Friday, November 18, 2011

Daud? Sapa Yang Menduga???



"Orang itu dilahirkan sebagai pemimpin." Perkataan ini sering kita dengar. Namun apakah sebenarnya para pemimpin memang dilahirkan sebagai pemimpin atau apakah mereka dibentuk? Memang benar bahwa ada orang yang kelihatannya dilahirkan dengan segudang kemampuan dan karunia untuk memimpin. Tetapi benar juga bahwa beberapa orang di antara para pemimpin terbesar di dalam Kerajaan Allah adalah mereka yang oleh dunia dianggap tidak memiliki kualifikasi sebagai pemimpin.(Joyce Meyer).

Saya mendapatkan rhema untuk membahas Daud seorang anak muda yang dikenal hatinya oleh Tuhan, tapi tidak dibanggakan di mata keluarganya. Tidak ada yang menyangka bahwa dia dipilih Tuhan menjadi Raja atas Israel dan Yehuda, bahkan melahirkan pahlawan-pahlawan yang setia dan gagah perkasa. Hal ini pula yang menjadi doa dan perenungan saya.




Tidak ada yang menduga sebelumnya, siapa Daud


I Samuel 16:5-12. . . . Kemudian ia (Samuel) menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." . . . Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 

Daud adalah contoh salah seorang dari kita yang dianggap tidak memiliki kualifikasi sebagai seorang yang dibanggakan/diharapkan, seperti menjadi seorang prajurit, pemimpin pasukan bahkan seorang raja nantinya. Isai tidak memperhitungkan Daud, anaknya yang bungsu sebagai seorang yang pantas diundang di upacara pengorbanan kepada Tuhan. Dengan kata lain, Isai membanggakan saudara-saudara Daud yang lain di hadapan Samuel. Memang jelas tercatat bahwa wajah Daud saat itu masih kemerah-merahan, itu berarti Daud masih terlalu muda untuk diperhitungkan, sehingga menurut Isai, Daud hanya layak ditempatkan di tempat yang jauh dari ancaman bahaya, yaitu sebagai gembala kambing domba. Namun siapa yang menduga sebelumnya, kehidupannya sebagai gembala kambing domba selama itu akan membuat Daud memiliki karakter seorang pemberani sebagaimana dia mengejar dan menghajar singa atau beruang yang menerkam kambing dombanya (I Samuel 17:34-37). Tidak ada yang menyangka proses kehidupannya sebagai gembala kambing domba membuat dia terlatih menggunakan umban dan 5 batu licin untuk menumbangkan Goliat (I Samuel 17:40-51). Daud ternyata bukan orang yang sembarangan, karena hanya dia satu-satunya orang di tengah peperangan Israel melawan Goliat, yang menyerukan kebesaran Allah Israel. " TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu . . . supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu Goliat ke dalam tangan kami bangsa Israel. "

Dikenal sebagai pemain kecapi, bukan seorang gembala

Daud itu pandai main kecapi. Di tengah-tengah padang, sambil mengawasi kambing dombanya, ia memainkan kecapinya. Saya yakin suatu ketika saat di tengah kesendiriannya bersama kambing dombanya, Mazmur 23 keluar dari mulutnya untuk pertama kalinya.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (I shall not want/ I shall not be in want).
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Daud berkata Pribadi Tuhan saja itu sudah cukup buat dirinya, sehingga dia tidak membutuhkan apa -apa lagi. Sebuah perkataan iman yang radikal dan luar biasa yang perlu kita nyatakan pula di akhir zaman ini, di tengah-tengah keadaan ekonomi makin terpuruk.  "Tuhan menjadi gembala hidupku, Itu sudah cukup buat aku!"

I Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Perhatikan baik-baik ! Di mata orang lain selain saudara-saudaranya, Daud pertama-tama dikenal sebagai pemain kecapi bukan seorang gembala. Mungkin selama ini, ayah dan saudara-saudaranya tidak bisa melihat dengan jelas, karena mungkin saja Daud hanya memainkan saat menggembalakan di tengah-tengah padang jauh dari rumah; Namun Saul dan hamba-hambanya melihat dengan jelas bahwa Daud itu pemain kecapi yang diurapi Tuhan. Sayang tidak diketahui sejak kapan dan bagaimana hamba Saul mengetahui Daud adalah pemain kecapi.

