh kemewahan ini

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu” (Matius 6:9-13)

Martin Luther adalah seorang tokoh gerakan reformasi Gereja, pernah berkata, “Iman yang sederhana (Small Faith) dapat membawa kita ke surga, tetapi iman yang dashyat dapat membawa Surga ke dalam hidup kita”

Menurut Doa Bapa kami, kita dapat memahami bahwa Tuhan bukan hanya menginginkan kita bisa sampai ke surga, tetapi juga mengajarkan kita untuk beruman dan berharap “Datanglah kerajaan-Mu”

Hal itu adalah sebuah prinsip yang sangat penting bagi kita semua. Karena itu berarti kita bisa hidup dalam manifestasi kerajaan Allah ketika kita masih hidup di dunia ini

Kita hidup dalam kuasa Roh-Nya, Sepakat dalam semua ketetapan-Nya dan menuruti Yesus sebagai Raja dalam kehidupan kita. Sehingga kita akan mengalami semua janji dan kebenaran Bapa yang akan memberkati , membebaskan dan menolong kita untuk hidup dalam anugerahnya dan menjadi berkat di muka bumi ini.

Surga dan Kerajaan Surga memiliki arti yang berbeda. Apakah anda mengetahui perbedaannya? Surga merujuk kepada suatu tempat, dimana Kristus tinggal dan berada. Tetapi, kerajaan Surga atau kerajaan Allah merujuk kepada sebuah gaya hidup yang melekat dengan ketaatan kepada Yesus sebagai Raja

Kerajaan Surga adalah manifestasi dan ketaatan kita kepada semua ketetapan dan peraturan Tuhan Yesus sebagai Raja dalam kehidupan ini. Bukannya kita lagi yang memerintah dalam hidup kita, tetapi Firman dan kehendak-Nya yang berkuasa dan bertakhta atas hidup kita.

Ketika kerajaan Allah hadir di muka bumi ini lewat kita anak-anak_nya, yang mengasihi dan menaati-Nya, maka dunia akan terwarnai dan diberkati, Maka kerajaan duniawi dan kerajaan iblis akan dikalahkan ketika kerajaan Allah hadir.

Kerajaan terang pasti akan mengalahkan dan mengusir kerajaan gelap. Sebuah gaya hidup yang baru, sedang dan akan terus kita bangun melalui kehidupanpenyerahan diri yang total kepada Dia sebagai Raja.

Heart:
1. Kerajaan Allah dating atas hidup anda melalui iman yang besar, iman yang percaya dan berserah kepada Dia sebagai raja, selain sebagai juru selamat. Ambillah sebuah keputusan untuk menjadikan Dia sebagai Raja yang berkuasa dan memerintah atas seluruh Aspek hidupmu
2. Anda tinggal di dalam kerajaan mana sebelumnya?  Kerajaan egomu, kerajaan iblis atau kerajaan Allah? Buat sebuah keputusan hari ini untuk bertobat dan tinggal di dalam kerajaan-Nya.

Head:
1. Renungkanlah mengapa Yesus mengajarkan doa untuk menghadirkan kerajaan Allah di Bumi ini seperti di Surga?
2. Apakah korelasi doa ini dengan kehidupan anda di bumi ini ketika anda benar benar menjalankannya?

Hand:
1. Belajarlah bertindak untuk menjadikan Yesus sebagai raja setiap hari mulai dari hal yang kecil dan sederhana. Hal apa saja yang akan anda lakukan?
2. Buatlah daftar dosa dan sikap atau tindakan yang salah yang masih anda lakukan ketika anda tingga di dalam kerajaan ego atau dunia ini. Buatlah komitmen dengan anugerahnya dan meninggalkan dan menguburkannya.

Wednesday, December 14, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 14 (Nama Diatas Segala Nama)

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11)

Pada zaman kekaisaran China dahulu, seorang utusan kaisar dapat mewakili sang kaisar untuk membacakan satu keputusan. Pada saat keputusan dibacakan semua orang yang mendengarkannya harus berlutut, seolah olah mereka berhadapan dengan sang kaisar.

Sang utusan hanya mewakili nama kaisar dan membacakannya, tetapi seolah olah kaisar sendiri yang hadir. Nama kaisar pada waktu dia memerintah sangat berkuasa.

Tuhan yang mahakuasa memilih untuk menyatakan nama-Nya sebagai “I am who I am” (Aku adalah Aku). Yang kemudian dinyatakan dalam diri Yesus Kristus. Di dalam Yesuslah, Bapa menggenapi segala rencana-Nya. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka rencana Bapa diwujudkan dalam diri kita.

Bapa sendiri memberikan segala otoritas kepada Yesus. Didalam nama Yesus, ada kuasa. Ada kuasa). Kita beruntung karena kita diberikan otoritas untuk dapat memakai nama-Nya itu

Meskipun sudah terbebas dari kematian rohani, dan menjadi ciptaan baru dalam kerajaan, akan tetapi orang percaya masih hidup di dunia yang dipengaruhi oleh si iblis. Iblis dan antek anteknya masih dapat menggoda dan mencobai anak anak Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan memperlengkapi kita dengan otoritas yang sah untuk menggunakan nama Yesus dalam menghadapi godaan iblis dan antek anteknya (Matius 16:17-18)

Nama itu diberikan secara sah agar digunakan oleh orang percaya dalam peperangan melawan iblis serta dalam berdoa dan penyembahan kepada Bapa di Surga. Murid muridnya Yesus mengusir setan setan, menyembuhkan sakit penyakit dengan menggunakan nama Yesus (Lukas 10:17)

Yesus juga mengajarkan kepada kita agar berdoa di dalam nama-Nya, dan Dia akan memenuhinya (Yohannes 14:12-14; 16:23-26). Itu sebabnya, mengapa doa doa kita selalu diakhiri dengan nama Yesus.

Di dalam nama Yesus juga ada keselamatan. Kisah para rasul 4:12 mengatakan tidak ada nama lain yang di dalamnya kita memperoleh keselamatan. Hanya di dalam nama Yesuslah kita memperoleh keselamatan. Allah memilih rencana keselamatan hanya melalui nama Yesus

Heart:
Mengucapkan syukurlah kepada Bapa, atas keselamatan yang telah anda terima, saat Anda menyerahkan hidup anda kepada Yesus.

