Wednesday, October 19, 2011

Puasa Bagi Orang Kristen

Sebelum kita memulai pembahasan tentang topik tentang "Puasa Bagi orang Kristen", terlebih dahulu kita mengenal dulu definisi dari puasa. Puasa itu artinya berpantang atau menahan nafsu untuk makan atau minum atau dua duanya dan kata puasa itu diambil dari bahasa Yunani "NESTEIA". Sekalipun artinya seperti begitu, tapi Alkitab sendiri tidak secara rinci menjelaskan apa yang seharusnya boleh dimakan atau yang tidak boleh dimakan, apa yang boleh diminum atau apa yang tidak boleh diminum ketika seorang yang berpuasa.

Kita lihat lebih jelas dari 2 perjanjian di alkitab...
Menurut Perjanjian Lama
Puasa adalah hal yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel karena diatur di dalam Hari Raya Perdamaian (Hari Grafirat, Im 16:29-31). Kutipan kitab Imamat, Yoel dan 2 Tawarikh memberikan sebuah penjelasan tentang apa itu puasa:
“Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.” (Imamat 16:29)

"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." (Yoel 2:12)

“Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” (II Tawarikh 20:3)

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (II Tawarikh 7:14)

Dari kutipan firman tersebut diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa Puasa menurut perjanjian lama adalah suatu sarana atau alat bagi Umat Allah untuk merendahkan diri demi mendapatkan suatu pengampunan dan pemulihan atau suatu hal perdamaian dari Tuhan Allah Sendiri dan itu sudah menjadi suatu ketetapan atau suatu ritual dan suatu kewajiban dan hal ini diatur dalam Hari Raya Perdamaian (Hari Grafirat) yang selalu dilakukan oleh bangsa Israel pada bulan 7 setiap tanggal 10

Menurut Perjanjian Baru
Arti puasa di perjanjian baru menjelaskan bahwa puasa bukanlah suatu ketetapan atau suatu ritual keagamaan yang wajib dan harus dilakukan lagi bagi umat perjanjian baru (Umat yang percaya dengan Yesus). Alasannya? Karena bagi umat Perjanjian Baru (Umat yang percaya dengan Yesus), mereka sudah 100% didamaikan oleh darah Yesus sendiri dan sudah mendapatkan suatu pemulihan yang penuh dari Allah kita sendiri dan bisa dilihat dari ayat di bawah ini
“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.  Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” (II Korintus 5:18-19)

Oleh karena itu puasa yang ketika perjanjian lama sudah digantikan oleh Yesus sendiri. Oleh katena itu di dalam perjanjian baru kita tidak melihat secara langsung perintah untuk berpuasa, alasannya adalah karena kita telah didamaikan oleh Yesys melalui puasa Yesus selama 40 Hari 40 Malam (Lukas 4:1). Jadi umat perjanjian baru boleh memilih untuk berpuasa atau tidak dan tidak ada hukuman yang akan diberikan jika orang tersebut tidak berpuasa, karena ketidak puasa tidaklah menjadikan kita berdosa. Tetapi sebagai umat di perjanjian baru yang sudah didamaikan oleh Allah sendiri tidak pernah akan mengalami hidup yang Indah dan menyenangkan serta penuh kuasa bersama Yesus! Tapi dalam kesempatan khotbah dibukit, Yesus sendiri menyinggung tentang hal berpuasa dan menempatkan puasa sejajar dengan hal memberi sedekah dan tentang hal berdoa. Berikut ini adalah suatu kutipan dari kitab injil Matius
“Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:2-4)

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”
(Matius 6:5-6)

"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
(Matius 6:16-18)