I Samuel 16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya ( "roh yang daripada Allah" artinya adalah roh jahat yang diizinkan Tuhan untuk mengganggu Saul, karena covering Tuhan atas Saul sudah tidak ada)

Dalam setiap permainan musik Daud, dalam setiap nyanyian Daud, ada kuasa ilahi yang membuat roh jahat tidak tahan. Tidak ada yang menyangka seorang pemain kecapi yang hanya main sendirian di tengah padang, membuat roh jahat tidak tahan.

Dari masa muda sampai seumur hidupnya menjadi Raja, Daud tidak pernah meninggalkan Tuhan. Dalam ketakutan, dalam kekuatiran, dalam ketenangan, dalam suka, dalam duka, dalam masalah, dalam segala hal, Daud selalu mengungkapkan hatinya dan imannya melalui mazmur dan pujian. Anda ingin mengetahui tingkat kerohanian seseorang, perhatikan apa yang dia katakan dan dia perbuat saat di tengah-tengah masalah. Daud dibentuk menjadi pemimpin dari sejak bagaimana dia menjadi gembala dan pemain kecapi di tengah-tengah padang. Dia dipersiapkan menjadi pemimpin oleh Tuhan di saat dia dianggap tidak memiliki kualifikasi sebagai pemimpin di mata orang lain, bahkan di mata orang yang terdekat dengannya. Namun, siapa yang menduga?

Inilah yang dikatakan kesaksian Daud di saat ia telah menjadi tua, bahwa penyertaan Tuhan dalam proses kehidupannya sejak ia masih muda sampai menutup mata, Tuhan tidak pernah meninggalkan orang-orang pilihanNya.

Mazmur 37:23-25 "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; . . ."


Siapapun kita tidak boleh menyerah dalam proses kehidupan ini. Mungkin kita sempat dicela, tidak dianggap, bahkan ada banyak peristiwa kehidupan membuat kita jatuh berulang-ulang karena karakter kita yang bercela, tetaplah bangkit kembali. Selama kita tidak membenarkan diri sendiri dan mau bertobat sekali lagi, maka kita tetap berada dalam perkenanan Tuhan, kita tetap orang benar di hadapanNya. Amsal  24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali. Daud bukanlah orang yang berlaku tanpa dosa seumur hidupnya, ia memiliki kegagalan beberapa kali dalam hidupnya bahkan ada yang berupa dosa yang fatal akibatnya; Namun senantiasa didapati hatinya tidak keras dan tidak ada pembenaran diri sendiri saat ia dibentuk dan dikoreksi.
Selamat datang dalam proses kehidupan karakter, proses pembelajaran sampai kita menutup usia kita !

Yesaya 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.


SHARED BY
Al.Kira

Anda Pecudang, Orang Gagal dan Tolol?

Orang lain boleh mengatakan Anda pecundang, orang gagal, tolol dll,
namun jgn pernah Anda mengatakan hal tersebut kpd diri sendiri.
Capt. Haddock - Tintin The Movie


SHARED BY
Al.Kira

STOP ......, START ......

STOP playing, START praying
STOP feasting, START fasting
STOP complaining, START praising

let's seek GOD more than before


SHARED BY
Al.Kira

Thursday, November 17, 2011

Muhammad SAW percaya dengan Yesus Kristus Adalah Juru Selamat Dunia

Lebih dari 1400 tahun yang lalu, Muhammad (Mohammed) lahir di Arabia. Ayahnya Abdullah berasal dari suku Qureyshi, dan wafat sebelum Muhammad lahir.

Sebagai seorang anak muda, Muhammad melakukan perjalanan ke Syria dengan pamannya dalam karavan para pedagang. Beberapa tahun kemudian, dia melakukan perjalanan yang sama ketika bekerja pada seorang janda yang berada bernama Khadijah. Dia kemudian mengawini Khadijah dan kendati Muhammad berumur 15 tahun lebih muda, perkawinan mereka bahagia.

Muhammad segera mendapat posisi yang baik diantara orang penting di Mekkah. Orang-orang Mekkah mengklaim diri mereka sebagai keturunan Abraham/Ibrahim.

