Tuesday, May 3, 2011

Masalah = Orang Jahat

Masalah itu seperti orang jahat yang menggenggam tangan kita erat erat

pilihan kita cuma ada 2: kita ikutin dia dan pada akhirnya orang jahat lain akan menggenggam tangan kita satu lagi dan kita akan menderita lebih dan lebih
atau kita berusaha melepaskan diri dari genggamanya dan kabur ke penolong kita

ingat pilihan ada kita masing masing

KEEP WINNING!!!!!


WRITTEN BY
Al.Kira

The Armor Of GOD




This Story Taken from Paul's Letter to the Ephesians






...God planned to send Jesus to save us!

Save us from what?

Well, when God made the world it was perfect in every way.

And then Adam came along and ate the fruit God told him not to eat. Bad idea! At that moment God’s perfect world wasn’t perfect anymore. Adam decided to do things his way and not God's way, and that never works. Sin got in. And sin ruins everything.

God try to warn Adam. He told him that if he ate the fruit of that tree he would surely die.And that's exactly what Adam did.

Well, he didn’t drop over dead right there! He lived for a long time afterwards. But he didn’t live forever either. One day he died, just like God said he would. God wasn’t being mean or unfair. God just knew that’s what sin does.

And we all sin.

We all do what we want to do instead of what God wants us to do. So we are in trouble! Sin is like a terrible disease, and we all are going to die from it.

And that’s what Jesus came to save us from! God loves us so much, He sent His Son to make things right again.

And the price was very high. Sin brought death into God’s perfect world. The only price to make it right again is for the guilty ones to die - and that’s us.

But Jesus died FOR us. Jesus took the punishment we deserved. What amazing, awesome love that is!


That's not the end of the story!

Three days later, Jesus rose from the dead!

Jesus defeated death! So now, even though we all are going to die just like Adam - we all can rise from the dead just like Jesus!

If we believe in Jesus, and we believe that he died for our sins, God will raise us from dead just like Jesus rose from the dead! That's something we just can't do ourselves no matter how hard we try - but God can. And that is God's gift to everyone who believes in His Son.

And now God can adopt us as His children. One day, everything God has will be ours, and we will live with God forever!

That is the Good News!
Now, since we ARE God’s children, we should live like God’s children. Always be good and honest and loving. Let’s not be like the people who don’t care about God, who do mean and terrible things.

But we all know, it's not always easy...


We are in a battle!
We have an enemy who wants to steal away everything God wants us to have. Only it’s not a battle we can see. Our enemy is Satan - and Satan lives in the invisible world of the spirit. Even though we can’t see him, Satan is very real.
And he wants nothing more than to take us away from God.

And Satan is sneaky. He will use every trick to get us to turn away from God.

You don’t have to be afraid of Satan - but you have to be ready to fight him!


Make God's strength (He has a bunch!) your strength! Like a great warrior, you need to put on your armor. Because your enemy is a spirit, God will give you spiritual armor.

So put on the whole Armor of God!


Tie the Belt of Truth around waist. God is real. God loves you, and Jesus died for your sins. God is on your side - that is the Truth!
Hold on to the Truth, and like a good tight belt, the truth will hold you up and keep you strong when Satan attacks.


Guard your heart.
Put on the Breastplate of Righteousness. Always do what is right and good. That way, Satan won’t have anything to grab onto to worm his way into your heart. You will be able to stand straight and tall, with your head held high.



Next, put on the Shoes of The Gospel of Peace.

Be ready to go wherever God sends you to tell the Good News of God’s amazing love for us.


And then, to protect yourself from Satan’s flaming arrows, take up the Shield of Faith!
The God of the Universe is on your side. God is your protector. Put your faith in Him and Satan cannot hurt you!


Now, put on the Helmet of Salvation.

You are saved! You are God’s child! Satan has already lost, death is already defeated, and nothing can ever take you away from God. Keep your thoughts always on that!


And finally, take up the Sword of the Spirit.

God has given us a weapon to fight back against Satan’s lies and accusations. Our weapon is the truth of God’s Word. It is the Bible. God’s Word can cut Satan’s lies to pieces. Use God’s Word to fight Satan just like Jesus did when Satan tempted him in the desert. The words of the Bible are your sword.


  • You are God's child. He will never let you go! Hold onto that Truth!
  • Always do what is good and right.
  • Be ready to tell anyone you meet about God's amazing love.
  • Put all your trust in Jesus, and know that he has saved you.
  • And finally, fight the devil with God's own Word.
Satan is going to try to take away all the good things God has for you - but don’t worry - God is on our side! And with God on our side, no one - not even Satan - can defeat us!
Be bold! Be strong! For the Lord your God is with you!


