Tuesday, December 6, 2011

"TIDAK" Untuk Perang, "YA" Untuk Mengasihi

Pada hari minggu, tanggal 25 September 2011 sekitar pukul 11 pagi. Salah satu gereja di Solo yang bernama Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) yang sedang beribadah pada pagi itu tiba tiba dikagetkan oleh sebuah ledakan bom. Bom bunuh diri itu telah membuat jemaat yang baru selesai mengikuti ibadah menjadi korban pemboman itu dan bahkan berberapa diantaranya mengalami luka cukup serius.

Siapa Pelakunya?

Hingga saat ini belum di temukan siapa dalang kejadian itu dan apa motivasi pelaku itu bertindak secara brutal. Kita tidak boleh menuduh, karena kita tidak tahu siapa pelakunya.

Namun satu hal yang diketahui oleh masyarakat bahwa setiap teror bom dan bom bunuh diri yang terjadi di negeri ini adalah ulah sebuah jaringan yang mengatas-namakan agama.

Tapi apakah harus dengan cara teror bom?
Bila kita lihat lebih jauh di satu sisi, apakah yang dilakukan teroris itu tidak melanggar ajaran agama? Sebab tidak sedikir ayat yang terdapat dalam kitab suci yang membenarkan apa yang mereka lakukan.

Tapi ada ayat yang terdapat dalam al-quaran dan itu ada sedikit sembilan puluh empat ayat di dalamnya yang memerintahkan umat muslim memerangi non-muslim. Tujuannya, memaksa mereka agar menjadi muslim. Diantaranya adalah, "Perangilah orang orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beragama dengan agama yang benar (islam)" (Qs. 9:29)

Bukan hanya itu, nabi umat muslim pun memberi teladan tentang bagaiman seharusnya memperlakukan orang orang non-muslim. "saya telah diperintah untuk berperang melawan orang orang sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada yang patut dipuja selain Allah, dan muhammad adalah rasul Allah" (Hadist Al-Bukhari 1:24)

Setiap agama tentu mempunyai hak untuk menyebarkan ajarannya. Tetapi haruskah melakukannya dengan brutal, tidak bermoral, membunuh secara membabi-buta, termasuk orang-orang yang tidak bersalah? Apakah tidak bisa melakukan atau memberitakan itu dengan cara kasih?

Sebelum Isa Al-Masih (Yesus Kristus) terangkat naik ke surga, ada satu Amat Agung yang disampaikan kepada murid-murid-Nya, yaitu: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Injil Matius 28:19-20)

Melalui perintah ini, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) ingin agar setiap orang percaya dan melakukan ajaran yang sudah diberikan-Nya.

Melalui perintah ini, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) berkata, "Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau tidak diterima di situ, serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu" (Injil Lukas 10:8-11)

Demikianlah Isa Al-Masih mengajarkan kepada murid-murid-Nya, bagaimana seharusnya mereka bersikap dalam melaksanakan Amanat Agung tersebut. Beritakan dengan kasih, bukan dengan kekerasan!
Isa Al-Masih tidak mengajarkan perang melainkan kasih

Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan untuk membunuh orang yang menolak Injil-Nya. Dalam setiap pengajaran-Nya, Isa Al-Masih ingin agar setiap pengikut-Nya menyadari bahwa “Kasih” adalah yang terutama. Hal ini pulalah yang dilakukan Isa Al-Masih terhadap orang-orang yang telah menyalibkan-Nya. Yaitu mengampuni mereka!

Mengampuni seseorang yang telah berbuat jahat tentu bukanlah perkara mudah. Termasuk pelaku bom bunuh diri di GBIS, Solo beberapa waktu yang lalu. Namun kita harus melihat pada ajaran dan teladan yang diberikan Isa Al-Masih.  Karena ajaran itu pengikut Isa Al-Masih yang telah benar-benar menerima keselamatan dari-Nya, harus mengampuni orang yang bersalah.