Di dalam Matius 6 ini menjelaskan bahwa hal tentang berpuasa, berdoa dan memberikan sedekah bukanlah suatu kewajiban atau ritual keagamaan yang harus dan wajib dilakukan oleh umat perjanjian baru. Karena Yesus sendiri menyadari bahwa Puasa, Doa dan memberikan sedekah tidak akan menyelamatkan umat manusia, tetapi satu hal yang bisa menyelamatkan umat manusia adalah "PERCAYA KEPADA YESUS, Save by Faith and Grace only". Dalam statement ini, banyak orang pasti akan berdebat mengapa Puasa, Doa dan Memberikan sedekah tidak bisa menyelamatkan kita, tapi hanya percaya kepada Yesus kita bisa diselamatkan. Kita review sebentar, ingat tidak seorang penyamun yang disalibkan disisi kanan bersama Yesus, dia diselamatkan bukan karena dia melakukan sedekah, doa atau puasa, tapi dia diselamatkan hanya karena dia mengaku dari mulut dia sendiri dan dari hati dia dia percaya kepada Yesus dan dia percaya Yesus adalah juru selamat yang bisa menyelamatkan dia (Lukas 23:43). Maka dengan itu Yesus tidak mengatakan "Jika...." tetapi dia mengatakan "Apalagi..." (Optional). Tetapi ingat bukan karena begitu, Tuhan Yesus meniadakan atau menghapuskan puasa, doa dan memberikan sedekah, hal hal ini tetap akan menjadikan sebagai bagian dari kasih karunia Allah sendiri kepada umatnya yang percaya pada Dia, bahwa pabila umat percaya melakukan Puasa maka Allah sendiri yang akan membalasnya, sama halnya dengan ketika umat berdoa dan memberi sedekah, maka Allah sendiri yang akan membalasnya. Oleh karena itu hal berpuasa, doa dan memberikan sedekah itu perlu buat kita. Maka dengan demikian Yesus meletakan dasar yang hakiki dari perilaku kehidupan umat perjanjian Baru yaitu: memberi sedekah, berdoa dan berpuasa adalah untuk tujuan untuk kemuliaan Allah bukan untuk tujuan pengampunan dosa atau perdamaian yang dilakukan oleh umat perjanjian lama. Dengan demikian ketiga hal itu tidak bisa dipisahkan dan sudah menjadi suatu kesatuan yang utuh. Puasa yang berkenan kepada Allah adalah jika dilakukan dengan disertai dengan doa dan memberikan sedekah. Seperti kutipan dari kitab Yesaya, Matius, dan Kisah para Rasul di bawah ini:
“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”(Yesaya 58:6-7)

“Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa." (Matius  17:21)

“Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.”
(Kisah Para Rasul 14:23)

Perbedaan antara petobat baru dan petobat lama?
Petobat lama seharusnya mengalami kehidupan yang indah dan menyenangkan serta penuh dengan kuasa bersama Yesus. Dengan memberikan sedekha, kita menunjukan kasih kita terhadapa sesama yang merupakan perintah daru Yesus yang tertulis dalam Matius 22:39. "dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”. Dengan berdoa kita menunjukan Iman kita kepada Allah seperti yang tertulis di dalam Ibrani 6:11 "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Dan dengan berpuasa kita menunjukan pengharapan kita kepada Allah untuk menerima janji janji Allah bahkan kita bisa melakukan apa yang Yesus bisa lakukan dan lebih dari itu! Sudahkah kita mengalami seperti yang terls di Matius 10:8 "Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma"? Reinhard Bonke, Mahesh Chadvad, Jaerock Lee dll sebagai upah puasa mereka  mereka mampu membangkitkan orang mati, bahkan yang ada yang sudah 3 hari mati dibangkitkan.

Dari kutipan beberapa ayat yang di bahas di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan berpuasa dalam perjanjian baru adalah: Sarana orang yang percaya untuk merendahkan diri, memuliakan nama Tuhan dan mencari apa kehendak Tuhan (Bukan perdamaian lagi) melalui sikap hari(batin) yang benar (tidak munafik). Dan apabila Allah berkenan maka Dia akan memberikan Upahnya kepada anak anaknya"

Manfaat Puasa

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita melakukan puasa dengan benar" "......Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."(Matius 6:18)

Seperti tentang halnya memberikan sedekah dan berdoa, maka apabila kita berpuasa dengan benar maka akan menerima upahnya dari Allah sendiri. "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".” (Yesaya 58:8-12)

Manfaat lain jika kita berpuasa dengan dilakukan dengna benar, seperti kutipan yang kita ambil di kitab Yesaya:
1. Kita akan memperoleh hak kita kembali yang hilang atau terinjak injak (Terangmu)
2. Mendapatkan kesembuhan fisik dan rohani termasuk luka luka jiwa dan kecewa (Pemulihan)
3. Memperoleh kembali kebenaran yang hilang atau diinjak injak (Kebenaran)
4. Mendapatkan nama baik, kehormatan dan kemuliaan (Kemuliaan)
5. Doa dan pergumulan kita dikabulkannya (Jawaban)
6. mengalami tuntunan yang berkesinambungan (Tuntunan)
7. mendapatkan kepuasaan hati walaupun keadaan sekeliling kering tandus, ia tidak dipenuhi keserakahan (kepuasan hati)
8. Kekuatannya selalu diperbaharui (Kekuatan yang baru)
9. mengalami pemulihan (membangun, memperbaiki dan membetulkan)