Mengucapkan Syukur juga atas otoritas untuk menggunakan nama Yesus dalam kehidupan Anda

Head:
Taruhlah dipikiran anda bahwa Bapa memberikan otoritas yang sah untuk menggunakan nama Yesus pada saat kita membutuhkannya, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, permintaan doa, dan lain lain

Bayangkan penguasa alam semesta membetikan satu otoritas menggunakan nama-Nya kepada kita

Hand:
Ada begitu banyak kesaksian mengenai nama Yesus yang berkuasa. Ceritakanlah kepada teman teman anda mengenai  pengalaman anda berkenaan dengan nama Yesus.

Tuesday, December 13, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 13 (Jangan Sembarangan Menyebut)

Jangan menyebut nama Tuhan , Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

Dalam kehidupan sehari hari, nama Allah atau Tuhan sering disebut sebut. Ketika sekelompok gadis sedang berkumpul dan lewatlah seorang makhluk ganteng ada yang berseru “Oh My God”, ganteng banget!”. Ketika seseorang menunjukkan kebolehannya yang luar biasa, keluarlah decak kagum disertai nama Tuhan. “Ya Tuhan, dia hebat banget”.

Ada juga yang menggunakan nama Tuhan untuk meyakinkan lawan bicaranya, “Sumpah, demi Tuhan, aku nggak bohong!”

Bersumpah aja salah, apalagi memakai nama Tuhan sebagai dasar dari sumpah, itu semakin salah di hadapan Tuhan. Terhadap orang yang sering menggunakan nama Tuhan untuk bersumpah atau menyakinkan lawan bicara. Yesus sendiri berfirman:

Jika ya, hendaklah kamu katakana : Ya, jika tidak, hendaklah kamu berkata: tidak. Apa yang lebih besar dari itu berasal dari si Jahat” (Matius 5:37)

Bagi orang yang sering menggunakan nama Tuhan secara fasih sebagai idiom ekspresi, ingatlah bahwa Allah berbicara tentang hal ini dalam Keluaran 20:7

Kita sebagai umat Tuhan, seharusnya dapat memperlakukan nama Tuhan dengan hormat. Kalau kita terkejut, hindari pemakaian nama Yesus yang sia sia, seperti berseru “Dalam Nama Ysus, gua kepentok batu”

Menghormati nama Tuhan juga berarti tidak menganggapnya sebagai mantra  ajaib. Ada orang Kristen yang menyebut nama Allah seperti halnya “Abrakadabra” atau “sim salabim”. Seharusnya tidak demikian.

Nama itu memang penuh kuasa, tetapi bukan berarti kita boleh mempergunakan sebagai mantra, karena nama Allah adalah attribute Allah sendiri. Misalnya ada seorang temen yang menjengkelkan, kita tidak boleh berkata, “Dalam nama Yesus, mudah mudahan nanti dia jatuh tersandung batu”

Itu berarti kita tidak mengenal siapa sesungguhnya nama Yesus. Kita seharusnya tidak mempergunakan nama-Nya yang kudus untuk mengutuk seseorang. Itu bertentangan dengan keadaan-Nya sebagai Allah yang kudus dan kasih.

“Dikuduskanlah nama-Mu”, sebuah doa yang berisi sebuah kerinduan agar nama Tuhan tidak lagi diucapkan dengan sia sia sebagai penyataan ceroboh, sebaliknya agar nama-Nya dimengerti dan dipahami secara mendalam, dicintai dan ditinggikan atas segalanya

Heart:
Bacalah 1 Petrus 3:15
Periksalah hatimu, apakah anda sungguh menguduskan Yesus sebagai Tuhan dalam hatimu

Head:
Ingat ingatlah, apakah selama ini Anda sering menggunakan nama Tuhan dengan sia sia?

Hand:
Buat komitmen untuk saling mengingatkan di antara komunitas kecil anda agar nama Tuhan tidak disebut dengan sembarangan.


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Kingdom Lifesytle

Monday, December 12, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 12 (Allah Yang Kudus, Umat yang Kudus)

"dan lapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 26:19

Kisah seorang gadis yang baru bertobat dalam pelayanan kami untuk para tenaga kerja di Singapore ini sangat menarik. Hidupnya sederhana, tetapi ia tahu siapa identitas dirinya yang sesungguhnya dalam kekebalan. Ia adalah anak Allah.

Suatu saat, ketika ia mencuci baju, Ia lupa memisahkan pakaian baru tuannya. Dan baju itu akhirnya sedikit terkena lunturan warna dari baju yang lain. Gadis ini bisa saja berbohong dan berkata bahwa dia telah mengikuti semua instruksi dan karena kualitas bahannya jelek maka tetap saja luntur

Bisa saja dia menutupi kesalahannya karena noda itu tak terlalu keliatan. Namun, dia memilih untuk bersikap jujur meskipun ia takut dimarahi majikannya

Dalam kesaksiannya, dia berkata "kalau sekarang saya sudah jadi anak Allah, masa anak Allah tidak jujur." Gadis yang sederhana ini memiliki dignity (martabat) dan integrity. Meskipun sebagai pembantu, ia membawa nilai nilai kerajaan itu dalam hidupnya. Dia mengaku kepada majikannya: "Tuan, saya telah berbuat kekeliruan sehingga baju Tuan terkena noda. Saya minta maaf dan saya siap untuk mengganti baju Tuan dengan gaji saya"

majikannya terkejut oleh kejujurannya. Dan majikannya diberkati dengna perilakunya, yang bukan hanya jujur ketika ia sudah kedapatan salah, tetapi jujur karena ia menyakini nilai nilai kerajaan Allah.