Sebagai seorang yang membenci kejahatan, Muhammad membenci mereka yang tidak patuh pada Kitab Suci. Dia mempelajari Alkitab/Bible dan kemunafikan diantara orang-orang, penyembahan berhala dan segala sesuatu yang tidak menghormati Allah sangat memuakkan baginya. Dia percaya bahwa Allah telah menurunkan Taurat dan Alkitab/Injil (Bible).

"Allah, Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri (Memelihara segala sesuatu). Dia menurunkan Kitab (Qur'an) kepada engkau (ya Muhamad) dengan sebenarnya serta membenarkan (Kitab) yang sebelumnya dan Dia menurunkan Taurat dan Injil, Sebelum Qur'an jadi petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Furqan (yang memperbedakan antara yang hak dengan yang batil)."—Al-Qur'an, Ali Imran 3:2-4

Seorang yang sangat dihormati oleh Muhammad adalah Abraham/Ibrahim, yang disebutnya seorang yang tulus hati dan benar.

"Sesungguhnya Ibrahim seorang ikutan yang ta'at (patuh) kepada Allah, lagi cenderung kepada agama yang lurus dan bukan dia termasuk orang-orang musyrik. Yang berterima kasih atas nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kejalan yang lurus. Kami berikan kepadanya kebajikan didunia. Sesungguhnya dia diakhirat termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Kami wahyukan kepada engkau (ya Muhammad)(yaitu): Ikutlah agama Ibrahim yang lurus. Bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik."—Al-Qur'an, An-Nahl 16:120-123

Abraham/Ibrahim juga dipandang sebagai seorang yang menuruti perintah Allah:

"(Ingatlah) ketika Ibrahim dicobai oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah), lalu diturutnya sekalian perintah itu. Berkata Allah: Sesungguhnya Aku angkat engkau (ya Ibrahim) menjadi imam (orang ikutan) bagi manusia. Berkata Ibrahim: (Begitu pula hendaknya) dari anak cucuku. Berkata Allah:Tetapi orang-orang yang aniaya tiada mendapat perjanjianKu ini.'"—Al-Qur'an Surah Al-Baqarah 2:124

Muhammad memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kitab Suci dan kepercayaan pada malaikat yang berkata kepada Zakaria bahwa dia akan mempunyai anak (seperti dalam Lukas 1:18, 57-60).

"Lalu Tuhannya menerima Maryam itu dengan penerimaan yang baik, serta menumbuhkannya dengan pertumbuhan yang baik. Dan dia dipelihara oleh Zakaria. Tiap-tiap Zakaria masuk ke mihrab menemuinya, didapatinya makanan telah ada didekatnya, lalu ia berkata: Hai Maryam, dari manakah engkau mendapat makanan ini? Maryam menjawab: Ia dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa terhisab. Disanalah Zakaria memohon kepada Tuhannya, ia berkata: Ya Tuhanku, anugerahilah aku seorang anak yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Mahamendengarkan do'a.


Kemudian malaikat menyeru Zakaria, ketika ia berdiri sembahyang di mihrab. Sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan (seorang anak), Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah (yakni Isa), dan menjadi ikutan dan sangat suci serta menjadi nabi diantara orang-orang yang salih.


Zakaria berkata: Ya Tuhanku, bagaimanakah aku akan mendapat seorang anak, sedang aku telah sangat tua dan isteriku mandul. Allah berkata: (Ya), seperti demikianlah, Allah memperbuat apa-apa yang dikehendakiNya.


Zakaria berkata: Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tanda (perempuanku telah hamil). Allah berfirman: Tandanya, bahwa engkau tiada bercakap-cakap dengan manusia tiga hari, kecuali dengan isyarat saja. Ingatlah akan TuhanMu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada petang dan pagi.


(Ingatlah) ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, menyucikan engkau dan memilih engkau diatas perempuan-perempuan dalam alam.


Ya, Maryam, ta'atlah kepada Tuhanmu, sujudlah dan ruku'lah bersama-orang-orang yang ruku'.


Demikian itu ialah pekabaran gaib (tiada kelihatan oleh engkau). Kami wahyukan kepada engkau,, sedang engkau tiada hadir dekat mereka, ketika mereka menjatuhkan kalam (undiannya), (supaya nyata) siapa akan memelihara Maryam; dan lagi engkau tiada hadir dekat mereka, ketika mereka itu berbantah-bantah.


(Ingatlah) ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dai padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih 'Isa anak Maryam, yang mempunyai kebesaran didunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Tuhan.


Dia bercakap-cakap dengan manusia ketika dalam buaian (ketika masih bayi) dan ketika dewasa dan dia termasuk orang-orang salih.


Maryam berkata: Ya, Tuhanku, bagaimanakah aku akan mendapat seorang anak, padahal aku belum pernah disentuh laki-laki. Allah berkata: Demikianlah, Allah menjadikan apa-apa yang dikehendakiNya; apabila Ia hendak memutuskan suatu pekerjaan, Ia hanya berkata: Jadilah engkau, lalu jadilah ia."—Al'quran Surah Ali Imran 3:37-47

Muhammad juga berbicara tentang kebangkitan Yesus:

"Thereupon she pointed to him. They said, 'How can we talk to one who is a child in the cradle?' Jesus said, 'I am a servant of ALLAH. HE has given me the Book, and has made me a Prophet; 'And HE has made me blessed wheresoever I may be, and has enjoined upon me Prayer and almsgiving so long as I live; 'And HE has made me dutiful towards my mother, and has not made me arrogant and graceless; 'And peace was on me the day I was born, and peace will be on me the day I shall die, and the day I shall be raised up to life again.' That was Jesus, son of Mary. This is a statement of the truth concerning which they entertain doubt."—Qur'an, Surah 19:30-35

Lalu Maryam mengisyaratkan kepada anaknya. Mereka berkata: Bagaimanakah kami akan berbicara dengan bayi yang masih dalam buaian?

Dia berkata: Sesungguhnya aku seorang hamba Allah. DiberikanNya kepadaku Alkitab (Injil) dan dijadikanNya aku seorang nabi,

Dan dijadikanNya aku seorang yang diberkati (berguna untuk manusia), dimana aku berada dan diwasiatkanNya kepadaku (mengerjakan) sembahyang dan (membayarkan) zakat selama aku masih hidup,

Dan berbuat baik kepada ibuku dan bukanlah aku dijadikanNya seorang yang sombong dan durhaka. Selamat sejahtera bagiku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

Itulah 'Isa anak Maryam dan itulah kata kebenaran yang mereka ragu-ragu tentang (kebenaran)nya.

Muhammad juga benar ketika menyebut Yesus seorang pembawa pesan,. Dia tidak menyatakan bahwa Yesus bukan Mesias. Muhammad mengetahui bahwa seseorang dapat menjadi pembawa pesan dan tidak sebagai Mesias… tetapi sebagai Mesias, Dia juga seorang pembawa pesan.

Yesus adalah dua-duanya, pembawa pesan dan Mesias yang dijanjikan Allah! Seorang Mesias selalu dikenal sebagai “seorang Penyelamat” seorang yang membebaskan dan pembawa pesan". Allah telah berjanji mengirimkan seorang (Mesias) yang akan membayar dosa seluruh umat manusia.

Mesias!… Pemberian Allah kepada manusia yang berdosa… Penyelamat… Pembebas… Penebus kita. Nabi-nabi dalam Alqur'an telah mengatakan tentang kedatanganNya. Muhammad beserta pengikutnya telah menyebut tentang Dia… Alqur'an dan Alkitab/Injil telah menyebutkan tentang Dia! Sang Mesias… Penyelamat dunia ini! Baik Alqur'an maupun Alkitab/Injil menunjuk orang yang sama sebagai Mesias!!!, tidak yang lain.

Saudara yang kekasih, itulah kebenaran yang sangat dalam! Itulah kebenaran yang tidak dapat di tolak. Yesus adalah satu-satunya Mesias. Dialah Penyelamat. Dialah Mesias umat Muslim, umat Yahudi dan umat lainnya. Jutaan manusia diseluruh dunia di setiap negara dan penganut kepercayaan menerimanya sebagai Penyelamat.