Isa Al-Masih disebut juga sebagai Penasehat Ajaib dan Raja Damai. Sebab itulah Isa Al-Masih berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Injil Matius 5:9).


SHARED BY
Al.Kira

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 6 (Hati Seorang Ayah)

“Seperti Bapa sayang kepada anak anaknya demikian Tuhan sayang kepada orang orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13)

Setiap bapa pasti mengasihi anak-anaknya. Hal itu juga yang saya alami. Saya sayang kepada anak saya Sasya. Hati saya sangat bersukacita ketika ia lahir pada 2 November 2010. Saya begitu mengasihinya.

Saya jadi memiliki hobi baru, yaitu menggendong dan memandang wajahnya, menyaksikan wajah mungilnya yang penuh kedamaian.

Tetapi, baru saja usianya satu minggu Sasya terkena batuk dan flu. Hati saya ikut sedih. Saya berdoa kepada Tuhan, jikalau boleh, lebih baik saya yang sakit dibandingkan dia.

Saya tidak tega melihatnya batuk, saya tidak tega ketika melihat Sasya disuntik. Ia menangis dengan jeritan yang keras. Belum lagi ia harus minum obat setiap hari.

Ketika Sasya sakit, dia seringkali menangis. Hati saya teriris setiap kali mendengar tangisannya. Bayangkan, anak yang baru berusia satu minggu harus menderita sakit.

Selama seminggu lebih Sasya sakit. Setiap hari saya terus berdoa kepada Bapa di surga supaya menyembuhkan Sasya.

Lewat kejadian ini saya merenung, saya saja sebagai bapa di dunia begitu mengasihi anak saya apalagi Bapa di surga. Dia mengasihi saya seperti bapa sayang anaknya. Dia bapa yang selalu baik bagiku, tidak pernah meninggalkanku

Heart:

Taruhlah di hatimu, Bapa sangat sayang kepada Anda. Bersekutulah dengan Bapa surgawi, nikmati keintiman dengan Bapa

Head:
Mengucapkan syukur kepada Bapa, karena anda memiliki Bapa yang mengasihi Anda

Hand:
Jangan lalui satu hari tanpa anda bersekutu dengan Bapa.


SHARED BY
Al.Kira


Source:

Kingdom Lifestyle

Monday, December 5, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 5 (Pemulihan Ayah dengan Anak)

“Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak anaknya" (Maleakhi 4:6)

Nama Elia berarti Tuhan adalah Bapaku. Elia adalah nabi yang sangat dihormati di perjanjian lama. Ia tidak mengalami kematian tetapi terangkat hidup hidup ke surga. Dan firman Tuhan katakana bahwa pada akhir jaman ia akan kembali.

Yang akan kembali adalah pelayanan yang dilakukan oleh nabi Elia, yaitu membuat hari bapa bapa berbalik kepada anak anak, dan hati anak anak kepada bapa bapanya. (Maleakhi 4:1-4). Ini adalah hal yang sangat penting. Mengapa? Karena Tuhan ingin kita mengenal Dia sebagai Bapa.

Tetapi, kadang sebagai orang Kristen kita mengalami kendala untuk intim dengan Bapa surgawi. Penghalang terbesarnya adalah gambaran yang keliru tentang Bapa di Surga.

Pikiran yang terlintas ketika mendengar kata Bapa adalah Bapa kita yang di rumah. Apabila seorang memiliki pengalaman yang buruk dengan bapa dunianya maka biasanya ia akan sulit bersekutu intim dengan bapa di surga.

Dahulu saya juga mengalami hal itu. Saya dibesarkan oleh bapa yang otoriter. Sejak kecil, badan saya sudah kenyang dengan pukulan sapu lidi dan rotan. Dan, saya juga jarang berkomunikasi dengan bapa saya yang dirumah karena begitu takut kepadanya. Akibatnya, ketika saya menjadi seorang Kristen dan saya harus berdoa dengan memanggil Tuhan sebagai Bapa, saya sulit melakukannya. Setiap kali saya mau berdoa kepada Bapa surgawi maka yang muncul di pikiran saya adalah bapa saya yang di rumah.