Macam Macam cara puasa
Tuhan melihat dari hati kita, bukan dari puasa kita. maka dengan itu cara cara puasa tentang berapa lama kita berpuasa, apa saja yang boleh dimakan atau diminum itu tidaklah penting. Dibawah ini ada list list tentang cara berpuasa dan lamanya puasa yang dilakukan oleh tokoh tokoh alkitab. Kita bisa menentukan sendiri bagaimana cara kita berpuasa, lama kita berpuasa dengan cara kita sendiri tergantung komitmen kita dengan Tuhan. Berikut ini model model puasa yang dilakukan oleh tokoh tokoh alkitab:
1. Puasa Musa - Sekalipun tidak disebutkan sebagai puasa. Ketika Musa menghadap Tuhan di gunung Sinai, ia tidak makan dan minum sama sekali selama 40hari 40 malam. Umumnya para ahli Alkitab , mengatakan bahwa puasa musa ini suatu pengecualian karena dia langsung berhadapan muka dengan Allah sendiri (Baca Keluaran 34:28)
2. Puasa Hari Raya Pendamaian - Pada hari raya pendamaian orang-orang Israel diwajibkan berpuasa dari matahari terbenam hingga matahari terbenam atau 1 hari .  Tidak jelas dikatkan bahwa mereka tidak boleh makan atau tidak boleh minum. Yang jelas dikatakan adalah: merendahkan diri, berpuasa, tidak boleh bekerja dan mempersembahkan korban kepada Tuhan. (Baca Imamat 23:32)
3. Puasa Daud - Ketika Tuhan nenberikan kutuk kepada anaknya Daud yang diperolehnya dari Batsyeba, Daud berdoa dan berpuasa dengan tekun. Dikatakan bahwa Daud tidak mau makan tetapi tidak dijelaskan bahwa ia tidak minum. Puasa Daud selama 7 hari (Baca 2 Samuel 12:16-17)
4. Puasa Elia - Puasa elia selama 40 hari 40 malam tanpa makan dan minum di dalam perjalanan menuju gunung Horeb, juga dipandang merupakan suatu pengecualian karena Elia mendapatkan makanan langsung dari malaikat Tuhan (Baca 1 Raja-Raja 19:8)
5. Puasa Musa dan Elia dapat dikatakan sebagai puasa LUAR BIASA karena Tuhanlah yang berinisiatif untuk memberi kekuatan untuk bertahan
6. Puasa Ester - Nampaknya puasa ester adalah satu-satunya catatan yang jelas dari puasa tanpa makan dan tanpa minum yang pernah dilakukan secara normal oleh manusia selama 3 hari 3 malam. (Baca Ester 4:16). Puasa tanpa makan dan tanpa minum ini disebut PUASA TOTAL, juga dilakukan oleh Ezra (Ezra 10:6) dan oleh Rasul Paulus selama 3 hari (Kis 9:9)
7. Puasa Rasul Paulus - Puasa Rasul Paulus dalam kecelakaan kapal terkandas mengajak semua orang untuk makan, katanya “sudah empat belas hari kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.  Puasa Rasul Paulus 14 Hari (Kisah Rasul 27:33)
8. Puasa Daniel - Penjelasan atas puasa Daniel lebih lengkap dari pada puasa-puasa yang disebutkan sebelumnya. Dalam puasa Daniel dikatakan Daniel tidak makan makanan (roti) yang sedap, padanannya sekarang nasi, tidak makan daging dan anggur, tetapi tidak dikatakan ia tidak minum air. Daniel berpuasa selama 21 hari. (Daniel 10:2-3). Puasa Daniel disebut juga PUASA SEBAGIAN
9. Puasa Yesus - Sebelum memulai pelayanannya Yesus mengadakan puasa selama 40 hari 40 malam. Para ahli Alkitab percaya bahwa puasa yang dilakukan Yesus adalah puasa terhadap makanan, karena dikatakan “akhirnya laparlah Yesus” tidak dikatakan bahwa Yesus Dahaga. Puasa yang Yesus lakukan adalah PUASA NORMAL/ PUASA BIASA
10. Puasa Kita - Kita bisa menentukan sendiri model dan lamanya tergantung dari komitmen kita kepada Tuhan, model ini selain bisa mencontoh tokoh tokoh alkitab di atas, kita bisa menentukan makanan atau kebiasaan kebiasaan yang selama ini kita sangat tergantung dan tertarik akan kebiasaan kita dan kita tidak bisa hidup tanpa hal itu, untuk sementara waktu disangkal dahulu. Misalnya tidak minum susu, tidak menonton tv, tidak melakukan hubungan seksual atau tidak mendengarkan radio dsb. Untuk berapa lamanya kita harus berpuasa juga bisa kita tentukan sendiri ingin berapa lama, mungkin 1 hari, 2 hari, 3 hari, seminggu, 2 minggu, 3 minggu atau 40 hari. Kita sebagai umat perjanjian baru, kita diberikan suaru kebebasan/ kemerdekaan. hal yang penting adalah pakailah itu dengan bertanggung jawab. Jangan menyalahgunakannya, supaya Tuhan akan membalas puasa kita.

Dari penjelasan penjelasan diatas kita bisa melakukan puasa total dengan tidak makan dan minum dalam kurun waktu yang tidak lama, atau kita dapat berpuasa normal, yaitu dengan tidak makan tetapi tetap minum air. Bahkan ada hamba Tuhan yang menganjurkan untuk minum air dan jus selama berpuasa, atau kita dapat melakukan puasa sebagian, misalnya dengan mengurangi jumlah makanan yang dimakan dan tidak makan daging. Atau berpantang untuk tidak melakukan kesenangan-kesenangan yang mengikat kita untuk sementara waktu (menyangkal) Pilih dan lakukan puasa yang sesuai dengan keinignan kita masing-masing. Jika sudah terbiasa dengan puasa ringan kita bisa mencoba masuk ke dalam puasa yang lebih berat.

Persiapan Puasa
1. Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum berpuasa adalah menentukan periode puasa. Berdasarkan metode diatas kita bisa memilih 1 atau 2 kali makan setiap hari untuk 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari atau 40 hari atau kita komitmen sendiri dengan Tuhan diluar dari yang telah disebutkan.
2. Hal kedua kita harus menentukan jenis puasa apa yang akan kita ambil, apakah puasa normal (Yesus), atau puasa sebagian (Daniel) tergantung kemampuan atau kita akan menentukan jenis puasanya sendiri. Yang penting hati kita tulus dan ingin memuliakan Allah.

Jika kita adalah puasa pemula, jangan memulai puasanya dengan cepat, lakukanlah dengan cara bertahap, dimulai dengan kurangi makan kita sampai kita merasa nyaman untuk tidak makan dan mulailah berpuasa. Hindari minuman yang bercaffein, karena itu akan menimbulkan gangguan pencernaan dan pusing kepala

Yang harus diperhatikan selama berpuasa
1. Minum Air hangat daripada minum air dingin
2. jangan minum susu, kopi atau minuman bersoda karena bisa menimbulkan masalah pencernaan
3. Hidanri mandi air panas karena akan menimbulkan pusing dan keluar banyak keringat
4. Hindari olah raga dan kegiatan yang melelahkan, lebih baik berjalan atau membaca
5. bersekutu, menyembah dan memuji Tuhan dapat mengurangi tantangan atau cobaan

Gejala yang dialami ketika puasa
1. pusing
2  pening, mabuk
3. demam ringan
4. ngantuk
5. sakit perut

Jika kita merasakan gejala gejala ini jangan minum obat. Gejala ini biasa akan dialami para pemula puasa. Jika hal ini terjadi makanlah makanan ringan dan minum secukupnya. Biasanya hal ini akan dialami 2 - 3 hari dan untuk beberapa orang mungkin bisa lebih, namun lama kelamaan hal ini akan hilang dan semakin hari semakin kuat akhirnya kita akan lupa dan tidak concern lagi dengan makanan. Jika kita tidak sanggup menyelesaikan puasa pada hari tertentu dan batal, skip saja dan teruskan esok harinya yang penting kita konfirm dengan Tuhan dengan hati yang tulus dan kembali berkomitmen untuk menuntaskannya. Ia tahu siapa kita dan kuasaNya tidak akan berubah hanya karena kita tidak mampu. Ia tahu karena memang kita tidak mampu, oleh karena itu Ia mengasihi kita apa adanya. Yang penting jaga hati dan komitmen kita bahwa kita mau melakukan puasa ini dan menyelesaikannya untuk kemuliaan Tuhan

Kalau tadi itu tentang puasa, pasti harus ada buka puasanya. Banyak orang pasti akan bertanya bagaimana buka puasa yang baik. Ini akan dibahas bagaimana buka puasa yang baik. Buka puasa adalah waktu dimana kita sulit untuk mengontrol makanan yang kita makan yang cenderung membawa kita kepada "balas dendam", karena menahan lapar dan haus dan makan dengan cara berlebihan "pesta pora" yang berakibat kepada salah makan dan berakibat masalah pencernaan. Hal ini yang paling penting sekali adalah menjaga komitmen puasa itu sendiri seharusnya Roh yang sama ketika kita melakukan puasa dengna ketika kita berbuka puasa tidaklah boleh berubah. Beranjak dari roh puasa yang tekun kepada hidup yang sembrono dan pesta pora adalah kegagalan puasa itu sendiri. Hal yang baik dan berguna dalam berbuka puasa adalah memulai dengan yang manis manis, just buah (manis hindari asam) atau sayuran atau sop hangat kemudian makan secukupnya

Tuhan Memberkati


SHARED BY
Al.Kira

1 comment:

  1. ehm, ma kasih sungguh membangun, bless you

    ReplyDelete