God Bless You


SHARED BY
Al.Kira

Bahan Saat Teduh 03May2011

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10)

Dari ayat ini kita belajar tentang kasih karunia, penerimaan tanpa syarat. Sesuatu yang sebenarnya kita tidak layak terima tetapi Tuhan berikan cuma-cuma. Kasih karunia Tuhan menerima orang berdosa tanpa syarat. Kasih karunia adalah Kemurahan Pengampunan tanpa syarat, tanpa timbal balik, tanpa menuntut balas. Kasih karunia penuh dengan Kasih dan Pemaaf.

Para pemungut cukai dibenci karena mereka sering menarik pajak lebih besar daripada yang seharusnya. Pajak hanya dikumpulkan dari wilayah-wilayah taklukan Romawi, dan tidak dikenakan kepada warga negaranya sendiri. Cara yang digunakan para pemungut cukai sangat kejam dan tidak adil. Berbagai makian mungkin diberikan kepada para pemungut cukai: pengkhianat bangsa (karena bekerja untuk Romawi), koruptor, lintah darat.

Ketika Zakheus mendengar berita bahwa Yesus mau datang Ke Yerikho maka ia mencoba segala cara untuk berjumpa Yesus. Ia tidak berpikir bahwa Yesus akan memintanya supaya bisa menumpang di rumahnya, karena ia sadar bahwa ia adalah seorang berdosa. Tetapi Tuhan justru datang untuk mencari dan menyelamatkannya.

“Kasih karunia berarti tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membuat Allah lebih mengasihi kita, dan kasih karunia berarti tidak ada yang bisa kita lakukan hingga membuat-Nya mengurangi kasih-Nya kepada kita.”

Baca dan renungkanlah Lukas 19:1-10
1.Siapakah Zakheus? (ayat 2)

2.Besarkah hasrat Zakheus untuk mengenal Yesus, apa buktinya? (ayat 3-4)

3.Apakah Tuhan Yesus menolak Zakheus? (ayat 5)

4.Perubahan apakah yang terjadi dalam diri Zakheus? (ayat 8)

5.Apakah tindakan Tuhan terhadap orang berdosa? (ayat 9-10)


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA

MENGHADAPI MASALAH DENGAN TETAP MENGUCAP SYUKUR

Mazmur 27:6 – Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhlu sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan.

Suatu kali pada saat mengalami masalah yang sangat sulit dan sepertinya tidak ada jalan keluarnya, Hatiku tergerak untuk menyembah TUHAN YESUS, dan menujukan pandangan setiap pagi kepada-Nya. Awalnya saya tidak dapat memahami hal ini, tetapi pada akhirnya saya mengerti satu hal, menyembah TUHAN YESUS dapat mengalihkan pandangan kita untuk tidak fokus kepada masalah saja. Dia adalah TUHAN yang besar, yang mengatasi segala masalah.

Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Tanpa dicari pun masalah akan selalu menghampiri manusia. Ia bisa menjadi “musuh” jika kita selalu menghindar darinya, dan menjadi “sahabat yang membangun” jika kita berani menghadapinya.

TUHAN menggunakan masalah dengan tujuan untuk mendewasakan karakter kita, dan untuk menunjukkan betapa besar kuasa-Nya dalam hidup kita. TUHAN pasti memberikan kepada kita kemenangan jika kita punya respons yang benar dalam menghadapi masalah. Kadangkala, kita berdoa untuk meminta mukjizat tetapi yang datang malah masalah yang sepertinya lebih besar. Sejatinya, jika kita ingin melihat mukjizat, harus ada masalah yang perlu dihadapi. Mukjizat adalah jawaban dari setiap masalah. Tanpa ada masalah, tidak akan pernah terjadi mukjizat.

Semakin besar masalah yang ada, semakin besar pula mukjizat yang akan ALLAH nyatakan dalam hidup kita. Sebaliknya, jika masalah itu kecil maka mukjizat yang terjadi kecil juga. Masalah membuat iman dan karakter kita makin teruji, terutama saat kita belum melihat jawaban doa namun kita tetap percaya bahwa TUHAN yang akan menyelesaikan setiap masalah dan pergumulan kita. Ada pepatah mengatakan, “Jika kita tidak menyukai sesuatu atau keadaan, ubahlah itu. Tetapi jika kita bisa mengubahnya, ubahlah sikap kita dengan mengucap syukurlah dan jangan mengeluh!”