Bukankah banyak orang akhirnya jujur saat ia sudah kejepit? ketiak dia tidak lagi mampu berkelit. Tetapi gadis ini berbeda. Ia jujur dan mengakui kesalahan tanpa diminta. Alhasil, ia hanya diberi peringatan kecil agar lebih berhati hati dan majikannya makin percaya kepadanya

Mengetahui siapa sebenarnya kita akan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Jika kita mengerti predikat apa yang Allah percayakan kepada kita, kita bukan hanya bersyukur, kita akan berubah.

Mengatakan "dikuduskanlah nama-Mu" adalah proklamasi dari keberadaan Bapa. Dan Alkitab juga mencatat bagaimana Allah menyatakan keberadaan kita di mata-Nya" kita ini adalah umat yang kudus yang dipilihnya menjadi umat kesayangannya (Ulangan 26:19)

Bukanlah hal yang sukar bagi Allah untuk mengangkat dan memuliakan umat-Nya. Ia berkuasa dan berdaulat atas segala hal. Tetapi, dalam janji ini juga terkandung ekspektasi Allah bagi umatnya: menjadi umat yang kudus yang dipersiapkan untuk memerintah dengan Dia. (Wahyu 22:5)

Jika nama Bapa ditinggikan, dimuliakan, dan dihormati, maka kita sebagai umat-nya pun akan dimuliakan oleh Bapa. Allah memiliki lebih dari 1001 jalan untuk memberkati dan mengangkat umatnya. Percayalah akan janji-Nya

Heart:
Apakah dalam hatimu sudah termeterai sebuah kebenaran bahwa anda adalah umat kesayangan Allah, umat yang kudus bagi-Nya?

Head:
Pikirkan tentang janji Allah dan kerinduan-Nya untuk memberkati hidupmu. Allah yang menguduskan anda, Allah juga yang berjanji untuk mengangkat dirimu dan mencurahkan berkat-Nya ke atasmu

Hand:
Diskusikan dengan rekan rekan komunitas kecil Anda mengenai penentuan Allah agar umat-Nya memerintah bersama dengan Dia. Karakter ilahi seperti apakah yang diperlukan dalam pemerintahan ilahi?

Apakah anda sudah melihat tumbuhnya karakter ilahi itu dalam hidupmu? Beri masukan dan mintalah masukan dari teman teman komunitas kecil Anda

Sunday, December 11, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 11 (Memuji dan Menyembah Allah)

Halleluya! Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang orang benar dan dalam jemaah (Mazmur 111:1)

Hari minggu tiba. Hari untuk merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan-Nya bagi umat-Nya. Hari yang seharusnya peuh dengan sorak sorai. Sekali lagi, hari minggu adalah Hari perayaan! Biasanya selalu ada jemaat yang terlambat. Slogan klasik yang sering jadi alas an: “Yang penting ngak ketinggalan Firman”

Antusiasme yang benar untuk melakukan pujian penyembahan dapat merupakan tolak ukur dari hubungan kita dengan Tuhan.

Jika hubungan kita dengan Bapa dalam keadaan yang baik, roh kita akan menyala nyala dan itu tampak dari keseluruhan hidup kita, termasuk untuk melakukan pujian, penyembahan. Namun, saya melihat ada kecenderungan umat Tuhan untuk melewatkan pujian dan penyembahan karena salah mengira itu hanya sekadar pelengkap ibadah

Pujian dan penyembahan adalah ekspresi kita dalam mengagumi, memuja dan memuliakan Allah. Petisi “Dikuduskanlah nama-Mu” sangat erat hubungannya dengan pujian dan penyembahan

Bukan kepada kamu, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu (Mazmur 115:1)

Ada pengalaman pribadi yang dirasakan pemazmur bersama Allah sehingga meluap dari hati dan keluar melaluio mulutnya suatu pujian dan penyembahan kepada Allah. Dengan kata lain, ia memuliakan Allah, menguduskan nama Allah karena ia mengenal siapa Allahnya secara pribadi, bukan dari kesaksian atau pengalaman orang lain

selain itu, sukaria juga lahir dari hati yang mengasihi nama-Nya dan roh yang menyala nyala untuk melayani Tuhan (Mazmur 5:11, Roma 12:11)

Antusiasme yang benar dalam pujian penyembahan saat ibadah raya itu penting karena itu adalah salah satu tolah ukur dari sikap kita untuk menguduskan nama-Nya

Lihat, Daud begitu antusias dalam beribadah bahkan bersyukur dengan segenap hati. Dan umat Tuhan bukan hanya akan bernyanyi, mereka juga akan bersorak sorai, akan mengangkat panji panji demi kekudusan nama Allah (Mazmur 20:5)

Heart: Renungkanlah bagaimana anda mempersiapkan hati untuk menyongosng pujian penyembahan dalam jemaah? adalah antusiasme? adakah rasa kehilangan ketika pujian penyembahan terlewatkan karena anda terlambat?

Periksalah hatimu dan minta agar Bapa memberikan roh yang menyala nyala untuk memuliakan nama Tuhan dalam jemaah.


Head:
Buat perencanaan dengan baik agar dirimu tidak lagi terlambat dalam ibadah raya dan melewatkan pujian penyembahan. Dengan pengaturan waktu yang lebih baik, pastikan agar dirimu beribadah tepat waktu

Hand:
Buat Komitmen dengan rekan rekan di komunitas kecil anda untuk menerapkan antusias yang benar dengan segenap hati untuk memuji dan menyembah Tuhan saat ibadah raya, terkait menguduskan nama-Nya.

Saturday, December 10, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 10 (Mengaplikasikan Nama Kudus)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucapkan syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita (Kolose 3:17)

Saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan saat masih di SMA. Sebelumnya, saya sudah Kristen, tetapi tanpa pernah mengenal Allah secara pribadi. Saya adalah Kristen yang “rada nakal”, ke gereja iya, tapi nyontek di sekolah juga iya. Namun setelah saya lahir baru, saya menjadi Kristen yang “radikal”, saya membawa identitas saya sebagai umat Allah sampai ke sekolah: Saya menjadi murid yang baik dan rajin

Sebagai bonusnya, saya selalu menjadi yang terbaik di kelas. Ketika saya memuliakan-Nya, Allahpun mengenapi janj janjibagi saya. Ketika saya menjaga kekudusan nama-Nya, saya mengaalami pertolonganNya yang ajaib

Ada kerinduan untuk memproklamasikan nama Allah di tengah pergaulan saya di sekolah. Ajaibnya, sejak saat itu, mulai banyak teman yang bertanya, “Wah kamu berubah banget, apa yang membuatmu berubah?” Itu membuka kesempatan untuk bersaksi tentang kristus.