Kemudian saya mengerti kebenaran bahwa untuk saya bisa intim dengan Bapa surgawi saya harus melepaskan pengampunan terhadap bapa saya yang di rumah.

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengampuni papa dan hidup saya dipulihkan. Sejak saat itu, saya mulai bisa intim dengan Bapa surgawi. Mari jemaat Tuhan yang hidup, kita intim dengan Bapa surgawi.

Heart:
1. Apakah anda masih memiliki kepahitan terhadap bapa yang di bumi? Jikalau ada, maka ambillah keputusan untuk mengampuni.
2. Kalau anda seorang ayah, renungkanlah apakah anda telah melukai anak anak anda sehingga mereka menjadi sakit hati? Kalau ya, bereskanlah dengan anak anak anda

Head:
Apakah anda berasal dari keluarga yang kurang harmonis? Maukah keluarga anda dipulihkan untuk menjadi keluarga yang berkenan di hati Allah? Mulailah bertindak dari diri anda. Jadilah inisiator.

Hand:
Yesus menjadikan hidup orang lain menjadi lebih baik. Ambillah beberapa orang dan nyatakan kasihmu dengan sungguh kepada mereka, layani kebutuhan mereka tanpa bersungut sungut. Dirimu akan mengalami sukacita yang besar dan akan membuat hidup orang lain menjadi lebih baik!

Tuhan Memberkati, Keep Winning!!!!


SHARED BY
Al.Kira

Source:

Kingdom Lifestyle

Sunday, December 4, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 4 (Membangun Hubungan dengan Tuhan Melalui Saat Teduh)

“Hai Anakku perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu dilubuk hatimu. Karena itulah yang manjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22)

Kewajiban seorang ayah adalah mengasihi anak-anaknya, dan itu sudah dilakukan oleh Bapa surgawi. Kasihnya tak terhingga sehingga Dia rela menyerahkan Kristus untuk mati bagi dosa dosa kita.

Kewajiban kita sebagai anak adalah taat kepada kehendak Bapa di Surga.  Seluruh kisah di dalam Alkitab menceritakan ketaatan dan ketidaktaatan manusia. Kemuliaan diberikan bagi mereka yang taat, dan kutuk bagi mereka yang tidak taat.

Ketaatan dimulai melalui membaca firman Tuhan secara teratur. Karena bukankah perkataan Tuhan tertls di dalam Firmannya? Menurut Guiness Book of World Record, Alkitab adalah buku yang paling laris, paling banyak dicetak dan paling banyak diterjemakan ke berbagai bahasa di dunia.

Kuncimembangun hubungan adalah komunikasi. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang kuat. Sebaliknya, komunikasi yang buruk akan menghancurkan sebuah hubungan.

Bagaimana mungkin kita bisa membangun hubungan yang intim dengan Bapa kita di Surga jika kita tidak pernah berkomunikasi dengan-Nya melalui saat teduh.

Mungkin saat teduh, Bapa memberitahukan isi hati-Nya dan mencurahkan berkat berkat rohani kepada kita. Banyak orang mengalami kekeringan rohani karena mereka lalai dalam bersaat teduh. Saat Teduh adalah gaya hidup kerajaan Allah.

Heart:
1. Komunikasi adalah kunci membangun hubungan yang kokoh. Saat teduh adalah caraku berkomuniasi dengan Bapa
2. Saat Teduh adalah langkah awal anda untuk taat kepada Bapa surgawi

Head:

Pembaharuan pikiran dapat terjadi kalau Anda mengisi pikiran anda dengan Firman Tuhan. Berdoalah minta Yuhan mengisi pikiran anda dengan Firman-Nya

Hand:
Hari ini adalah awal yang baik bagi Anda untuk mulai bersaat teduh


SHARED BY
Al.Kira

Source:

Kingdom Lifestyle

Saturday, December 3, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 3 (Identitas kita di Surga)

Bapa Kami di dalam Surga (Matius 6:9)

Suatu kali ada seorang pendeta yang bersaksi bahwa dia tidak tahu suku asalnya yang sesungguhnya. Dia hanya tahu bahwa dibesarkan di sebuah pulau di Indonesia. Dia diketemukan di tong sampah dan dibesarkan oleh orang tua angkatnya di pulau tersebut.