Hari ini, belajarlah untuk memiliki respon yang benar untuk setiap masalah dan keadaan yang sepertinya tidak bisa kita ubah. Tetaplah kuat dan percaya pada TUHAN YESUS yang memberi kekuatan dan sukacita untuk menghadapi setiap masalah, ujian dan pergumulan dalam hidup kita. TUHAN YESUS yang ada didalam kita terlebih besar dari setiap masalah kita. Masalah adalah pengasah yang baik untuk memperkuat iman kepada ALLAH

Tetap focus pada TUHAN YESUS, dan arahkan selalu pandanganmu untuk memuji, menyembah dan ucapkan syukur selalu setiap waktu…AMEN.

Saudaraku, tetaplah mengucap syukur walaupun kita mengalami berbagai kesulitan , masalah yang tiada hentinya , jangan takut dan tetap percaya bahwa pada waktu TUHAN mengubah hidup kita bagaikan membalik telapak tangan saja,… dengan mudahnya kita akan terangkat dan berkat dari TUHAN YESUS akan mengejar kita…..AMEN.

" Kuatkan dan teguhkan hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka,sebab TUHAN ,ALLAHmu, DIAlah , yang berjalan menyertai engkau; IA tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau " Ulangan 31: 6

Tuhan Yesus Memberkati


SHARED BY
Al.Kira

Monday, May 2, 2011

Yesus atau Roti?

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang “(Yoh 6 :26)

Alkisah ada seorang anak yang sangat sayang kepada anjingnya yang kecil dan lucu sekali, suatu hari si anjing sakit dan tidak bangun-bangun. Si anak menangis terus menerus dan meraung-raung kesedihan melihat si anjing kesayangannya sakit. Si ibu datang menghiburnya dan mengatakan “ nak, sudahlah jangan nangis, nanti ibu belikan sepeda”, maka berhentilah tangisan si anak dan tidurlah ia dipangkuan ibu tercintanya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali si anak bangun lalu kehalaman belakang rumahnya dan tiba-tiba ia menangis meraung-raung dan menjerit sehingga ibunya kaget setengah mati, “ ah pastilah anjing kesayangan si kecil telah mati”, pikirnya. Tapi betapa kagetnya si ibu, ternyata si anjing telah sehat dan sedang menjilati kaki si anak, namun si anak sambil menangis menendang anjing itu sehingga terkaing-kaing kesakitan. Si ibu bertanya “kenapa kamu menangis dan menendang dia”, si anak sambil menangis menjawab : “ tidak mama, tidak mama, aku mau dia mati, kalau dia tidak jadi mati, kan aku tidak jadi dibelikan sepeda” Dari kisah diatas, maka nampak sebenarnya si anak tidak atau bukan mencintai anjingnya yg kecil dan lucu tapi MANIFESTASI dari mencintai, itulah yang menjadi tujuan si anak.

Lalu bagaimana dengan kita ?

Mungkin saat ini kita bisa mulai merenung sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. Apa yg kita cari / harapkan dengan mengikuti Yesus.?? Benarkah Yesus yang kita cari atau roti-roti duniawi yang setiap hari nampak dalam kehidupan kita ? Roti-roti duniawi berupa berkat, karunia-karunia, kesehatan, jabatan-jabatan gereja, kepuasan-kepuasan diri, kehormatan dan banyak macam jenis roti-roti duniawi yg berjejer rapi di ruang pajang toko roti yaitu EGO – suatu ruang pamer “Kepentingan Diri”.

Kalau yang menjadi dasar kita adalah “roti-roti” tersebut maka cinta kita kepada Yesus ibarat cinta monyet, yang setiap saat sirna bahkan terlupa apabila “roti” yang kita harapkan ternyata tidak kita peroleh. Bayangkan, kalau kita ikut Yesus karena ingin mendapat “roti” yang berbentuk damai sukacita, sewaktu “roti“ damai sukacita tidak kita peroleh melainkan beban dalam kehidupan, maka pasti kita akan meninggalkan Dia. Kalau “roti” berkat yang diharapkan, begitu perusahaan bangkrut – perasaan tidak diberkati timbul, masihkah mampu bersyukur dan memuji serta mencintai Dia ?