Banyak yang telah mengikuti Mesias yang palsu dan membiarkan hidup mereka berakhir dengan kematian. Mereka tulus hati tetapi tulus hati kepada yang salah. Seandainya mereka menerima klaim yang tidak dapat dibantah bahwa Yesus adalah Mesias, mereka akan menemukan kedamaian yang mereka dambakan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Allah kepada semua orang yang menerima Yesus sebagai Mesias… Penyelamat dunia. Benar, Isa Almasih mengasihi Anda! Mesias yang ditulis oleh Muhammad… mengampuni Anda dan menjadi Penyelamat Anda… Yang membebaskan Anda… Yang memulihkan Anda dari dosa-dosa Anda. Sejarah berkata bahwa Dia disalibkan dan mati diatas kayu salib. Sejarah mengatakan bahwa tiga hari kemudian kuburNya ditemukan kosong. Sejarah dan ratusan saksi mata mengatakan Dia telah bangkit dari kematian. Sayangnya, banyak juga yang menolak kasih dan pengampunan yang Allah telah berikan melalui Yesus.

Allah memberikan Anda kebebasan untuk memilih. ANDA harus membuat pilihan. Anda tidak bisa netral.

Jangan mengambil kata-kata penulis begitu saja. Mari Anda lakukan sendiri penyelidikan mengenai klaim yang dikatakan Muhammad dan nubuatan dalam Alqur'an, demikian juga mengenai kehidupan Yesus seperti ditulis dalam Alkitab/Injil. Nubuatan-nubuatan yang telah dipenuhi dalam kelahiranNya, kehidupanNya, kematianNya serta kebangkitanNya.

Telitilah kenapa Paulus, seorang yang dulunya menganiaya pengikut Yesus menjadi seorang yang sangat percaya kepada Yesus sebagai Mesias dan bagaimana dia menjadi seorang misionaris dunia yang terbesar.

Jika Anda belum menjadi seorang pengikut Isa (Yesus), Anda harus membuat pilihan 1) percaya bahwa Yesus adalah Mesias ATAU 2) menolak Dia sebagai Penyelamat Anda. Anda dapat memilih percaya kepada Mesias, Yesus, yang berkata Dia akan dan telah bangkit dari kematian. Allah mengaruniakan Yesus, yang lahir secara ajaib melalui Maryam, Sura Ali Imran 3:45 sebagaimana Muhammad menyetujuinya, kepada dunia… untuk Anda.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."—Yoh 3:16


SHARED BY
Al.Kira

Jangan Pernah Menyerah

Apapun masalah kita hari ini
Ingat satu hal jangan pernah menyerah

Apapun rintangan kita hari ini
Ingat satu hal kita harus tetap bertahan

Karena badai yang menghantam kita pasti akan berlalu dan saat itu juga mentari akan bersinar dengan terang di hidup kita

Karena kita percaya Tuhan masih ada
Masih ada di hidup kita
Masih ada di hati kita
Dia selalu menjaga kita
Dia selalu setia dekat dgn kita

Satu hal yang kita tahu Dia adalah Allah yang hidup dan tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun

Jadi cara kita cuma "1", ayo kita Tinggikan nama Yesus, karena namaNya besar.

Tuhan Memberkati and Keep Winning!!!


SHARED BY
Al.Kira

Thursday, November 3, 2011

Kenapa Pemain Professional Tetap Perlu Pelatih?

Semua pemain profesional memiliki pelatih. Contohnya, pemain golf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh pemimpin untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh orang lain menasihati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI  kita untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri...


SHARED BY
Al.Kira

Tuesday, November 1, 2011

"Buat Tuhan" VS "Bukan Buat Tuhan"

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp 100.000 apabila dibawa ke Gereja untuk disumbangkan; namun betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan !

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit; namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan); namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar/teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa Asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra; namun kita mengeluh ketika khotbah di Gereja lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu ayat Kitab Suci, tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang yang duduk di depan dalam pertandingan atau konser; namun lebih senang berada kursi yang paling belakang ketika berada di Gereja.

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa untuk memuaskan nafsu birahi daripada menahan 3 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk ibadah; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event2 yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya mempercayai apa yang dikatakan oleh Koran; namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui email dan menyebarluaskan dengan FORWARD seperti api; namun ketika ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya serta langsung klik pada icon DELETE. Anda tertawa......? atau berpikir-pikir.......? Sebarluaskan SabdaNya..SEMENIT SAJAAAA...!

Sahabat yang dikasihi Tuhan...

renungkan dan hayati....

Inilah saatnya berubah...berubah menjadi Anak Tuhan yang Kudus dan tulus untuk mengasihiNya

God Bless You


SHARED BY
Al.Kira