Doa bapa kami yang di ajarkan Tuhan Yesus bukan hanya sekedar diucapkan di mulut. Doa ini juga mambawa kita pada sebuah kesadaran bahwa Allah yang kita sebut sebagai Bapa adalah Allah yang kudus, dan sebagai umat-Nya, Kita berkewajiban menyatakan kekudusan itu melalui hidup kita dalam perkataan, perbuatan dan pikiran (Kolose 3:17)

Kudus berarti memisahkan sesuatu dari penggunaan secara umum, menjadikannya sacral, Khusus.

Kita mengatakan “Dikuduskanlah nama-Mu” bukan untuk menambahkan sesuatu kepada keberadaan Allah yang maha kudus. Ia adalah Allah yang Maha Kudus dan mulia, kita menyatakan “dikuduskanlah nama-Mu” agar Ia diagungkan dan dibesarkan di antara bangsa bangsa (Nehemia 9:5)

Kita menguduskan nama-Nya dengan seluruh kehidupan kita, bagaimana kita berbicara, bagaimana kita bersikap, bagaimana kita meresponi keadaan

Kita tidak mungkin mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” jika hati kita penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Kita tidak mungkin berujar “dikuduskan nama-Mu”, bila dalam setiap percakapan kita ada kesombongan, gossip, kebohongan, sumpah serapah dan percabulan. Kita tidak mungkin mengatakan “Dikuduskanlaha nama-Mu” jika kita sering berselancar di situs situs porno.

Mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” sebenarnya adalah kerinduan agar gaya hidup kita membuat sifat dan pribadi-Nya dikenali oleh orang lain

Ini merupakan kerinduan agar kemuliaan Allah dapat direfleksikan melalui segala perkataan, perbuatan dan pemikiran kita. Seperti yang paulus katakana, kita inilah surat Kristus yang dapat dibaca oleh orang orang sekitar kita (II Korintus 3:3)

Heart:
Periksalah kondisi hatimu saat ini. Apakah masih ada kerinduan untuk menjaga kekudusan nama Allah dalam hidupmu?

Head:
Pikirkan, hal hal apa yang dapar dirimu kerjakan untuk memproklamasikan kekudusan Allah di tengah tengah keluargamu, komunitas kecilmu, gerejamu, sekolahmu atau di kantormu

Hand:
Lakukan perubahan terhadap hal hal yang menghalangi pernyataan kekudusan Allah dalam hidupmu. Misalkan: jika anda seorang wanita dan senang bergosip, hentikan itu lakukan perubahan pada perkataanmu.


SHARED BY
Al.Kira

Source:Kingdom Lifestyle

Friday, December 9, 2011

Senjata Mesin Tanpa Peluru, Tapi Mematikan

Menurut kalian bagaimana seorang penyebar kebaikan atau mungkin seorang pengkhotbah harus berpenampilan? lemah lembut? rapi? baik? Bagaimana kalau penampilannya kejam, muka preman atau mungkin mukanya muka pembunuh? Pasti jawaban kita "bisa gila tuh, masa penyebar kebaikan mukanya begitu, Tuhan ganti ganti" atau mungkin kita akan bertanya "Tuhan, mank ga ada yang lain lagi? mending gw aja". Tapi coba Tuhan ganti penyebar kebaikannya jadi kita dan kita dikirim ke tempat tempat yang tidak bagus atau tempat yang tidak nyaman. Pasti sebagian besar dari kita akan berkata "Tuhan jangan saya, orang lain saja"

Karena Tuhan tahu sebagian dari kita akan menyuruh Tuhan memilih orang lain saja, jadi ga salah donk Tuhan memilih orang orang yang mungkin mukanya kejam, muka preman atau mungkin dia itu mantan pembunuh. Karena seorang penyebar kebaikan tidak harus penampilan klimis dan lemah lembut, tapi bisa saja Tuhan memilih seorang yang penampilan keras dan kasar atau bahkan dia mengangkat senjata atau senapan untuk melawan ketidakadilan. Anda setuju tidak sama saya? kalau anda setuju, lanjut baca saja. Tapi kalau anda tidak setuju, dengan berat hati anda harus BERHENTI untuk tidak melanjutkan mindset anda itu dan merubah mindset anda itu.

Apakah yang anda pikirkan kalau mendengar kata "Afrika" atau mungkin benua Afrika? Kita akan menjawab itu adalah benua yang penuh dengan orang orang berkulit hitam. Tapi apa yang kita tahu selain itu tentang benua Afrika itu? Saya akan membuat suatu ringkasan tentang Afrika. Afrika adalah sebuah benua di dunia yang merupakan benua eksotik. Benua ini dikenal dunia adalah benua hitam karena benua ini selama ratusan tahun merupakan benua yang menjadi benua rebutan penjajah yang berkulit putih. Tidak hanya itu, kekayaan alamnya dikuras dan semua penduduk dan warganya dijadikan budak, ada yang diperkosa, ada juga yang dimutilasi, ada juga dipaksa untuk menjadi tentara oleh milisi pemberontakan, dll. Ini keadaan yang sungguh menyedihkan dan sesuatu yang hancur. Sisa sisa penjajahan itu pula yang kemudian membuat sesuatu konflik yang berkepanjangan dan konflik itu menjadikan sesuatu perang saudara bagi Afrika, kepedihan dan keperihan yang tak berujung. Salah satunya adalah negara Sudan.