Selama hidupnya, dia mengalami kegelisahan tentang identitas dirinya. Dia bertanya tanya tentang orang tuanya, seperti apa rupa mereka, mengapa mereka membuangnya, darimana suku mereka dan lain sebagainya

Kebingungan akan identitas ini menyebabkan dia merasa tertolak dan tidak berharga. Akibatnya, masa mudanya sangat kelam, dia banyak melakukan dosa dan kejahatan. Hingga akhirnya dia berjumpa dengan Tuhan Yesus dan menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai pendeta

Pertanyaan tentang identitas adalah pertanyaan yang mendasar bagi manusia. Siapa kita, darimana kita berasal, dan kemana kita akan pergi setelah kehidupan ini, acap kali menghantui manusia

Penganut paham evolusi menjawab bahwa manusia berasal dari kera, yang lain percaya bahwa manusia berasal dari makhluk angkasa. Sedangkan tentang setelah kehidupan ini, ada yang percaya bahwa manusia akan menjadi tidak ada, seperti tidak diciptakan. Kegagalan manusia mengenal Tuhan sebagai Bapa, berakibat kepada kegagalan menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut

Bagi kita orang percaya, sudah jelas bahwa manusia berasal dari Tuhan uang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa. Kalimat “Bapa kami didalam Surga” dengan jelas menyatakan identitas kita

Kita ini anak anak-Nya, warga kerajaan Surga dengan gaya hidup kerajaan Allah yang membuat kita berbeda dengan dunia, dan akan kembali pulang kepada Bapa di Surga. Asal usul kita jelas, Tujuan kita jelas, berkumpul kembali dengan Bapa di surge

Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life menyatakan bahwa kita dicitpakan oleh Tuhan, oleh karenanya tujuan hidup kita harus dikembalikan atau dilihat dari sudut pandang Tuhan. Di dalam Tuhan, tidak ada keraguan atau kekurangjelasan siapa kita. Mengapa kita ada, dan kemana kita akan pergi dari kehidupan ini.

Heart:
Anda adalah anak Allah yang Maha Tinggi. Tuhan adalah Baa anda dan anda anak-Nya. Bukan hanya anda yang mengaku anak-Nya. Bapa juga mengakui anda sebagai Anak-Nya (Roma 8:14-16)

Head:
Kejelasan identitas sebagai anak Allah mengharuskan Anda memiliki gaya hidup yang Bapa sudah gariskan kepada Anda. Anda harus memiliki gaya hidup kerajaan Allah. Kira kira apa sajakan gaya hidup kerajaan Allah itu? Apa sajakah gaya hidup Anda yang masih bertentangan dengan gaya hidup seorang anak Tuhan?

Hand:
1. Sebagai anak Allah, anda memiliki martabar sebagai anak Allah yang maha tinggi
2. Hal hal apakah yang akan anda lepaskan dari hidup anda karena bertentangan dengan gaya hidup sebagai anak anak Allah?


SHARED BY
Al.Kira

Source:
Kingdom Lifestyle

Friday, December 2, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 2 (Tuhan adalah Bapa Kita)

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dashyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Maleakhi 4:5-6)

Selama bertahun tahun, saya tidak bisa memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa atau menyanyikan pujian Bapa surgawi dengan perasaan intim di hati. Saya lebih bisa mengapresiasi Tuhan sebagai sahabat. Pada awalnya, saya tidak tahu mengapa demikian dan tidak ambil pulang.

Namun, ketika Alkitab mengajar saya bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa dan Dia mau saya memanggil-Nya Bapa, Tuhan juga menyingkapkan kepada saya bahwa penyebab saya tidak bisa memanggil-Nya Bapa dengan perasaan intim di hati adalah karena saya memiliki kepahitan terhadap ayah saya.

Saya gagal mengenal Tuhan sebagai Bapa yang baik karena kepahitan terhadap Ayah saya. Sebenarnya, Tuhan meninginkan melalui para ayah di dunia kita belajar mengenal Dia sebagai Bapa. Kegagalan para ayah memerankan dirinya sebagai ayah yang baik menyebabkan kegagalan anak anak mengenal Tuhan sebagai Bapa.

Jika kita memiliki ayah yang galak, kasar, tidak peduli dan jahat, maka kemungkinan besar kita akan berpikir bahwa Tuhan itu galak, kasar, tidak peduli, dan jahat. Hubungan yang dingin, rusak, dan diwarnai kebencian terhadap ayah duniawi menyebabkan dinginnya hubungan kita dengan Bapa surgawi.

Saya mengalami kelepasan setelah mengampuni ayah saya. Saya melepaskan pengampunan buat ayah yang sudah tiada. Ajaib, lambat laun Tuhan memulihkan hati saya, sehingga dengan penuh keintiman, saya dapat memanggil Dia, Bapa!

Bapagiman dengan Anda? Dapatkah anda dengan penuh keintiman memanggil Tuhan dengan panggilan Bapa?

Jika tidak, coba cek bagaimana hubunganmu dengan ayahmu. Adakah yang perlu dibereskan? Lepaskanlah pengampunan dan berdoalah, biar Bapa surgawi memberikan pemulihan hati bapa di dalam hatimu.

Heart:
1. Tuhan itu baik. Dan, Dia menyatakan diri-Nya kepada kita sebagai Bapa. Adakah keintiman di hati Anda ketika memanggil-Nya Bapa? Jika tidak, mengapa demikian?
2. Berdoalah minta Bapa membasuh hatimu dan supaya Dia mewahyukan diri-Nya sebagai Bapa ke dalam hidupmu

Head:
1. Karena Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa, maka Anda harus mengenal Dia sebagai Bapa, kira kira langkah langkah apa yang perlu Anda ambil supaya Anda mengenal-Nya sebagai Bapa?
2. Mulai hari ini, belajarlah memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa.

Hand:
1. Jika kekosongan akan hati Bapa di hati Anda diakibatkan oleh kehilangan figure ayah sejak asa kecil Anda, berdoalah kepada Bapa supaya Dia mewahyukan kebapaan-Nya kepada diri Anda.
2. Jika anda tidak membenci ayah namun bermasalah dengan figure otoritas lain di hidup Anda(ibu, paman, tante, guru, dll), maka langkah terbaik untuk bebas dari kebencian ini adalah dengan melepaskan pengampunan kepada mereka.

God bless you and Keep Winning


SHARED BY
Al.Kira
Source:
KINGDOM LIFESTYLE

Thursday, December 1, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Pertama (Kita adalah kesayangan Bapa)

Kita akan mengawali dengan menggali rahasia makna dari panggilan “Bapa Kami di Surga”. Ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita akan diberi hak menjadi anak anak Allah. Sebagai Anak, kita memanggil Tuhan pencipta langit dan bumi sebagai Bapa. Dengan memanggil Allah dengan sebutan Bapa, kita merasakan jaminan kedekatan, keamanan, dan kepastian penerimaan dari seorang ayah, atau papa yang baik, sempurna dan berkuasa

Banyak mengalami kesuliatan untuk menyebut Bapa. Karena figure atau image kebapaan dirusak oleh Bapa di dunia. Oleh Karenanya, kita akan menggali kebenaran ini dengan focus dan dekat kepada Bapa, sehingga dapat memperbaiki image yang telah dirusak tersebut.

