Saturday, December 10, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 10 (Mengaplikasikan Nama Kudus)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucapkan syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita (Kolose 3:17)

Saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan saat masih di SMA. Sebelumnya, saya sudah Kristen, tetapi tanpa pernah mengenal Allah secara pribadi. Saya adalah Kristen yang “rada nakal”, ke gereja iya, tapi nyontek di sekolah juga iya. Namun setelah saya lahir baru, saya menjadi Kristen yang “radikal”, saya membawa identitas saya sebagai umat Allah sampai ke sekolah: Saya menjadi murid yang baik dan rajin

Sebagai bonusnya, saya selalu menjadi yang terbaik di kelas. Ketika saya memuliakan-Nya, Allahpun mengenapi janj janjibagi saya. Ketika saya menjaga kekudusan nama-Nya, saya mengaalami pertolonganNya yang ajaib

Ada kerinduan untuk memproklamasikan nama Allah di tengah pergaulan saya di sekolah. Ajaibnya, sejak saat itu, mulai banyak teman yang bertanya, “Wah kamu berubah banget, apa yang membuatmu berubah?” Itu membuka kesempatan untuk bersaksi tentang kristus.

Doa bapa kami yang di ajarkan Tuhan Yesus bukan hanya sekedar diucapkan di mulut. Doa ini juga mambawa kita pada sebuah kesadaran bahwa Allah yang kita sebut sebagai Bapa adalah Allah yang kudus, dan sebagai umat-Nya, Kita berkewajiban menyatakan kekudusan itu melalui hidup kita dalam perkataan, perbuatan dan pikiran (Kolose 3:17)

Kudus berarti memisahkan sesuatu dari penggunaan secara umum, menjadikannya sacral, Khusus.

Kita mengatakan “Dikuduskanlah nama-Mu” bukan untuk menambahkan sesuatu kepada keberadaan Allah yang maha kudus. Ia adalah Allah yang Maha Kudus dan mulia, kita menyatakan “dikuduskanlah nama-Mu” agar Ia diagungkan dan dibesarkan di antara bangsa bangsa (Nehemia 9:5)

Kita menguduskan nama-Nya dengan seluruh kehidupan kita, bagaimana kita berbicara, bagaimana kita bersikap, bagaimana kita meresponi keadaan

Kita tidak mungkin mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” jika hati kita penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Kita tidak mungkin berujar “dikuduskan nama-Mu”, bila dalam setiap percakapan kita ada kesombongan, gossip, kebohongan, sumpah serapah dan percabulan. Kita tidak mungkin mengatakan “Dikuduskanlaha nama-Mu” jika kita sering berselancar di situs situs porno.

Mengatakan “dikuduskanlah nama-Mu” sebenarnya adalah kerinduan agar gaya hidup kita membuat sifat dan pribadi-Nya dikenali oleh orang lain

Ini merupakan kerinduan agar kemuliaan Allah dapat direfleksikan melalui segala perkataan, perbuatan dan pemikiran kita. Seperti yang paulus katakana, kita inilah surat Kristus yang dapat dibaca oleh orang orang sekitar kita (II Korintus 3:3)

Heart:
Periksalah kondisi hatimu saat ini. Apakah masih ada kerinduan untuk menjaga kekudusan nama Allah dalam hidupmu?

Head:
Pikirkan, hal hal apa yang dapar dirimu kerjakan untuk memproklamasikan kekudusan Allah di tengah tengah keluargamu, komunitas kecilmu, gerejamu, sekolahmu atau di kantormu

Hand:
Lakukan perubahan terhadap hal hal yang menghalangi pernyataan kekudusan Allah dalam hidupmu. Misalkan: jika anda seorang wanita dan senang bergosip, hentikan itu lakukan perubahan pada perkataanmu.


SHARED BY
Al.Kira

Source:Kingdom Lifestyle

No comments:

Post a Comment