Sementara di belahan dunia yang kacau itu, seseorang lelaki berkulit putih yang bernama Sam Childers baru keluar dari penjara. Tapi siapakah si Sam itu? Apa yang terjadi dengan dia? Ini ada sedikit informasi tentang si Sam, supaya kita bisa tahu latar belakang dari dia. Sam dibesarkan dipembukitan Pennsylvania. Sejak usia dini Sam mulai menunjukan bakat untuk menjadi pembuat masalah dan seiring usianya bertambah dia menjadi seorang bikers dan bukan hanya bikers biasa, tapi dia adalah seorang bikers yang suka berantem, menjadi anggota geng, menjadi penjahat kambuhan, menjadi pecandu heroin yang tidak segan segan untuk menempelkan pisau di leher seseorang, menjadi seorang penjual obat terlarang dan sering tidur dengan perempuan yang sudah menikah. Dan tidak hanya itu, dia terus makin tenggelam dalam kehidupan yang penuh kekerasan dan kejahatan sampai ia menjadi seorang Shotgunner (Seorang penjaga bersenjata untuk pengedar narkoba). Dari sedikit latar belakang dari si sam, pasti kita akan berkata, pasti dia adalah seorang yang broken home, orangtuanya pasti penjahat juga dan orang tuanya sering memegang senjata juga, dll. Ternyata jawabannya hampir betul, ayahnya dulu sering memegang senjata karena ayahnya adalah seorang mantan marinir. Kedua orangtuanya adalah orang yang sopan dan jujur.

Pada suatu hari Sam bertemu dengan Lynn yang kemudian menjadi istrinya. Anda pasti bisa menebak Lynn adalah seorang wanita yang baik dan orang benar yang tidak berdosa yang Tuhan kirimkan untuk menolong Sam untuk keluar dari semua kejahatan itu. Karena ada pepatah yang mengatakan "Behind Every Successful Man There Is A Woman" dan ini membuat anda pasti dan menjamin 100% Lynn adalah wanita yang baik baik. Jawaban anda adalah BENAR, Nilai 100 buat Anda. Senang tidak? Pasti senang banget. Ya Lynn adalah wanita yang Tuhan kirimkan buat Sam dan dia adalah wanita yang benar tapi setelah dia berbalik ke Tuhan. Kok bisa? Mank kenapa? Karena Lynn sebelumnya adalah seorang penari Stripper atau kata lain adalah seorang penari telanjang.

Pada suatu hari Sam ditangkap dan dimasukkin ke dalam penjara karena suatu kejahatan. Ternyata selama Sam di dalam penjara sang istri yang bernama Lynn menemukan jalan kebenaran dan dia kembali ke Gereja yang pernah ditinggalkannya pada masa mudanya dan meninggalkan profesinya sebagai penari stripper dan keputusan sang istri membuat Sam begitu marah dan keluar ketika bebas dari penjara tidak lantas membuat Sam menjadi lelaki dan suami yang baik baik. Kehidupannya masih berjalan seperti biasa sekeluarnya dari penjara, sampai sampai sang ayah berkata "Nak, suatu hari nanti seseorang akan membunuhmu!"

Setelah perkataan dari sang ayah, Sam sangat dihantui oleh kata kata itu dan dia sangat takut dan khawatir kalau kalau dia akan dibunuh karena obat terlarang dan dia pelahan lahan mulai menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya dan dia mendapatkan pekerjaan di bidang konstruksi dan pelan pelan hidupnya mulai mapan. Tapi itu masih belum bisa membuat dia lepas dari kebiasaannya memakai narkoba dan alkohol.

Dia berusaha untuk menemukan jalan kebenaran dan berusaha untuk membangun kembali hubungan dia dengan Allah dan mulai menjalani hidup yang bersih. Suatu hari dia pergi ke Gereja dan dia tersentuh dan menemukan suatu kejadian yang membuat dia menemukan suatu kedamaian dan jalan terang menuju Tuhan disana. Hidupnya perlahan berubah menjadi lebih baik dan berubah dari seorang geng motor dan penjahat kambuhan menjadi seorang ayah dan suami yang pekerja keras dan ekonominya pun membaik. Tidak sampai disana, Tuhan menganugerakan seorang bayi perempuan yang sehat bagi Sam dan Lynn dan Sam juga memulai bisnis konstruksi sendiri.

Ceritanya Selesai dan menghasilkan suatu Happy Ending?

Ternyata jalan ceritanya belum selesai. Mereka harus menghadapi suatu tantangan terbesar yang tidak lama lagi akan segera terjadi dan jalan hidup mereka tidak bisa ditebak. Pada tahun 1998, karena pertemuan dengan seorang pendeta dari sudan dan atas desakan oleh seorang pastor dari Ameriak yang sebelumnya tergabung dengan kelompok misi yang menyuruh Sam untuk membantu memperbaiki sebuah pondok yang rusak dalam konflik membuat Sam tergerak hatunya untuk mencoba melihat langsung benua hitam itu dan memberikan sumbangan tenaganya untuk menolong pengungsi di tengah konflik perang saudara disana. Jalan ceritanya berjalan dan Sam tersentuh ketika melihat kondisi Sudan dan kisah memilukan yang terjadi pada para pengungsi dan terutama dari anak anak korban kekerasan perang.

Pada saat Sam menjalani misinya ini Sam tersandung dengan tubuh seorang anak yang terkoyak oleh ranjau darat dan dia jatuh berlutut dan berjanji pada Tuhan bahwa dia akan melakukan apapun untuk membantu rakyat Sudan.

Sam kembali ke Sudan berberapa bulan kemudian untuk menjalankan klinik disana. Untuk memenuhi janjinya pada Tuhan untuk berkelana jauh di seluruh negeri, dari kota barat Yei ke desa desa timur Boma. Saat Sam melewati desa Nimule, di perbatasan Uganda, Tuhan berbicara pada Sam dengan suatu pesan: "Aku ingin engkau untuk membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak. Dan Aku ingin engkau membangunnya di sini". Mengaku diajak bicara oleh Tuhan, dia membangun sebuah gereja di dekat rumahnya dan mengumpulkan para pendosa untuk diajaknya ke jalan kebenaran. Masyarakat setempat mengira Sam sudah gila, karena pada saat itu, Tentara perlawanan Tuhan, sebuah milisi pemberontakan brutal yang telah menculik 30 ribu anak-anak dan membunuh ratusan ribu penduduk desa,telah  memporak-porandakan daerah tersebut. Tapi Hal itu tidak membuat Sam berhenti, tapi dia tetap bersikeras, karena Sam yakin Tuhan telah menyuruh dia untuk membangun panti asuhan di Nimule dan di Sudan dia sendiri yang membangun sebuah panti asuhan yang khusus untuk menampung anak anak korban penculikan dan korban perang. Dia kembali ke Amerika Serikat dan menjual bisnis konstruksi dan mengirim uang ke Afrika.

Perlahan-lahan panti asuhan mulai terbentuk. Pada siang hari Sam membersihkan semak-semak dan membangun pondok yang akan menjadi  rumah bagi anak-anak. Saat malam hari, dia tidur di bawah kelambu dengan kain ayunan di bawah pohon: Alkitab di satu tangan, AK47 di tangannya yang lain. Sementara itu, di Pennsylvania, istrinya Lynn dan putrinya Paige berjuang dalam pertempuran mereka sendiri. Mobil keluarga itu diambil alih dan pemberitahuan penyitaan telah disampaikan ke rumah mereka. Sam punya cukup uang untuk membayar hutangnya atau menyelesaikan panti asuhan. Dia tidak mampu menanggung keduanya jadi dia mengirim uang ke Afrika. Dengan selesainya panti asuhan, Sam mulai memimpin misi bersenjata untuk menyelamatkan anak dari LRA. Itu tidak lama sebelum kisah-kisah eksploitasi beredar dan penduduk desa mulai memanggilnya "Pengkhotbah Machine Gun."
13 tahun kemudian panti asuhan itu menjadi yang terbesar di Sudan Selatan dan telah memberi makan sekaligus menjadi rumah bagi 1.000 anak-anak. Hari ini, lebih dari 200 anak menelepon rumah panti asuhan. Sayangnya masih banyak anak-anak menderita di Sudan dan membutuhkan penyelamatan.Sam dan Lynn masih tinggal di rumah yang sama di Pennsylvania yang telah didedikasikan untuk penderitaan anak-anak Sudan sejak 13 tahun lalu.

Kini sikap tangguh dan skill bertarung serta keberaniannya itu dia gunakan untuk membantu membela dan melindungi anak-anak Sudan yang dimutilasi, diperkosa atau dipaksa menjadi tentara oleh milisi pemberontak di Sudan. Kisah nyata Sam Childers kini diangkat ke film layar lebar dengan diperankan oleh aktor action yang terkenal :Gerard Butler!


God Bless you and Keep Winning


SHARED BY
Al.Kira

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 9 (Mengenal Nama Tuhan)

Dan Karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah member kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua (Kisah Para Rasul 3:16)

Mengenali nama Tuhan adalah mengenali pribadi-Nya. Mengenali pribadi-Nya akan membuat kita menyadari betapa kita aman di tangan-Nya yang kuat. Allah menyatakan dir-Nya dengan berbagai nama dan semuanya menunjukan siapa dir-Nya sejatinya.

Nama Allah yang disebutkan dalam Alkitab seperti halnya sebuah peta dalam mempelajari karakter Allah. Karena Alkitab adalah Firman-Nya, maka nama Allah yang disebutkan bertujuan untuk menyatakan kepada kita sifat-sifat-Nya

Nama Allah mengandung janji yang sempurna. Ketika kita mengingat segala atribut yang terkandung dalam nama Allah seperti: Allah yang dekat, Allah yang mengampuni, Allah yang setia, Allah yang Dashyat, Allah keselamatanku, Allah beserta kita. Ini hanya sedikit contoh nama Allah dengan atribut-Nya yang disebutkan dalam Alkitab

Dalam Nama-Nya, Allah menyatakan siapa diri-Nya, kuasa-Nya, kekuatan-Nya, kedaulatan-Nya, kebesaran-Nya, kemuliaan-Nya, dan teruatama kasih-Nya yang kekal kepada kita

Pada awal Allah menciptakan alam semesta, Dia menyatakana diri-Nya dalam nama-Nya sebagai Allah yang berkuasa. Ketika Abraham berada di Gunung Moria hendak mempersembahkan Ishyak, Allah menyatakan diri-Nya sebagai YHVH Yireh (Allah yang menyediakan). Ketika Musa berperang melawan bani Amalek, Allah dinyatakan sebagai YHVH Nissi (Allah panji kemenangan). Dan ketika umat-Nya berada di tengah padang gurun, Dia berjanji untuk menjadi YHVH Rapha (Allah yang menyembuhkan)

Sebagai umat Allah, kita memiliki sebuah janji “Sebab, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Roma 10:13)

Dalam perjanjian Baru, atribut ilahi yang dinyatakan dalam perjanjian lama digenapi sempurna oleh Yesus Kristus. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai “Aku adalah Aku”

Jesus said to them, “Most assuredly, I say to you before Abraham was, I am” (John 8:58 / Yohannes 8:58)

And God said unto Moses, I am That I am: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I am hath send me unto you (Exodus 3:14 / Keluaran 3:14)

Jadi apapun yang kita alami saat ini, di dalam Nama Yesus, kita dapat meraih seluruh janji yang Allah nyatakan dalam nama-Nya. Yesuslah sang penyembuh. Sang panji kemenangan, sang damai sejahtera, Dialah Immanuel! Di dalam Yesuslah, kita memperoleh kegenanpan janji Allah.

Ayat renungan hari ini (Kisah Para Rasul 3:16) adalah kutipan perkataan Petrus ketika kesembuhan illahi terjadi kepada seorang yang lumpuh di bait Allah. Kuasa yang sama dalam nama-Nya juga bekerja bagi kita saat ini.

Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Amsal 18:10)

Heart:
Renungkanlah pernyataan nama Allah dalam firman-Nya sebagai Allah Maha Kuasa, Allah penyembuh, Allah yang dekat, Allah yang menyediakan. Apakah anda sudah mengenal Allahmu?

