Monday, December 12, 2011

Hidup Dengan Gaya Hidup Kerajaan Surga - Hari Ke 12 (Allah Yang Kudus, Umat yang Kudus)

"dan lapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 26:19

Kisah seorang gadis yang baru bertobat dalam pelayanan kami untuk para tenaga kerja di Singapore ini sangat menarik. Hidupnya sederhana, tetapi ia tahu siapa identitas dirinya yang sesungguhnya dalam kekebalan. Ia adalah anak Allah.

Suatu saat, ketika ia mencuci baju, Ia lupa memisahkan pakaian baru tuannya. Dan baju itu akhirnya sedikit terkena lunturan warna dari baju yang lain. Gadis ini bisa saja berbohong dan berkata bahwa dia telah mengikuti semua instruksi dan karena kualitas bahannya jelek maka tetap saja luntur

Bisa saja dia menutupi kesalahannya karena noda itu tak terlalu keliatan. Namun, dia memilih untuk bersikap jujur meskipun ia takut dimarahi majikannya

Dalam kesaksiannya, dia berkata "kalau sekarang saya sudah jadi anak Allah, masa anak Allah tidak jujur." Gadis yang sederhana ini memiliki dignity (martabat) dan integrity. Meskipun sebagai pembantu, ia membawa nilai nilai kerajaan itu dalam hidupnya. Dia mengaku kepada majikannya: "Tuan, saya telah berbuat kekeliruan sehingga baju Tuan terkena noda. Saya minta maaf dan saya siap untuk mengganti baju Tuan dengan gaji saya"

majikannya terkejut oleh kejujurannya. Dan majikannya diberkati dengna perilakunya, yang bukan hanya jujur ketika ia sudah kedapatan salah, tetapi jujur karena ia menyakini nilai nilai kerajaan Allah.

Bukankah banyak orang akhirnya jujur saat ia sudah kejepit? ketiak dia tidak lagi mampu berkelit. Tetapi gadis ini berbeda. Ia jujur dan mengakui kesalahan tanpa diminta. Alhasil, ia hanya diberi peringatan kecil agar lebih berhati hati dan majikannya makin percaya kepadanya

Mengetahui siapa sebenarnya kita akan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Jika kita mengerti predikat apa yang Allah percayakan kepada kita, kita bukan hanya bersyukur, kita akan berubah.

Mengatakan "dikuduskanlah nama-Mu" adalah proklamasi dari keberadaan Bapa. Dan Alkitab juga mencatat bagaimana Allah menyatakan keberadaan kita di mata-Nya" kita ini adalah umat yang kudus yang dipilihnya menjadi umat kesayangannya (Ulangan 26:19)

Bukanlah hal yang sukar bagi Allah untuk mengangkat dan memuliakan umat-Nya. Ia berkuasa dan berdaulat atas segala hal. Tetapi, dalam janji ini juga terkandung ekspektasi Allah bagi umatnya: menjadi umat yang kudus yang dipersiapkan untuk memerintah dengan Dia. (Wahyu 22:5)

Jika nama Bapa ditinggikan, dimuliakan, dan dihormati, maka kita sebagai umat-nya pun akan dimuliakan oleh Bapa. Allah memiliki lebih dari 1001 jalan untuk memberkati dan mengangkat umatnya. Percayalah akan janji-Nya

Heart:
Apakah dalam hatimu sudah termeterai sebuah kebenaran bahwa anda adalah umat kesayangan Allah, umat yang kudus bagi-Nya?

Head:
Pikirkan tentang janji Allah dan kerinduan-Nya untuk memberkati hidupmu. Allah yang menguduskan anda, Allah juga yang berjanji untuk mengangkat dirimu dan mencurahkan berkat-Nya ke atasmu

Hand:
Diskusikan dengan rekan rekan komunitas kecil Anda mengenai penentuan Allah agar umat-Nya memerintah bersama dengan Dia. Karakter ilahi seperti apakah yang diperlukan dalam pemerintahan ilahi?

Apakah anda sudah melihat tumbuhnya karakter ilahi itu dalam hidupmu? Beri masukan dan mintalah masukan dari teman teman komunitas kecil Anda

No comments:

Post a Comment