“Seperti bapa sayang kepada anak anak-nya, demikian Tuhan sayang kepada orang orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13)

Seorang ibu suatu kali menceritakan kisah hidupnya nyaris datar dan tanpa emosi sedikitpun, sementara saya mendengarnya dengan tegang, hati yang hancur dan marah. Istri saya sudah banjir air mata

Ibu ini berkata bahwa dia sudah tidak bisa menangis lagi, karena menurutnya air matanya sudah kering. Namun, dari semangat hidup dan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, saya tahu bahwa Kristus sudah memulihkan masa lalunya yang kelam akibat perbuatan seorang ayah

Kemudian masa remajanya hancur, ketika kelas dua SMP, dia diperkosa oleh ayah tirinya. Tidak hanya demikian. Setamat SMU (Kira Kira 16 tahun) dia dinikahkan secara paksa dengan seorang pria yang jauh lebih tua dan sama sekali tidak dia dikenalnya. Belakangan, ibu ini baru tahu bahwa sesungguhnya demi sejumlah uanga dia dijualoleh ayah tirinya kepada keluarga suaminya.

Selama kehidupan masa pernikahan, ibu ini mengalami kekerasan secara psikologi maupun tubuh. Setelah melahirkan, semua urusan anaknya diambil alih oleh mertuanya. Ibu ini jarang diizinkan untuk melihat anaknya

Hingga tak lama kemudian, mertuanya menyodorkan surat cerai kepadanya untuk ditandatangani. Tanpa berpikiran panjang, ibu ini langsung tanda tangan dan keluar dari rumah neraka tersebut. Kemudian hidupnya terlunta lunta dan depresi berat sehingga sempat dirawat di rumah sakit jiwa.

Sejak itu, ibu ini berpendapat bahwa semua pria jahat, bahkan dia berpikir bahwa Tuhan itu jahat. Kalau Tuhan itu baik, kenapa Dia izinkan semua itu menimpa hidupnya. Sampai suatu kali, ibu ini bertemu Tuhan Yesus dan hidupnya diubahkan. Bapa surgawi memulihkan hidupnya. Pembimbing rohaninya menunjukan kepadanya bahwa dia memiliki seorang Bapa di surge yang sayang kepada anak anaknya

Kemudian, ibu ini mengampuni semua orang yang sudah menyakitkan dia dan Bapa melimpahkan dengan kasih setia dan rahmat. Tuhan menunjukan kepadanya bahwa kualitas kehidupan yang dia miliki kini jauh lebih baik daripada kehidupan mantan suaminya yang kemudian jatuh bangkrut dan hidup di dalam kesulitan

Kita punya Bapa yang baik, Bapa yang selalu peduli terhadap kehidupan anak-anaknya. Tidahk masalah sudah berapa dalam kita jatuh atau seberapa hancunya kehidupan kita sehingga kita melahirkan diri dari-Nya, Dia sanggup menggapai kita kembali. Tidak masalah seberapa sakit dan pedihnya luka hati kita, Dia sanggup menyembuhkan dan memulihkannya. Bukalah hatimu dan datanglah pada-Nya

Heart:
Mengucapkan syukur kepada Bapa, karena kita menjadikan anak-anaknya yang mempunyai hak istimewa di dalam kerajaan-Nya, untuk setiap saat dapat dating kepada-Nya, tanpa batasan

Head:
Renungkanlah dan taruhlah dalam pemikiran kita bahwa kita mempunyai Bapa yang selalu ada selama 24 jam sehari, dan selalu siap sedia untuk mendengar dan menolong kita

Hand:
Berpikirlah tentang orang tua kita, mungkin ada sesuatu ganjalan dalam hatimu mengenai orang tuanmu. Segeralah bereskan. Kalau masalah itu adalah kesalahan kita, datanglah kepada mereka dan minta maaf, Tetapi kalaupun itu kesalahan atau kekurangan mereka, Anda harus mengampuni

God Bless You And Keep WInning


SHARED BY
Al.Kira

Source:
KINGDOM LIFESTYLE