Head:
Pikirkan tentang atribut Allah, dan di antara segala atribut nama Allah, manakah yang paling berkesan bagimu?

Hand:Bagikan dengan teman teman di komunitas kecola anda tentang pengenalan anda akan Dia. Apakah anda mengalami Dia sebagai YHVH Rapha (Allah yang menyembuhkan), atau YHVH Jireh (Allah yang menydiakan) atau Allah yang kita tidak pernah meninggalkanmu? Bagikan pengalamanmu dengan Allah.



SHARED BY
Al.Kira

Source:
Kingdom Lifestyle

Thursday, December 8, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 8 (Petisi Pertama)

Bagi bangsa Israel, nama bukan sekedar sebutan, panggilan atau tanda pengenal; tetapi menyatakan sifat, karakter, atau kepribadian dari pemilik nama itu. Sebagai anak anak-Nya, kita harus menjaga nama baik Bapa. Karena itu, cara kita berbicara, berpikir, bertindak, bekerja, studi dan lain sebagainya, harus mencerminkan anak anak Bapa surgawi.

Yesus mengajak para murid-Nya untuk “menguduskan nama Bapa”, yakni dengan melakukan perbuatan perbuatan baik di tengah tengah orang banyak, supaya dengan melihat perbuatan perbuatan baik tersebut, mereka pun akhirnya “memuliakan Bapa yang di surga” (Matius 5:16).

Jadi, tidak cukup dengan ucapan bibir (Yesaya 29:13; Matius 15:8; Markus 7:6) dan berseru:  “Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan!” (Yesaya 6:3; Wahyu 4:8), melainkan dengan berbuat baik dalam hidup sehari hari (Matius 7:21; II Tesalonika 3:13; Yakobus 2:14)

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu” (Matius 6:9)

Pernahkah anda berpikir, mengapa setelah panggilan “Bapa Kami yang di surga”, di lanjutkan dengan sebuah petisi, “Dikuduskan nama-Mu”? Mengapa Tuhan Yesus tidak menempatkan urusan roti sebagai petisi pertama?

Apakah artinya “Dikuduskan nama-Mu”? Apakah dengan mengucapkan petisi ini, kita meminta agar nama Allah semakin kudus Apakah kita hendak menambahkan kekuduskan esensi Allah? Tentu tidak!

Allah adalah Allah yang maha Sempurna. Dia tidak akan menjadi lebih besar melalui pengakuan kita, karena Dialah yang maha besar. Dan petisi ini bukanlah untuk menambahkan kekuduskan pada esensi Allah yang maha kudus tetapi merupakan sebuah ungkapan hati yang rindu agar nama Bapa dimuliakan, ditinggikan, diutamakan, dan disakralkan oleh umat-Nya di antara bangsa bangsa.

Dengan demikian, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa petisi utama ini, bukan sekadar pemohonan atau pernyataan kepada Allah. Petisi ini membawa konsekuensi bagi umat-Nya agar menjaga kekudusan nama Bapa dalam kehidupanNya

Jangan sampai nama Allah dihujat orang seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus “Seperti ada tertulis “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa bangsa lain” (Roma 2:24)

Doa Bapa kami adalah doa yang lahir dari pemikiran yang sangat rohani, dimana prioritas pertamanya adalah “Dikuduskanlah nama-Mu”

Doa Bapa kami juga merupakan sebuah pola untuk berdoa dengan benar, bukan hanya sekadar untuk dihafalkan, karena sesungguhnya setiap kata, frase dan kalimat di dalamnya mengandung makna yang dalam.

Doa, dalam kekristenan adalah hubungan dengan Allah sendiri, bukan seperti mantra yang diucapkan untuk memuaskan segala keinginan manusiawi kita.

“Dikuduskanlah Nama-Mu” menjadi sebuah dasar yang penting bagi permintaan selanjutnya. Sebelum kita berbicara kepada Bapa tentang roti, tentang dosa, tentang diri kita

Ketika kita menempatkan kekudusan Nama Allah di tempat terutama, maka keinginan kita, permintaan kita tidak akan bertentangan, namum selaras, dengan sifat Allah yang kudus

Heart:
Renungkanlah sejenak akan petisi “Dikuduskanlah Nama-Mu” Apakah Allah menempati tempat terutama dalam hati anda? Apakah Dia duduk bertahta di hati anda, atau adakah sesuatu/ seseorang yang sangat penting melebihi keberadaan Allah dalam hidup anda?

Head:
Pikirkan tentang hubungan pribadi anda dengan Allah


Hand:

Buatlah skala prioritas dalam mengatur waktu. Usahakan untuk memiliki saat teduh bersama Allah untuk membangun hubungan dengan Allah


SHARED BY
Al.Kira



Source:
Kingdom Lifestyle

Wednesday, December 7, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 7 (Kepulangan Kita Akan Disambut Oleh Bapa)

Di rumah Bapa-ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu  (Yohanes 14:2)

Semua orang tua pada suatu ketika akan melepaskan anak-anaknya pergi, entahlah itu karena sekolah keluar kota, atau keluar negeri, atau karena pernikahan. Aka nada masanya dimana anak anak tidak lagi tinggal serumah dengan orang tua.

Namun, aka nada juga masa di mana anak anak yang telah berpisah akan mengunjungi orang tuanya. Dia Indonesia, dikenal dengan istilah pulang kampong.

“Welcome Home” (Pulang) akan menjadi momen yang sangat menyentuh dan dinanti nanti manakala sang anak adalah seorang pengembara yang telah lama meninggalkan rumah.

Jika kita merenungkan kisah anak yang hilang di dalam Lukas 15:11-32, kita akan melihat seorang anak yang pergi meninggalkan rumah dan untuk sementara lupa akan rumah. Meski demikian kepulangannya selalu ditunggu dan dirindukan oleh sang bapa.

Namun apa daya, sang anak sedang asyik dengan dunianya. Apakah sudah menjadi nasib sebagai orang tua untuk dilupakan oleh anak anaknya yang beranjak besar dan perlahan lahan kebergantungan terhadap orang tuanya juga terkikis habis?

Tidaklah mengherankan jika kepulangan sang anak dipestakan oleh sang bapa. Selalu aka nada pilihan untuk pulang bagi sang anak. Demikian pula dengan kita. Semua kita akan kembali pulang, namun apakah kita akan pulang untuk dihukum atau dipestakan?

Semua tegantung pilihan kita ambil semasa di dunia. Apakah disini kita akan melupakan Bapa selama lamanya?

Bener bener independen dan menyatakan bahwa kita perlu Bapa, atau kita kembali ingat kepada Bapa, bertobat dan benar benar menggantungkan semua pengharapan kita kepada Bapa yang senantiasa menolong kita anak anak-Nya?

Tuhan Yesus lahid dan mati di kayu salib untuk memastikan kepulangan kita, Dan, Dia naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita

Selalu ada tempat di rumah Bapa bagi kita. Ingat momen kepulangan kita akan disambut dengan pesta sukacita. Namun, semua itu tergantung kepada keputusan yang kita buat selama berada di tanah rantau bernama dunia.

Heart:
1. Baca dan renungkanlah kisah anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32
2. Anda adalah seorang perantauan di dunia, suata saat anda akan kembali pulang ke rumah Bapa di surga.
3. Kepulangan anda nanti akan dihukum atau dipestakan semua tergantung kepada kualitas hubungan anda dengan bapa selama di dunia.

Head:
1. Apa alasan sebenarnya sang anak meminta harta ayahnya? (Ayat 13)
2. Apa yang terjadi ketika sang anak hidup jauh dari bapanya? (Ayat 14-16)
3. Mengapa si anak timbul keinginan untuk pulang (Ayat 17)
4. Menurut anda, mengapa sang bapa menyambut anaknya kembali?

Hand:
1. Ambillah komitmen untuk memperbaiki kualitas hubunganmu dengan bapa.
2. Lakukanlah saat teduh setiap hari dan jadilah pelaku firman Tuhan


SHARED BY
Al.Kira


Source:
Kingdom Lifestyle

Tuesday, December 6, 2011

"TIDAK" Untuk Perang, "YA" Untuk Mengasihi

Pada hari minggu, tanggal 25 September 2011 sekitar pukul 11 pagi. Salah satu gereja di Solo yang bernama Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) yang sedang beribadah pada pagi itu tiba tiba dikagetkan oleh sebuah ledakan bom. Bom bunuh diri itu telah membuat jemaat yang baru selesai mengikuti ibadah menjadi korban pemboman itu dan bahkan berberapa diantaranya mengalami luka cukup serius.

Siapa Pelakunya?

Hingga saat ini belum di temukan siapa dalang kejadian itu dan apa motivasi pelaku itu bertindak secara brutal. Kita tidak boleh menuduh, karena kita tidak tahu siapa pelakunya.

Namun satu hal yang diketahui oleh masyarakat bahwa setiap teror bom dan bom bunuh diri yang terjadi di negeri ini adalah ulah sebuah jaringan yang mengatas-namakan agama.

Tapi apakah harus dengan cara teror bom?
Bila kita lihat lebih jauh di satu sisi, apakah yang dilakukan teroris itu tidak melanggar ajaran agama? Sebab tidak sedikir ayat yang terdapat dalam kitab suci yang membenarkan apa yang mereka lakukan.

Tapi ada ayat yang terdapat dalam al-quaran dan itu ada sedikit sembilan puluh empat ayat di dalamnya yang memerintahkan umat muslim memerangi non-muslim. Tujuannya, memaksa mereka agar menjadi muslim. Diantaranya adalah, "Perangilah orang orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beragama dengan agama yang benar (islam)" (Qs. 9:29)

Bukan hanya itu, nabi umat muslim pun memberi teladan tentang bagaiman seharusnya memperlakukan orang orang non-muslim. "saya telah diperintah untuk berperang melawan orang orang sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada yang patut dipuja selain Allah, dan muhammad adalah rasul Allah" (Hadist Al-Bukhari 1:24)

Setiap agama tentu mempunyai hak untuk menyebarkan ajarannya. Tetapi haruskah melakukannya dengan brutal, tidak bermoral, membunuh secara membabi-buta, termasuk orang-orang yang tidak bersalah? Apakah tidak bisa melakukan atau memberitakan itu dengan cara kasih?

Sebelum Isa Al-Masih (Yesus Kristus) terangkat naik ke surga, ada satu Amat Agung yang disampaikan kepada murid-murid-Nya, yaitu: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Injil Matius 28:19-20)

Melalui perintah ini, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) ingin agar setiap orang percaya dan melakukan ajaran yang sudah diberikan-Nya.

Melalui perintah ini, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) berkata, "Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau tidak diterima di situ, serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu" (Injil Lukas 10:8-11)

Demikianlah Isa Al-Masih mengajarkan kepada murid-murid-Nya, bagaimana seharusnya mereka bersikap dalam melaksanakan Amanat Agung tersebut. Beritakan dengan kasih, bukan dengan kekerasan!
Isa Al-Masih tidak mengajarkan perang melainkan kasih

Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan untuk membunuh orang yang menolak Injil-Nya. Dalam setiap pengajaran-Nya, Isa Al-Masih ingin agar setiap pengikut-Nya menyadari bahwa “Kasih” adalah yang terutama. Hal ini pulalah yang dilakukan Isa Al-Masih terhadap orang-orang yang telah menyalibkan-Nya. Yaitu mengampuni mereka!

Mengampuni seseorang yang telah berbuat jahat tentu bukanlah perkara mudah. Termasuk pelaku bom bunuh diri di GBIS, Solo beberapa waktu yang lalu. Namun kita harus melihat pada ajaran dan teladan yang diberikan Isa Al-Masih.  Karena ajaran itu pengikut Isa Al-Masih yang telah benar-benar menerima keselamatan dari-Nya, harus mengampuni orang yang bersalah.

Isa Al-Masih disebut juga sebagai Penasehat Ajaib dan Raja Damai. Sebab itulah Isa Al-Masih berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Injil Matius 5:9).


SHARED BY
Al.Kira