St. Theresia Liseux ketika membaca ayat-ayat Mazmur 50 : 9-14, ia berkata : “ Lihatlah ! itulah apa yang diminta Yesus dari kita. Ia tidak memerlukan pekerjaan-pekerjaan kita, tetapi hanya cinta kasih. Allah mengatakan tidak membutuhkan makanan kalau Dia lapar, tetapi Allah yang sama, tidak segan-segan mengemis air dari seorang wanita Samaria. IA Haus. Dan ketika Dia berkata “ berilah Aku minum “, sesungguhnya yang dimintaNya ialah cinta dari makhluk ciptaanNya. Ia tidak minta air dari sumber. Ia haus akan cinta, yaitu cinta kasih manusia. Ia mengharapkan agar supaya manusia membalas cinta kasihNya.

Dalam proses kanonisasi Theresia Liseux atau Theresia Kecil dari Kanak-kanak Yesus, kesaksiannya yang merupakan peneguhan spiritualitas Theresia yang terdalam yaitu : “ Cinta kepada Allahlah yang sungguh-sungguh menjiwai segala perbuatannya, ia hanya berpikir tentang Yesus, bernafas bagi Yesus, mau melakukan segala sesuatu demi cinta kepada Yesus dan untuk menyenangkan hati Yesus “ Theresia mau mencintai Allah sedemikian rupa sehingga sama sekali melupakan diri sendiri.


SHARED BY
Al.Kira

Bahan Saat Teduh 02May2011

“Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku”. (Keluaran 33:12)

Dalam pola pikir Ibrani, konsep “kasih karunia” bukanlah konsep yang abstrak. Konsep ini dibangun dari sesuatu yang konkret, yang dapat dikenali oleh indera kita. Ternyata, konsep ini berhubungan dengan pola mereka membangun perkemahan.

Perkemahan para pengembara Ibrani terdiri dari banyak tenda. Mereka membentuk kelompok-kelompok. Masing-masing kelompok merupakan perkemahan keluarga (kaum) dan bisa terdiri dari kurang lebih 50 tenda.

Sisi dari satu tenda bersambung dengan sisi dari tenda yang lain sehingga membentuk lingkaran. Sebagaimana pola lingkaran “tenda bersambung” tersebut yang berfungsi sebagai pelindung bagi orang-orang yang ada di dalamnya, maka makna “kasih karunia” berhubungan dengan perlindungan yang tidak putus-putus bagi orang-orang yang ada di balik dinding itu.

Mereka dapat merasakan dan mengalami kebebasan, kasih, dan keindahan hidup di dalam tenda. Kasih karunia Allah bagaikan suatu perlindungan yang sambung menyambung atau tak putus-putus diberikan Allah kepada umat-Nya. Sudahkah saya dan Anda menikmati “perlindungan yang tak putus-putus dari Allah” itu?

Baca dan renungkanlah Keluaran 33:11-19

1. Apakah permintaan Musa kepada Tuhan? (ayat 13)

2. Apa janji Tuhan kepada Musa? (ayat 14)

3. Bagaimana Musa tahu bahwa ia telah mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan? (ayat 16)

4. Ada berapa banyak kata “kasih karunia” yang Anda temukan dari ayat 11-19? Bagi Anda sendiri, seberapa pentingkah kasih karunia itu?

5. Hal apa yang Tuhan firmankan kepada Musa? Apakah Anda rindu Tuhan juga mengatakan hal yang sama kepada Anda? (ayat 12)



SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA

Bahan Saat Teduh 01May2011

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

Ada tiga waktu. Hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Betapa hebatnya hari esok, itu telah berlalu. Tidak ada satupun yang dapat kita lakukan untuk mengubah hari yang telah berlalu. Hari esok juga di luar jangkauan kita.

“Jika kita ingin berhasil dalam hidup ini, kita harus menaruh perhatian kepada apa yang terjadi pada kita hari ini, sekarang.” (Richard Templar, pengusaha terkemuka Inggris)


“Lakukanlah sesuatu sekarang”, itulah motto orang-orang sukses. Jika kita hidup pada masa lalu dan masa depan, maka kita akan kehilangan kesempatan yang berharga.

Banyak orang gagal karena bermalas-malasan dan menunda-nunda pekerjaan. Ada juga orang yang gagal karena takut dengan hari esok dan bertanya, “Bagaimana bila yang saya lakukan tidak berhasil?”

1. Apa firman Tuhan tentang kekuatiran akan masa depan? (Matius 6:34)


2. Apa yang harus kita kerjakan hari ini? (Ibrani 3:13)

3. Catatlah tiga kekuatiran Anda, dan serahkanlah kepada Tuhan.

4. Apa jaminan Tuhan untuk hidup Anda? (Filipi 4:13)

Tuhan memberkatimu


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA