Thursday, June 30, 2011

Bahan Saat Teduh 30June2011

“Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.” (Yudas 1:23)

Sewaktu kita baru bertobat dan mengalami banyak pertolongan Tuhan, kita cenderung berapi-api untuk menceritakan kesaksian kita kepada orang lain. Kita rindu agar anggota keluarga kita, teman kantor atau sekolah kita, untuk mengalami kasih Tuhan juga. Namun, seringkali makin lama, kerinduan itu memudar.

Kita harus menjaga kerinduan akan jiwa-jiwa. Jangan sampai hilang. Kalau kita menemukan ada orang yang terhilang, seharusnyalah belas kasihan itu bisa kita tunjukkan dan berikan kepada mereka, injili dan tuntun mereka untuk bisa menerima keselamatan dari Tuhan itu.

Beberapa orang mengaku dirinya Kristen tapi belum menjadi penuai jiwa, melainkan terus minta dilayani. Sebagai pekerja-pekerja Kristus, kita harus minta kepada Tuhan untuk memiliki belas kasihan seperti Tuhan Yesus terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Belas kasihan tersebut yang akan memberikan kita ketekunan dan kesetiaan untuk terus berdoa dan melayani orang-orang yang sulit sekalipun. Belas kasihan itu yang akan membuat kita jadi penuai-penuai jiwa. Sebagai orang percaya, kita harus punya hati penuh belas kasih bagi jiwa-jiwa!

Baca dan renungkanlah Yudas 1:21-25
1. Apakah yang harus kita lakukan sebagai orang percaya sambil menantikan hidup yang kekal? (ayat 21)
2. Apa yang harus kita lakukan kepada orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus? (ayat 22-23)
3. Apa jaminan yang Tuhan berikan kepada kita sebagai orang percaya? (ay. 24)


SHARED BY
Al.Kira

Source:
AOC - JAKARTA

Wednesday, June 29, 2011

Bahan Saat Teduh 29June2011

“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."  (Lukas 15:10)

Kita bisa meneladani George Muller, orang yang selalu memiliki kerinduan agar setiap orang diselamatkan. Suatu hari ketika George Muller ditanya tentang pengalaman doanya. "Apakah di dalam hidup pak George, ada doa yang Tuhan tidak jawab?" Dengan mata melotot dan suara yang keras ia menjawab, "Semua doa-doaku dijawab, hanya ada satu doa yang belum Tuhan jawab, yaitu doa untuk teman baik saya selama 38 tahun agar dia menerima Tuhan Yesus."

Banyak orang bertanya mengapa doa yang satu ini tidak dijawab oleh Tuhan? Ternyata, ketika George meninggal, tepat pada hari penguburannya, di depan liang kubur bertelut seorang tua dengan air mata bercucuran dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Orang tua itu adalah teman George yang telah didoakannya selama 38 tahun. George Muller boleh mati tetapi doa-doanya tetap hidup. Ditemukan, buku catatan doanya yang berisi puluhan ribu pokok doa. Dahsyat sekali! Di dalam catatan itu, tidak ada satupun doanya yang tidak dijawab Tuhan.

Baca dan renungkanlah Lukas 15:1-10
1. Dua perumpamaan yang baru saja kita baca menggambarkan hati Tuhan yang sangat mengasihi orang-orang yang terhilang dan tersesat. Tindakan apa yang yang Tuhan  lakukan terhadap mereka? (ayat 4, 8)
2. Apa yang terjadi ketika jiwa-jiwa terhilang ditemukan kembali? (ayat 7, 10)


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA

Tuesday, June 28, 2011

Bahan Saat Teduh 28June2011

"Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”  (Matius 9:36)

Betapa menderitanya domba yang tak bergembala, ia pasti kelaparan dan kehausan karena kekurangan makanan dan air;  pastilah ia dalam bahaya jika ada binatang buas hendak menerkamnya, karena tak ada pembela yang melindunginya. Demikian juga jiwa manusia akan tersesat jika mereka terpisah dari 'Gembala yang baik'. Di dunia ini manusia takkan menemukan kasih seperti kasih Tuhan karena manusia umumnya egois dan tidak peduli terhadap sesama.

Di dalam dunia ini, banyak orang kaya yang "lelah dan terlantar", demikian juga dengan orang miskin, ganteng, cantik, jelek, terhormat, terhina, tuan, budak, dan banyak golongan manusia lainnya dari berbagai suku dan bangsa. Jika mereka semua belum mengenal Yesus, hidup mereka pasti "lelah dan terlantar" karena tak ada gembala yang mengarahkan hidup mereka kepada jalan ke surga (kehidupan kekal) melainkan ke neraka (kematian kekal).

Mungkin orang tersebut adalah salah satu dari keluarga Anda sendiri, tetangga atau teman Anda. Maukah Anda berkorban waktu, tenaga dan materi untuk mengabarkan Injil kepada mereka sehingga mereka diselamatkan?

Baca dan renungkanlah Matius 9:35-38.
1. Apakah yang menggerakkan hati Tuhan? (ayat 36)
2. Orang-orang seperti apakah yang menggerakkan belas kasihan Tuhan? (ayat 36)
3. Menurut Anda, siapakah pekerja-pekerja yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus, yang seharusnya bekerja untuk menuai jiwa-jiwa bagi kerajaan Surga? (ayat 37)


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA

Monday, June 27, 2011

Bahan Saat Teduh 27June2011

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” (Markus 6:34)

Belas kasihan adalah kemampuan untuk merasakan kebutuhan orang lain, diikuti dengan tindakan menjawab kebutuhan tersebut. Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh belas kasihan dan komitmen yang kuat untuk bertindak. Tuhan Yesus melatih murid-murid-Nya untuk memiliki belas kasihan terhadap orang lain sekalipun para murid sedang dalam keadaan yang letih, sekalipun mereka sendiri sedang punya masalah.

Seringkali ketika kita sendiri mempunyai kebutuhan, Tuhan menyuruh kita untuk terlebih dahulu menjawab kebutuhan orang lain dengan memberi kepada mereka. Ketika kita taat, tidak fokus pada masalah kita sendiri namun mulai bertindak untuk menjawab kebutuhan orang lain dengan cara meminta mata dan hati seperti Tuhan Yesus maka kita akan melihat keajaiban pemeliharaan Tuhan terhadap kita.

Belas kasihan harus selalu dinyatakan. Jika tidak, maka hati kita akan menjadi dingin, tidak peka dan tidak peduli terhadap jiwa-jiwa. Salah satu alasan Tuhan memanggil dan memilih kita adalah untuk memakai kita untuk melayani orang lain, keluarga, bahkan orang-orang baru, agar mereka mengenal kasih Tuhan.

Baca dan renungkanlah Markus 6:30-44.
1. Murid-murid Tuhan baru saja kembali dari pelayanan yang meletihkan. Bagaimanakah Tuhan Yesus menunjukkan kepedulian-Nya terhadap kebutuhan murid-murid yang  sangat dikasihi-Nya? (ayat 30-32)
2. Kemudian orang-orang lain datang berbondong-bondong minta dilayani. Apakah yang menggerakkan belas kasihan Tuhan Yesus? (ayat 34)
3. Murid-murid Tuhan Yesus kurang memiliki rasa belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan. Faktor apakah yang menghalangi mereka untuk melayani? (ayat 35-37)


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA

Sunday, June 26, 2011

Bahan Saat Teduh 26June2011

"Selamat Pagi.”
“Saya mendengar tentang pekerjaan baik yang Anda lakukan kemarin.”
“Well Done." 

Ungkapan-ungkapan seperti itu adalah ungkapan yang patut untuk diucapkan oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Ada suatu studi yang menyimpulkan bahwa lidah adalah otot terkuat yang ada dalam tubuh kita.

