Wednesday, April 27, 2011

Belajar dari Sebuah Pensil

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita, berikut ini contohnya.

Melihat Kakeknya sedang asyik menulis Ratih bertanya, “Kakek sedang menulis apa?”

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Kakek berhenti menulis lalu berkata, “Ratih cucuku, sebenarnya Kakek sedang menulis tentang Ratih. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Kakek ini, yaitu pensil yang sedang Kakek pakai. Kakek berharap Ratih dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.”

“Apa maksud Kakek bahwa Ratih harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya,” jawab Ratih dengan bingung.

Kakek tersenyum bijak dan menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana Ratih melihat pensil ini. Tahukah kau, Ratih, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup.”

“Apakah Kakek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?” pinta Ratih

“Tentu saja Ratih,” jawab Kakek dengan penuh kasih

“Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Ratih, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

“Nah, bagaimana Ratih? Apakah kau mengerti apa yang Kakek sampaikan?”

“Mengerti Kek, Ratih bangga punya Kakek hebat dan bijak sepertimu.”

Tuhan Yesus Memberkati


SHARED BY
Al.Kira

Source:
thE pOwEr oF LoVe

No comments:

Post a Comment