Tuhan memberikan kepada Anda suatu kesempatan untuk membangun kehidupan orang-orang di sekitar Anda dengan kata-kata yang Anda ucapkan ke dalam kehidupan mereka. Dengan otoritas yang ada melalui kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan Anda, maka di dalam perkataan Anda terdapat suatu kuasa yang dapat membangkitkan jiwa yang sedang melemah. Pandanglah sekeliling Anda dan carilah jiwa jiwa yang lemah, bangkitkanlah mereka dengan ucapan Anda yang membangun imannya.

Pertanyaan
1.Bagaimanakah seharusnya kata-kata kita? (Mazmur 45:2)

2.Seperti apakah perkataan yang positif itu? (Amsal 19:24)

3.Mulai hari ini, bangunlah kebiasaan mengucapkan kata-kata yang positif, mulailah dengan mengucapkan sesuatu yang positif dan membangun terhadap keluarga Anda (Suami/istri, anak, orang tua dll) lalu lanjutkan terhadap setiap orang yang Anda jumpai hari ini.


SHARED BY
Al.Kira

Source:
AOC - JAKARTA

Saturday, June 25, 2011

Bahan Saat Teduh 25June2011

"Ibadah  yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." (Yakobus 1:27)

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika kita mendengar kata “ibadah”? Apakah mengangkat tangan, bernyanyi menyembah Tuhan, membawa uang persembahan, dan sebagainya? Yakobus mengajak kita melihat satu kebenaran dari perspektif yang berbeda. Tentunya menyanyikan penyembahan kepada Tuhan adalah baik adanya.

Tetapi Firman Tuhan di Yakobus mengajak kita untuk beribadah dengan cara yang lain. Yaitu, beribadah kepada Tuhan dengan melayani yang berkekurangan. Mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka. Dan, tentunya menjaga diri kita agar tidak cemar oleh dunia ini. 

Baca dan renungkanlah Yakobus 1:26-27
1.Apakah yang membuat ibadah seseorang menjadi sia-sia? (ayat 26)

2.Ibadah seperti apakah yang Allah harapkan? (ayat 27)

3.Apakah yang Anda ingin lakukan untuk mereka yang berkekurangan?


SHARED BY
Al.Kira

Source:
AOC - JAKARTA

Friday, June 24, 2011

Bahan Saat Teduh 24June2011

"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Kejadian 1:27)

Manusia tersebar ke dalam berbagai bangsa, kota, etnik, dan sebagainya. Ketika Tuhan melakukan penciptaan, Tuhan menciptakan Manusia: laki dan perempuan. Perbedaan yang dibuat hanyalah ada kaum adam dan ada kaum hawa, dan keduanya diciptakan sama seturut gambar rupa Allah.

Tuhan melihat umat manusia dengan cara yang berbeda dengan cara manusia memandang sesamanya. Manusia sering mengklasifikasi dengan jumlah kekayaan, kepintaran, dan sebagainya. Tuhan tidak membagi manusia dengan hal demikian. Tuhan mempunyai dua pembagian yang sering kali digunakan, yaitu orang yang takut kepada Tuhan dan orang yang tidak mempedulikan keberadaan Tuhan. Marilah kita mulai mengunakan cara yang Tuhan gunakan dan tidak membeda-bedakan satu manusia dengan manusia yang lainnya. manusia melihat apa yang di luar, tapi Tuhan melihat kepada hati.

Baca dan renungkanlah Roma 10:12
1.Menurut Alkitab, adakah perbedaan suku? Apakah Tuhan membedakan suku?

2.Standar apa yang Anda sering gunakan untuk mengklasifikasi manusia yang ada di sekitar Anda?

3.Dengan cara apakah Tuhan melihat dan mengukur manusia?


SHARED BY
Al.Kira


Source:
AOC - JAKARTA